Hijaber Ini Masuk Nominasi Penulis Muslim Amerika yang Paling Berpengaruh di Usia 25 Tahun


gomuslim.co.id- Seorang penulis dan pengusaha Amerika pendiri situs berita Muslim Girl Amani Al-Khatahtbeh sering menerbitkan tulisan-tulisan yang inspiratif. Ia merupakan gadis keturunan Yordania yang lahir dan besar di New Jersey, Amerika Serikat. Saat peristiwa 9/11 berlangsung, perempuan yang akrab disapa Amani ini sedang berada di kelas 4 di Sekolah Dasar Bowne-Munro di East Brunswick.

Saat dua pesawat jatuh ke World Trade Center, Amani sedang belajar. Setelah hari yang tragis itu, dia berusaha menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Muslim. Islamophobia yang dialami warga Amerika Serikat mendorong Amani dan keluarganya pulang ke Yordania pada 2005.

Di Yordania, Amani justru mempelajari Islam lebih dalam. Perempuan berusia 26 tahun ini belajar Islam sebagai sebuah budaya, dan ia melihat bahwa itu benar-benar berbeda dari persepsi Barat.

“Itu adalah pertama kalinya saya mendengar cerita tentang orang Arab dan Muslim dengan suara mereka sendiri,” ujar Amani, seperti yang dilansir dari publikasi Forbes, Senin (25/06/2018).

Kemudian, beberapa tahun kemudian, Amani dan keluarganya kembali ke Amerika Serikat. Ia memberanikan diri untuk menggunakan hijab dan menunjukkan eksistensinya sebagai Muslim.

Sebelum lulus SMA dan saat usianya baru 17 tahun, Amani dan teman-temannya mendirikan Muslim Girl di tahun 2009.

Bersama teman-temannya dari komunitas masjid, mereka menerbitkan blog di situs tersebut. Setelah lulus SMA, Amani belajar di Rutgers University, dan lulus pada tahun 2014. Kemudian bekerja untuk organisasi nirlaba di Washington DC sebelum pindah ke New York.

Dia pun semakin mengembangkan blog Muslim Girl menjadi situs media online Muslim Girl.com. Di media online ini, banyak artikel mengenai isu-isu Islam terbaru. Ia juga banyak menulis gaya hidup kaum milenial masa kini yang berkaitan dengan para pemeluk Islam.

Pada awal tahun 2015, Muslim Girl semakin tumbuh berkembang setelah menerima staf sukarelawan. Sejak saat itu media online ini mengalami peningkatan besar jumlah pembaca. Lalu lintas situs tumbuh 90% dan mencatat 100 juta kunjungan pada tahun tersebut.

Kini, situs pun tengah mengembangkan diri menjadi portal e-commerce,  Muslim Girl memiliki puluhan ribu pengikut di seluruh jejaring sosialnya. Rata-rata setiap tahunnya, situs ini dikunjungi 1,7 juta orang. Muslim Girl dinilai sebagai situs berita yang cukup revolusioner karena situs ini menghadirkan perspektif baru mengenai Muslim dari sudut pandang perempuan Muslim itu sendiri.

Atas prestasinya, ia mendapat apresiasi dari CNN sebagai salah satu dari 25 Muslim Amerika yang paling berpengaruh pada usia 25 tahun.

“Secara harfiah, perempuan Muslim milenial tidak memiliki sumber daya apa pun untuk menyuarakan pendapat sendiri. Namun, dengan ujung jari, media sosial dan internet kami bisa menyuarakan pendapat kami,” ujar Amani.

Meski bernama Muslim Girl , sebagian pengunjung situs media ini berasal dari orang-orang non muslim.

“Para pengunjung non Muslim tertarik untuk mengetahui dunia Islam dari sudut pandang yang berbeda. Orang-orang di luar agama kami memiliki berbagai latar belakang,” pungkasnya.

Selain membicarakan mengenai isu-isu Islam terkini, situs ini juga membicarakan gaya hidup para Muslimah. Amani bahkan menciptakan segmen khusus untuk membahas politik, fashion, beauty, hingga budaya pop.

Amani memang dikenal sebagai penulis, ia pernah meluncurkan buku berjudul Muslim Girl: A Coming of Age pada Oktober 2016. Buku ini berkisah tentang perjalanan hidupnya sebagai gadis Muslim yang menghadapi islamophobia di Amerika Serikat dan cerita kepindahannya ke Yordania.

“Buku ini berhasil masuk daftar bestseller New York Times,” tukas Amani.

Berkat kecintaannya pada dunia menulis, ia pernah hadir dalam acara penghargaan karya sastra pada 2017. Amani tampil di Brisbane Writers Festival di Brisbane, Queensland, Australia. Acara ini menunjukkan bahwa Amani menjadi penulis muda yang berpengaruh. (nat/forbes/dbs/foto:pinterest)

 


Back to Top