Beri Kejutan kepada Orang Tua, Siswi Madrasah Aliyah Ini Raih Beasiswa Studi ke Eropa

gomuslim.co.id- Menjadi lulusan madrasah bukan menjadi persoalan untuk bisa melanjutkan kuliah di bidang umum. Bahkan, banyak diantara mereka justru mendapatkan beasiswa di luar negeri. Salah satunya adalah Anisa Farhana, lulusan madrasah yang mendapat panggilan beasiswa dari Universitas Internasional Dubrovnik Kroasia.

Anak dari pasangan Karsa Sukarsa dan Haryanti baru saja menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 10 Jakarta. Siswi kelas XII jurusan IPS memberi kejutan kepada kedua orang tuanya tepat di hari wisuda kelulusannya baru-baru ini.

Nisa, sapaan akrabnya, mengaku kalau dirinya tidak memberitahukan kedua orang tuanya saat mengajukan lamaran beasiswa tersebut. “Semula hanya iseng saja, mengirimkan portofolio. Kebetulan Nisa suka menggambar. Setelah mengirimkan gambar-gambar itu, berapa minggu kemudian, ada surat dari Universitas Internasional Dubrovnik. Di situ kemudian dibilang kalau Nisa diterima,” tutur gadis kelahiran November tahun 1999 ini.

Hobi menggambar yang telah lama ditekuninya menjadikan Nisa memiilih Jurusan Desain Grafis saat melamar beasiswa tersebut. Dalam surat penerimaan beasiswa tersebut disampaikan bahwa siswi madrasah ini akan memperoleh biaya pendidikan ditambah dengan biaya hidup di sana. “Nisa akan mendapat tunjangan 800 Euro / bulan,” ujar Anisa.

Ayah Anisa, Karsa Sukarsa pun merasa kaget, bangga dan terharu mendengar kabar ini dari putrinya. “Saya tidak tahu kalau anak saya melamar beasiswa tersebut. Tiba-tiba usai proses wisuda, disampaikan bahwa dia berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa full di Universitas Internasional Dubrovnik,” tuturnya.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah pada Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta ini berharap peristiwa ini bisa diikuti oleh adek-adek kelas Anisa selanjutnya. “Dan bisa menjadi sejarah bagi MAN 10 yang bisa melahirkan generasi yang sudah bisa menjangkau ke luar negeri. Untuk semua kegiatan ini mudah-mudahan menjadi pendorong bagi semua madrasah untuk bisa berprestasi,” ungkapnya.

Selain Karsa dan Haryanti, Kepala madrasah MAN 10 Jakarta, Sarpandadi juga terkejut dengan dengan capaian anak didiknya tersebut. “Surprise.. !! luar biasa kami bangga,” kata Sarpandadi.

Menurut Sarpandadi, pendaftaran beasiswa dilakukan Nisa melalui internet. Sementara teman-teman seangkatannya sibuk mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN), diketahui bahwa Nisa tidak mengikuti seleksi tersebut.

“Namun pada dasarnya kami mendorong anak-anak untuk kuliah baik di dalam maupun di luar negeri. Prestasi ini tentu amat membanggakan,” ucapnya. (njs/kemenag)


Back to Top