Desainer Ini Ambil Peluang Bisnis Khimar dan Cadar yang Laris Manis di Papua

gomuslim.co.id- Minat perempuan Muslim mengenakan cadar masih terbilang cukup tinggi, terlihat dari meningkatnya bisnis khimar dan cadar di Papua yang minoritas Islam.  Sebuah toko hijab syar'i di kawasan Abepura, Jayapura, memiliki pelanggan setia perempuan bercadar.

Pemiliknya, Fery Diah yang merupakan seorang desainer, ia mengambil produk dari beberapa vendor di luar Papua. Vendor terbesarnya adalah sebuah brand cadar di Bandung bernama Khadijah Indonesia dan menjualnya secara ecer di toko miliknya.

"Di Papua, memang perempuan bercadar termasuk minoritas. Tapi justru yang minoritas itu membuat kami yang berjualan busana Muslimah syar'i bisa saling mengenal dan berteman," ucap Fery.

Bahkan, tiap bulannya, ia bisa menjual lebih dari 400 buah khimar cadar. Omzetnya mencapai Rp 150 juta hingga Rp 200 juta sebulan. Angka yang di luar dugaan untuk mereka yang menjual produk cadar di daerah seperti Papua.

"Alhamdulillah tahun ini responsnya cukup besar karena banyak Muslimah awam yang menggunakan cadar walaupun hanya untuk naik motor. Setidaknya mereka sudah mulai mengenakan," kata dia.

Ia mulai berjualan khimar syari dan cadar setelah resign dari kantornya tahun 2014. Awalnya Fery mengaku tokonya masih sepi. Tahun 2016, baru mulai banyak orang yang mencari khimar instan hingga cadar.

Produk yang paling laris, lanjut Fery, khimar berwarna jadi primadona. Namun, ada pula beberapa pelanggan yang setia dengan warna hitam. Khimar berwarna biasanya lebih diminati oleh pelanggan yang tidak bercadar.

"Khimar laku yang model tali karena masih diterima secara umum, tapi untuk yang sudah berniqab suka yang model bandana, flap niqab dan beberapa model yaman berlayer. Kalau punya Khadijah sendiri laku yang model basic dan helpy button," papar Fery.

Di pihak lain, Distributor Care Khadijah Indonesia, Tita mengatakan saat ini Papua masuk ke dalam 10 besar distributor penjualan terbanyak. Nomor satunya diduduki oleh distributor daerah Kalimantan.  Jual beli khimar cadar diakui Tita memang tak banyak terekspos di media sosial.

“Distributor maupun pelanggannya kebanyakan pengguna sosmed pasif. Mereka tak suka mengunggah foto-foto di medsos karena sangat hati-hati dalam memenuhi syariat agama,” tandasnya. (nat/dbs/foto:istimewa)


Back to Top