#IdulFitri1439H

Air Terjun Tertinggi NTB Jadi Destinasi Wisata Favorit Libur Lebaran

gomuslim.co.id- Ada banyak pilihan wisata yang menarik di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dari wisata alamnya yang mempesona hingga wisata halal. Jika berkunjung ke NTB jangan hanya singgah ke pulau Lombok, mampir juga ke Kabupaten Dompu di Pulau Sumbawa. Di sana ada Air Terjun Sori Panca Saneo.

Di musim liburan lebaran kali ini, Air Terjun Sori Panca Saneo ramai dikunjungi, dan menjadi salah satu wisata favorit. Tempat ini merupakan sebuah air terjun yang menurut warga sekitar merupakan salah satu tertinggi di NTB. Lokasinya berada tepat di tengah hutan belantara Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu NTB.

Agar sampai ke lokasi ini, pengunjung harus menempuh waktu sekitar dua jam dengan melewati jalan yang penuh dengan pepohonan rindang. Suasana di perjalanan sangat sejuk karena dikelilingi hutan belantara dan tak pernah disentuh oleh tangan jahil manusia. 

Namun, jangan berharap kondisi jalannya bagus dan mulus. Kalau di hutan sudah pasti sangat susah dan butuh tenaga ekstra untuk melewatinya. 

Untuk menambah sensasinya, ada baiknya Anda tidak menggunakan sepeda motor standar. Harus menggunakan motor trail. Di tempat ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. 

Sebelum sampai ke air terjun, wisatawan harus berjalan kaki sekitar 20 menit dengan melewati turunan yang sedikit curam dan berbahaya. Setelah itu lanjut menuruni tebing setinggi 10 meter dengan menggunakan tangga darurat yang terbuat dari kayu. 

Rasa lelah di sepanjang perjalanan akan terbayarkan ketika sudah sampai di lokasi air terjun. Percikan air yang beterbangan akan menampar wajah di kejauhan 10 meter dari air terjun.

Jika ingin bermain air di air terjun ini, disarankan untuk tidak terlalu lama, karena airnya sangat dingin hingga ke tulang. 

Di balik panorama alam dan keindahan yang ditawarkan oleh spot wisata ini, rupanya keberadaannya tidak diperhatikan untuk dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat. 

"Dua tahun terakhir air terjun ini dikenal oleh masyarakat Dompu, namun keadaannya tetap seperti ini. Tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah," ujar Syarifudin, anggota Komunitas Pengembang Wisata 'Ana Ncuhi Saneo'.

Bersama komunitasnya dan warga setempat, lanjut Syarifudin, berswadaya membuat akses jalan untuk pengunjung. 

"Pernah kita ajukan kepada pemerintah, namun tidak direspon sama sekali. Pada akhirnya kondisi tetap begini saja sejak dulu," pungkasnya. (nat/detiktravel/dbs/foto:detiktravel)


Back to Top