Buruh Migran Indonesia Sulap Kolong Jembatan Jadi Pusat Kegiatan Agama di Hong Kong 

gomuslim.co.id- Hong Kong merupakan salah satu negara favorit tujuan para buruh migran Indonesia. Beragam pemberitaan mengenai kondisi tenaga kerja Indonesia di luar negeri nyatanya tidak menyurutkan animo masyarakat untuk dapat bekerja disana. Tercatat sebanyak sembilan ribu orang mengadu nasib di negara tersebut.

Menjalani kehidupan di negara orang lain yang terasa serba asing, tentunya membuat para buruh migran ini perlu untuk menyesuaikan berbagai kebudayaan setempat. Suasana Ramadhan sungguh sangat berbeda dengan minoritas penduduk muslim menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Meskipun demikian, semarak Ramadhan turut dirasakan oleh para buruh migran Indonesia di sana. Beragam kegiatan dilakukan dalam mengisi ramadhan tahun ini, salah satunya yang dilakukan oleh para buruh Migran Indonesia di Hongkong yang melakukan kegiatan pengajian di kolong jembatan Taipo, Hong Kong (Rabu, 23/05/2018).

Salah satu Dai Ambassador Dompet Dhuafa perwakilan Hong Kong, Ustadz Khumaini Rosadi mengatakan mengaji di bawah kolong jembatan memang unik dan sangat mengesankan. Kegiatan yang tak biasa ini, kata dia, akan mengundang rasa penasaran orang-orang yang melintas di jembatan tersebut.

“Ditambah lagi dengan lantunan shalawat yang diiringi rebana yang dimainkan oleh ibu-ibu majelis taklim semakin menambah daya tarik. Para buruh migran Indonesia di Hongkong rutin mengadakan kegiatan pengajian pada hari libur dari siang hingga sore hari. Kegiatan pengajian ini bukan hanya sebagai penambah khazanah keilmuan agama saja, tetapi para buruh pun bisa sambil mengisi liburan dan bertemu dengan rekan-rekan mereka,” ujarnya.

Kegiatan pengajian para buruh migran ini merupakan syiar Islam kekinian yang tidak lagi terjebak pada satu dimensi. Kreatifitas dalam syiar Islam semakin memperluas cakupan dimensi perkembangan Islam.

Dengan hal tersebut masyarakat akan lebih tertarik dan timbul rasa penasaran bahkan tidak jarang masyarakat turut mendokumentasikan kegiatan para buruh migran ini. “Semoga saja kegiatan pengajian di bawah kolong jembatan ini dapat menjadi jalan perkembangan Islam di Hongkong,” harapnya. (njs/dd)

 


Back to Top