#KabarHaji

Antisipasi Kondisi Cuaca, Garuda Indonesia Hadirkan Tambahan Waktu Penerbangan

gomuslim.co.id- Akibat dampak kondisi cuaca yang tidak menentu, Garuda Indonesia memprediksi terjadinya penambahan waktu penerbangan Indonesia-Saudi Arabia saat musim pemberangkatan haji berlangsung.

Reguler Stasiun Manager Garuda Indonesia sekaligus Penanggungjawab Operasional Pemberangkatan Jemaah Haji Embarkasi Solo, Jawa Tengah, Totok Suwarto memprediksi arah angin yang datang dari Timur Tengah pada awal musim pemberangkatan haji akan menghambat kecepatan terbang pesawat.

“Jadi dipengaruhi temperatur, arah angin. Ke depan arah angin dari Timur Tengah ke Indonesia. Kalau pesawat terbang itu dari depan istilahnya head wind, lawan arus dan itu menghambat kecepatan pesawat,” ujar Totok, Selasa (10/07/2018).

Jika normalnya, lanjut Totok, penerbangan Indonesia-Saudi Arabia memakan waktu tempuh 11 jam 45 menit. Namun jika terjadi head wind maka watu tempuh pun diperkirakan bertambah 45 menit. Meski demikian untuk pemulangan jemaah haji, ia optimisti penerbangan akan sesuai terlebih Bandara King Abdul Aziz Saudi Arabia telah mempunyai sistem khusus untuk mengatasi crowded saat pemulangan jemaah haji berlangsung pada Agustus mendatang.

“Kalau di Bandara Arab Saudi sudah ada antisipasi keterlambatan mereka punya sistem untuk mengatur lalu lintas udara. Jadi sudah ada solusi crowded di bandara King Abdul Aziz,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, General Manager Garuda Indoesia Solo Hendrawan menyebut Garuda Indonesia akan melayani pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dari Embarkasi Solo mulai 17 Juli hingga 25 September.

Untuk pemberangkatan, Garuda Indonesia akan memberangkatkan jemaah haji Solo gelombang pertama mulai tanggal 17 hingga 29 Juli dengan rute penerbangan Solo-Padang (Transit)-Madinah. Kemudian gelombang kedua pada 30 Juli hinga 15 Agustus dengan rute Solo-Padang (transit)-Jeddah. Demikian juga untuk pemulangan jemaah haji yang akan dibagi menjadi dua gelombang.

“Untuk gelombang pemulangan jemaah Embarkasi Solo pertama dimulai pada 26 Agustus hingga 7 September dengan rute Jeddah-Ahmedabad India (Transit)-Solo. Sedang untuk pemulangan gelombang kedua di mulai 8 September hingga 25 September dengan rute Madinah-Ahmedabad India (transit)-Solo,” papar Hendrawan.

Berdasarkan rencana perjalanan tersebut, embarkasi Solo mengangkut sebanyak 34.112 jemaah yang dibagi dalam 95 kloter dan akan diterbangkan dengan lima pesawat yang disiapkan di Solo tipe A330. (nat/gi/dbs/foto:suarapembaruan)

 


Back to Top