Inggris Akan Resmikan Museum Tentang Peradaban Islam

gomuslim.co.id- Pada Oktober 2018 mendatang, sebuah museum budaya Islami akan dibuka di Inggris. Beberapa benda berharga dari era Ottoman akan terbuka untuk pengunjung di Museum The Albukhary Foundation Gallery of the Islamic World.

Dalam pameran utama, museum The Albukhary Foundation Gallery of the Islamic World akan memamerkan koleksi Islam kelas dunia. Hal itu termasuk seni Turki yang sangat baik dari Era Utsmaniyah serta dari geografi Islam.

“Galeri baru akan menjadi presentasi yang komprehensif dari dunia Islam melalui seni dan budaya material,” ujar pengelola  Museum, seperti yang dilansir dari publikasi Anadolu, Senin, (25/06/2018). 

Pada saat pembukaan museum, akan digarisbawahi koneksi global di seluruh wilayah yang luas di dunia dari Afrika Barat ke Asia Tenggara dan mencerminkan hubungan antara dunia kuno dan abad pertengahan serta dunia modern.

Menurut kurator Museum Inggris, Venetia Porter, dalam galeri baru itu nantinya memiliki dua kamar. Masing-masing akan menceritakan kisah budaya Dunia Islam dari daerah yang membentang dari Afrika Barat ke Asia Tenggara dari abad ke-7 hingga hari ini.

Lanjut Porter, penciptaan Galeri Yayasan Albukhary akan memberikan kesempatan luar biasa untuk menampilkan hal-hal kehidupan sehari-hari seperti permainan modern dan alat musik. Koleksinya meliputi arkeologi, seni dekoratif, wayang kulit, seni buku, tekstil, dan seni kontemporer.

“Kami tahu betapa pentingnya tradisi Karagoz (nama umum tradisi boneka wayang Turki) di Turki sekarang tetapi memiliki tradisi yang sangat panjang juga,” pungkas Porter.

Dia menekankan museum juga akan memasukkan boneka bayangan yang dibuat oleh Metin Ozlen. Metin Ozlen merupakan salah satu dalang Karagoz yang paling terkenal di Turki.

“Akan ada contoh lain dari budaya Ottoman yang terwakili di galeri baru,” tambahnya.

Sedangkan, lampu masjid Ottoman dibuat di Iznik dan spanduk Ottoman yang indah dari periode Selim III (1761-1808) adalah salah satu objek yang akan dipajang. Selain itu, museum juga akan memiliki koleksi benda-benda lain dari budaya Ottoman yang kaya, termasuk sepasang baki mandi dari kayu yang dihias dengan mutiara. Koleksi lainnya adalah contoh-contoh tembikar keramik Iznik dan pakaian yang berhubungan dengan Sultan Selim III.

“Islam telah memainkan peran penting dalam peradaban besar sebagai keyakinan, sistem politik dan budaya. Kami akan menampilkan objek yang memberikan gambaran tentang pertukaran budaya di daerah yang membentang dari Nigeria ke Indonesia dan dari abad ke-7 hingga hari ini,” papar pengelola Museum.

Penambahan koleksi baru juga akan mencakup halaman bergambar abad ke-14 yang menakjubkan dari salah satu tradisi lisan yang paling terkenal, yakni epik Persia Shahnama atau Kitab Raja-raja. Koleksi itu akan ditampilkan bersama folio-folio monumental kaisar Mughal India abad ke-16, Akbar's Hamzanama atau Petualangan Hamza.

The Albukhary Foundation sendiri merupakan organisasi nirlaba internasional yang berbasis di Malaysia. Selama 40 tahun terakhir, yayasan itu mempromosikan di bidang pendidikan dan warisan budaya. (nat/anadolu/dbs/foto:dailymail)

 


Back to Top