Inilah Gunung Pelangi yang Disebut dalam Surat Al Fathir

gomuslim.co.id- Dalam Alquran Surat Al Fathir ayat 27 menerangkan bahwa Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya dengan menciptakan Gunung Pelangi yang terungkap berada di China. Kuasa Allah memang tak terbatas. Dia menciptakan segala yang ada di permukaan bumi maupun yang ada di langit, termasuk di antaranya yaitu Gunung Pelangi yang sangat ajaib.

Dinamakan Gunung Pelangi karena gunung ini memiliki warna-warni yang seperti pelangi. Ada warna merah, oranye, putih, hingga biru, mirip seperti spektrum warna pelangi.

Gunung Pelangi terletak di area Taman Nasional Zhangye-Danxia Geological Park. Kota terdekatnya yaitu Zhangye yang masuk ke dalam wilayah Provinsi Gansu, China.

Destinasi Gunung Pelangi masuk dalam paket tur ketika traveler menjelajahi Jalur Sutra di kawasan Inner Mongolia-Gansu-Ningxia.

Setelah membeli tiket masuk, traveler dipersilakan untuk menunggu bus yang akan membawa berkeliling area seluas 510 Kilometer persegi tersebut. Ada 4 spot dimana traveler bisa melihat keajaiban alam gunung berwarna-warni ini.

"Di sini ada 4 lokasi yang bisa dikunjungi, tapi kita cuma berhenti di 2 lokasi saja, kita berhenti di yang paling bagus," ujar Aming, pemandu rombongan.

Gunung Pelangi ini memang disebut dalam Alquran, tepatnya di Surat Al Fathir ayat ke 27. Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa Allah menciptakan gunung-gunung yang di antaranya ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warna, dan ada pula yang hitam pekat.

"Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat." (QS: Al Fathir (35): 27).

"1.400 tahun yang lalu, Alquran menceritakan di dalam Surat Al Fathir 27, yang artinya kurang lebih seperti ini, Wa Minal Jibali Judud: di antara gunung-gunung yang Allah ciptakan ada yang bergaris. Garisnya apa? Bidun Wa Khamr, garis putih dan garis merah. Mukhtalifun Al Wanuhu, bukan hanya garis putih dan garis merah saja, akan tetapi berbagai macam warna. Kalau dibahasakan bahasa kita, bahasa Indonesia, kita katakan pelangi," jelas Bunyamin Muhammad Yapid (39), pemilik Travel An Nur Maarif Makassar.

Kemudian, jika merujuk pada ayat tersebut, maka gunung yang diceritakan dalam Surat Al Fathir mirip dengan ciri-ciri Gunung Pelangi Zhangye-Danxia. Gunung ini pun punya garis-garis berwarna putih, merah, dan juga warna lain yang mirip pelangi, bahkan ada yang hitam pula.

"Pada sambungan ayat itu, yang anehnya adalah kalau pelangi tidak ada hitamnya, tapi di ayat ini ada diterangkan 'Wa Gharabi Busud', bahkan ada yang hitam pekat. Nah, inilah mukjizat Alquran yang beribu tahun lalu Allah sudah ungkapkan, yang diturunkan melalui perantara Jibril ke Muhammad SAW, tapi baru tahun 2010 kemarin ditetapkan oleh UNESCO bahwa inilah Situs Warisan Dunia," imbuh Bunyamin yang juga alumni Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Spot terbaik untuk menikmati pemandangan Gunung Pelangi ada di spot yang terakhir. Di spot kedua yang dapat wisatawan kunjungi, pemandangan Gunung Pelanginya paling maksimal karena paling luas.

Namun, jika kurang beruntung warna-warni pelangi tidak tampak menyerupai pelangi. Rupanya ada pengaruhnya juga dengan curah hujan di wilayah itu. Jika malam sebelumnya turun hujan, dan esoknya cerah, maka warna-warni Gunung Pelangi akan makin keluar.

Keajaiban alam ini membuktikan bahwa Allah Maha Kuasa. Dia adalah Sang Maha Pencipta, menciptakan yang ada dari yang tiada. Kun Fayakun. Jadilah! Maka terjadilah.

Jika Anda ingin menikmati pemandangan Gunung Pelangi silahkan berkunjung ke Zhangye-Dangxia Geological Park. Tiket masuk destinasi ini dibanderol seharga 95 Yuan (Rp 200 ribuan), 75 Yuan untuk tiket masuk, sementara 20 Yuan sisanya untuk naik bus di dalam area Taman Nasional. 

Jam buka Taman Nasional ini dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga 20.00 waktu setempat (selama 1 Mei-10 Oktober 2018). Sedangkan dari 11 Oktober sampai 30 April 2019 bukanya dari pukul 07.00 pagi hingga 19.00 waktu setempat. (nat/detiktravel/dbs/foto:okezone)

 


Back to Top