Resmi Disetujui Pemerintah, Ini Bank Syariah Pertama di Afghanistan

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, Bank sentral Afghanistan telah memberikan lisensi kepada Islamic Bank of Afghanistan (IBA), Bank Islam Afghanistan, pemberi pinjaman pertama di negara itu untuk menerapkan prinsip-prinsip bebas bunga keuangan Islam dalam semua operasinya.

Adapun, sebelumnya, IBA dikenal sebagai Bakhtar Bank dan beroperasi di bawah lisensi perbankan konvensional sejak diakuisisi oleh Azizi Bank pada tahun 2009. Selanjutnya, Bank sentral, Da Afghanistan Bank memberikan lisensi pada 9 April setelah IBA menyelesaikan konversi neraca.

 Faizan Ahmed, Kepala keuangan dan anggota dewan manajemen IBA kepada publikasi Reuters, Senin, (23/04/2018) mengatakan bank mulai mengubah aset dan deposito pada bulan Januari untuk mematuhi prinsip-prinsip agama yang mencakup larangan judi, alkohol, dan utang berbunga. IBA telah membayar modal sebesar USD 25 juta dan memegang USD 187 juta deposito pada bulan Desember, menawarkan layanannya di seluruh jaringan 59 cabang.

Sektor perbankan Afghanistan kecil, tetapi keuangan Islam dipandang sebagai fitur penting yang dapat membantu menarik lebih banyak orang ke dalam sistem keuangan. IBA memperkirakan bahwa hanya 5,7 persen penduduk yang berurusan dengan sektor perbankan.

Dengan persetujuan ini, pihaknya berharap untuk memanfaatkan jaringan cabangnya yang terbesar ketiga di negara itu untuk menggandakan neraca keuangannya selama dua tahun ke depan.  Mayoritas rumah tangga di negara berpenduduk 30 juta berbasis bunga, sebagian karena alasan agama.

Selain itu, Bank sentral mengeluarkan kerangka peraturan untuk perbankan syariah pada tahun 2015 untuk mengatasi ini, dengan aturan berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh Organisasi Akuntansi dan Audit yang berbasis di Bahrain untuk Lembaga Keuangan Islam. Produk IBA saat ini termasuk rekening tabungan mudharabah, bentuk kemitraan manajemen investasi, serta produk pembiayaan berdasarkan ijara, sebuah kontrak sewa berbasis angsuran.

Ia juga berencana untuk memperkenalkan produk manajemen kekayaan dan meluncurkan layanan perbankan digital baru dalam beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, perbankan syariah  telah ditawarkan di Afghanistan oleh segelintir perusahaan melalui apa yang disebut jendela Islam, tetapi belum ada bank syariah penuh yang umum di negara-negara seperti Malaysia, Pakistan dan Bahrain. Adapun, para pemberi pinjaman dengan asas keuangan Islam adalah termasuk Afghan United Bank, Ghazanfar Bank dan Afghanistan International Bank. (fau/reuters/dbs/foto: salaamgateway)


Back to Top