Gandeng ISYEF, Hipmi Gowa Gelar Diskusi Pemuda dan Kebangkitan Islam 

gomuslim.co.id- Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi) Gowa bersama Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) menggelar halal bi halal dan diskusi pemuda tentang Kebangkitan Islam. Kegiatan bertajuk 'Satu Masjid, Satu Komunitas dan Satu Usaha" digelar di Masjid Al Markas Al Islam, Makassar, Minggu (24/6/2018).

Ketua Panitia Rafiqul Muslim Ismail Bahtiar, dalam sambutannya mengatakan, selain Hipmi Gowa dan ISYEF, kegiatan ini juga terlaksana berkat kerjasama Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan KNPI Sulawesi Selatan. "Kami sebagai pemuda masjid sangat mendukung kegiatan ini," katanya.

Ia menambahkan, sebagai langkah konkrit, tujuan pembentukan satu masjid, satu komunitas dan satu usaha menjadi tema sentralnya.

Sekjen ISYEF, Andi Ramadhan Nai mengaku kegiatan ini menjadi kesempatan bagi teman teman di organisasinya memperkenalkan ISYEF di Makassar. ISYEF hadir sebagai kumpulan komunitas pemuda remaja islam yang akan fokus mendorong ekonomi dari masjid.

"Sebagai organisasi pemuda islam yang konsen pada kajian dan pembangunan ekonomi pemuda Islam, tentu program 1 Masjid, 1 Komunitas, 1 Usaha merupakan sebuah konsep dan ide yang sangat brilian dan dengan cepat harus direalisasikan," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Hipmi Gowa Muhammad Omar Sahar mengaku senang bisa bekerjasama serta berkolaborasi dengan berbagai organisasi termasud ISYEF dan DMI.

"Salah satu program rintisan kami dari HIPMI Gowa yaitu masjid percontohan di salah satu lokasi kabupaten Gowa yang juga sedang kami siapkan. Tentu ini memiliki kesamaan tujuan dari program 1 Masjid, 1 Komunitas, 1 Usaha," ujarnya.

Ia berharap program rintisan ini terus belanjut. Diakui Hipmi berdiri dengan tujuan mencetak banyak wirausaha muda dan sebagai organisasi pemuda yang mewadahi teman-teman pemuda yang memiliki ketertarikan atau interest pada bidang usaha atau bisnis.

"Tentu sangat mendukung program 1 Masjid, 1 Komunitas, 1 Usaha. Dengan jumlah masjid delapan ratus ribu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tentunya bisa menjadi sebuah peluang dalam memberdayakan ekonomi ummat. Jika program ini terealisasi, tentu misi mulia dari Dewan Masjid Indonesia yaitu memakmurkan dan dimakmurkan masjid akan menjadi lebih mudah," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan umat Muslim saat ini sudah merata hampir pada seluruh profesi mulai dari politikus, birokrasi, hingga profesi lainnya. Satu-satunya yang tak seimbang adalah perbandingan jumlah pengusaha Muslim dengan penduduk Indonesia.

"Apabila tidak seimbang akan berbahaya bagi sila kelima Pancasila (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). Oleh karena itu potensi ekonomi, potensi semangat, potensi pengetahuan di kalangan generasi pemuda patut ditingkatkan." ujar JK.

Untuk itu, JK selaku ketua Dewan Masjid juga meminta seluruh Masjid dapat memfasilitasi seluruh kegiatan umat, termasuk berdagang. JK juga meminta agar gerakan pemuda Muslim membangkitkan ekonomi Islam didorong secara massif tak hanya ke kota-kota besar, tetapi juga seluruh daerah.

"Agar mereka menjadi bagian dari kemajuan umat dan bangsa, karena tidak ada umat dan bangsa yang maju tanpa ekonominya. Kalau kita masih tangan di bawah terus bagaimana bisa? Kita harus tangan diatas," tegasnya. (njs/tribun/cnn/foto:rilis) 


Back to Top