Begini Kisah Pemuda Perancis yang Mengenal Islam Setelah Bermain Sepak Bola

gomuslim.co.id- Perjalanan setiap mualaf menemukan Islam berbeda-beda. Salah satunya seperti seorang pemuda asal Prancis yang mengenal Islam lewat pertandingan sepakbola.

Namanya Matthieu. Pria berumur 22 tahun ini lahir di Timur Laut Perancis, dekat Belgia.

Ayah Matthieu seorang atheis, sedangkan ibunya adalah seorang Katolik yang kurang taat. Tidak heran jika dirinya tidak begitu akrab dengan agama. Saat ini Matthieu sedang mengambil studi master administrasi bisnis di Universitas Victoria Wellington, Selandia Baru.

Awal Mengenal Islam

Matthieu mengenal Islam dari teman-temannya yang merupakan imigran Maroko, Turki, Aljazair, dan Tunisia. Matthieu sendiri adalah satu-satunya orang Prancis dalam kelompok itu.

Ketika dirinya bermain sepakbola bersama temannya, ada seorang sabil Allah (anggota kelompok dakwah Muslim) datang ke lapangan. Mereka pun berhenti bermain dan pendakwah tersebut mulai berbicara tentang Islam.

“Awalnya saya berada di luar kelompok ketika mereka berbicara tentang Islam. Kemudian orang  fi sabil Allah itu menyuruh saya untuk datang. Kemudian dia mengundang saya untuk datang ke masjid untuk mengetahui lebih lanjut tentang agama, dan saya datang dan saya mulai tertarik,” ujar Matthieu seperti dilansir dari publikasi Aboutislam, Kamis (19/07/2018).

Dari sana, ia memutuskan untuk mencari tahu tentang Islam. Salah satu yang membuatnya tertarik adalah adanya puasa. Ia berpikir bagaimana mungkin seseorang tidak makan apa pun (selama sehari) selama satu bulan.

“Saya bertanya-tanya bagaimana mereka bisa melakukan itu. Dan misalnya di Ramadhan dan bahkan manifestasi yang berbeda tentang Islam setelah Ramadhan, seperti Idul Fitri dan segala sesuatu seperti itu, itu luar biasa. Akhirnya saya memutuskan untuk belajar tentang agama ini,” sambungnya.

Luar biasanya, ketika Matthieu memutuskan untuk memeluk Islam, kedua orangtuanya justru langsung setuju. Berbeda dari kebanyakan mualaf lainnya yang justru mendapat banyak masalah dari keluarga. “Mereka membiarkan saya memilih apa yang ingin saya lakukan,” katanya.

Matthieu sendiri merasa bersyukur karena teman-temannya yang muslim banyak membantunya dalam mengenal Islam. “Mereka tidak ingin mengecewakan saya. Mereka menganggap saya sebagai bagian dari keluarga mereka. Jadi itu sangat menarik,” ungkapnya.

“Pada saat yang sama, mereka menginginkan saya untuk tinggal di tempat yang aman dan masjid untuk mereka adalah tempat yang aman karena saya tidak berada di jalan menghina orang, mencuri atau berkelahi dengan beberapa orang. Jadi mereka lebih suka saya tinggal di masjid daripada di jalanan,” sambungnya.

Menurutnya, Islam banyak mengajarkan tentang cara berpikir, menghormati orang, dan bertindak dalam kehidupan secara umum, karena Islam juga mendorong belajar dan mendapatkan pengetahuan.

Ia mengaku senang karena tidak terjerumus dengan narkoba, minum alkohol, atau hubungan sebelum menikah. “Menemukan Islam sangat membantu saya dalam kehidupan sehari-hari saya,” ucapnya.

“Saya pikir bahwa Islam adalah semacam obat untuk orang yang membutuhkan. Misalnya, orang-orang di penjara yang mencoba menemukan Islam dan mereka berhasil menjadi orang yang sangat baik.

Contoh lain adalah orang-orang yang kecanduan narkoba atau alkohol, mereka tidak berhasil menemukan apa pun untuk membantu mereka, dan ketika mereka menemukan Islam mereka menjadi sangat murni. “Itu adalah obat yang sangat baik dan Allah adalah dokter paling hebat yang dapat Anda temukan untuk merawat Anda. Jika Anda berhasil menemukan-Nya, Ia akan banyak membantu Anda,” katanya.

Islam dan Media

Matthieu mengatakan, orang Perancis pada umumnya sering percaya dengan yang dikatakan media tentang Islam. Bahwa Muslim adalah teroris, lalu poligami dan wanita adalah sekunder, dan yang lainnya.

“Jadi orang Prancis hanya percaya apa yang mereka dengar karena mereka tidak mencoba menemukan kebenaran sendiri. Mereka tidak mencoba membuka buku dan mereka hanya percaya apa yang mereka dengar,” ungkapnya.

“Untungnya, orang-orang di sekitar saya mulai memahami bahwa Islam tidak seburuk yang mereka percayai, karena mereka tahu cara saya berperilaku dengan mereka dan cara saya menjadi kenyataan sebagai murid yang baik, dan bahwa Islam tidak seburuk yang mereka dulu percaya,” paparnya.

Matthieu pun berpesan agar orang-orang yang ingin mengetahui Islam untuk belajar langsung. “Buka saja bukunya. Tidak sulit untuk membaca dan belajar. Anda pergi ke Internet atau youtube atau sesuatu dan Anda menemukan sesuatu tentang Islam dan in-sha-'Allah (Insya Allah) itu akan membantu Anda,” pesannya. (njs/aboutislam/foto:ilustrasimualaf)


Back to Top