Ditargetkan Jadi Embarkasi Haji, Ini Saran YLKI untuk Manajemen Bandara Kertajati

gomuslim.co.id- Bandara Kertajati di Majalengka Jawa Barat direncanakan akan melayani keberangkatan jemaah haji tahun ini. Namun, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan penggunaan Bandara jangan dipaksakan.

Hal ini mengingat panjang runway atau landasannya hanya mencapai 2.500 meter saja dan kurang panjang bila didarati pesawat berbadan lebar untuk mengangkut  jemaah haji.

“Jika melihat panjang runway Bandara Kertajati, target menjadikan Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji harus dikaji ulang,” tutur Tulus, Minggu (22/04/2018)

 Mengingat panjang runwaynya hanya mencapai 2.500 meter saja, sedangkan untuk mengangkut calon jemaah haji diperlukan pesawat berbadan lebar, seperti Airbus A330 atau Boeing 777, sehingga panjang runway yang diperlukan minimal 3.000 meter.

Meski demikian, untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan penerbangan calon jemaah haji, disarankan Tulus agar pemerintah jangan memaksakan diri menjadikan Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji pada tahun ini.

“Jangan hanya karena ingin pencitraan, kemudian aspek keselamatan penerbangan diabaikan. Pihak maskapai jangan dipaksa dengan rekayasa teknis, agar penerbangan bisa transit dulu di Soekarno Hatta atau Kualanamu, untuk mengisi bahan bakar. Itu hal yang tidak efisien baik dari sisi biaya dan waktu penerbangan,” papar dia.

Tulus menilai jika Bandara Kertajati ingin menjadi embarkasi haji, maka Pemerintah/Kemenhub  harus memperpanjang runway terlebih dulu, minimal menjadi 3.000 meter. Tidak ada kompromi untuk aspek kenyamanan, keamanan dan keselamatan penerbangan. 

Pada saat ini pembangunan fisik Bandara Kertajati telah mendekati 100%, dan rencananya akan dioperasikan pada Mei 2018. YLKI pun pernah diundang managemen Bandara Kertajati untuk melihat progress report pembangunannya, yang waktu itu baru mencapai 84 persen pada Februari 2018.

Berdasarkan pengamatan YLKI ke Bandara Kertajati, secara umum fasilitas bandara (terminal) cukup memadai. Siap untuk menampung penerbangan domestik pada mudik Lebaran. Bahkan untuk penerbangan internasional sekalipun.

“Tapi banyak infrastruktur penunjang yang belum siap,” kata dia.

Lebih utama yang perlu diperhatikan dari target Bandara Kertajati sebagai embarkasi haji dan umroh adalah adanya akses penerbangan langsung dari Kertajati menuju Jeddah, Arab Saudi. Jika dilihat jumlah/prosentase calon jemaah haji atau umroh, target tersebut cukup rasional. Sebab calon jamaah haji/umroh Provinsi Jabar adalah tertinggi di Indonesia, yakni berkisar 20 persenan dari total calon jemaah haji. (nat/dbs/foto:travia)

 


Back to Top