Pembuat Alquran Ini Perlu Waktu Tiga Tahun untuk Menulis Manual Alquran Raksasa

gomuslim.co.id- Di Wonosobo, Jawa Tengah terdapat tempat pembuatan Alquran dengan ukuran raksasa atau sering disebut Alquran akbar. Proses pembuatannya pun secara manual dan membutuhkan waktu hingga  bertahun-tahun serta menghabiskan biaya ratusan juta rupiah.

Alquran akbar ini memiliki ukuran tak seperti biasanya yaitu dengan tinggi 2 meter dan lebar 1,5 meter yang berada di salah satu universitas di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah. Pembuatan Alquran raksasa ini awalnya digagas oleh seorang ulama terkenal yakni Kyai Haji Muntaha Al Hafidz , dengan tujuan menyebarkan agama ke penjuru nusantara sekaligus agar Alquran selalu dibaca oleh umat Muslim.

Seorang dosen kaligrafi sekaligus  pengurus pondok pesantren, Hayatuddin telah menulis Alquran raksasa secara manual sejak 27 tahun lalu atau sekitar tahun 1991 awal pembuatan Alquran akbar.

“Tidak sembarangan dalam proses pembuatan Alquran raksasa ini, selain dituntut untuk teliti, saya dan keempat rekan saya harus berwudhu dan dalam keadaan suci sebelum menulis ayat demi ayat,” tutur Hayatuddin.

Sedangkan, untuk proses awal penulisan, pertama ia harus membuat sketsa tulisan menggunakan pensil di atas kertas yang dipesan khusus.

Barulah sketsa ayat-ayat suci ini ditebalkan menggunakan tinta khusus yang diracik sendiri olehnya agar tampak lebih rapi dan indah ornamen penghias Alquran pun dicetak menggunakan alat sablon secara manual.

“Tak begitu sulit dalam proses penulisan setiap ayat, saya hanya mencontoh dari Alquran yang sudah ada, tapi saat proses penulisan butuhkan ketelitian dan keuletan,” kata dia.

Sementara itu, untuk membuat satu buah Alquran dengan ukuran  2 x 1,5 meter dibutuhkan waktu hingga tiga tahun lamanya, biaya yang dikeluarkannya pun mencapai Rp 100 juta. Meski demikian, Alquran akbar ini tidak diperjualbelikan, dan bagi para peminat dapat memesan dengan sistem hibah.

Sejak tahun 1991 hingga kini Hayatuddin telah menulis 9 buah Alquran raksasa, pesanannya pun sudah sampai berbagai kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Masjid Agung Makasar, Semarang, Depok  serta beberapa kota besar lainnya.

Bahkan, pada tahun 2006 lalu Alquran buatan Hayatuddin ini dipesan khusus dan menjadi hadiah untuk Sultan Bolkiah di Brunei Darrusalam.

“Penulisan Alquran kami kerjakan setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga malam hari,” tambah Hayatuddin.

Dia juga tak hanya memproduksi Alquran ukuran raksasa,  namun terdapat 3 buah ukuran yang bervariatif.

Rencananya, Alquran akbar yang ke sembilan ini akan selesai pada akhir Ramadhan ini, selanjutnya ia akan kembali memproduksi pesanan khusus dari Presiden Joko Widodo. (nat/antvklik/dbs/foto:flickr)

 


Back to Top