#KabarHaji

Begini Kronologis Wafatnya Jemaah Haji Indonesia Saat Sujud Shalat Ashar di Masjid Nabawi

gomuslim.co.id- Satu jemaah haji asal Indonesia dikabarkan meninggal dunia di Madinah. Dia adalah Sukardi Ratmo Dihardjo, 59 tahun. Jemaah haji asal Cakung, Jakarta Timur itu wafat dalam keadaan sujud saat menunaikan ibadah shalat Ashar di Masjid Nabawi.

Bambang Ismanto, rekan satu kloter yang shalat satu shaf dengan Sukardi mengatakan, pada saat shalat ashar, rakaat pertama dan kedua berjalan lancar. Tapi, setelah sujud kedua pada rakaat ketiga, Bambang melihat Sukardi tak kunjung bangun. ”Jamaah lain sudah berdiri, dia masih saja sujud,” ujarnya.

Tak lama kemudian Bambang mendengar suara seperti orang mendengkur. Semula, dia mengira suara itu berasal dari anak kecil di sebelahnya. Bambang baru tersadar setelah melihat Sukardi tiba-tiba lunglai dan rebah telentang. ”Di samping kanan saya anak kecil. Entah siapa,” katanya.

Beberapa jamaah lantas memutuskan mengakhiri salat untuk menolong Sukardi. ”Ternyata, beliau sudah wafat. Subhanallah, meninggalnya bagus banget, dia disamping saya sama-sama salat berjamaah, saat dalam keadaan sujud kedua,” kisahnya.  

Sukardi sempat mendapat pertolongan pertama. Dia dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi Al Anshori. Tapi, apa daya. Sukardi dinyatakan meninggal dunia. Sukardi berangkat ke Tanah Suci dengan nomor paspor B 9194625 dari kloter JKG 01.

Direktur IGD Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Muhammad Yanuar, mengatakan, kepastian kematian Sukardi didapatkan melalui Certificate of Death (CoD) yang terbit pada Rabu (18/7) pukul 23.00 waktu setempat. “Karena cardiac arrest," ujar Yanuar.

Yanuar mengatakan, pihak PPIH tak mengetahui penyebab pasti kematian Sukardi. Sebab, berdasarkan pengecekan buku kesehatan milik Sukardi, ia tidak tercatat memiliki riwayat jantung.

Kendati demikian, yang bersangkutan tercatat menderita darah tinggi alias hipertensi. “Ia boleh berangkat tahun ini karena didampingi istrinya. Yang kita lihat dari buku kesehatannya, dia itu ada hipertensi. Itu saja," ujar dia.

Sang istri, Sugiarti tidak pernah menyangka kalau hari itu adalah terakhir pertemuan dengan suaminya. Ia harus berpisah dan kehilangan suami tercintanya untuk selama-lamanya.

Firasat Sang Istri

Suasana kepanikan menyelimuti ruang kamar di Hotel Elaf Nafheel, ketika itu Sugiharti tak henti hentinya menghubungi suaminya. Ia pun gelisah. Ia terus mencari tahu keberadaan suaminya, Sukardi Ratmo Dihardjo, 59 tahun. Dia memanggilnya Mas Kardi.

Dari kamar hotel suasanya hatinya berkecamuk. Sugiarti bingung. Ada firasat yang dirasakannya. Jawaban atas firasat buruknya datang. Ada seorang pria yang mendatangi ke kamarnya. Pria itu utusan Ketua Rombongan Kloter JKG 01. "Pak ustaz mau ngomong," kata sang pria.

Perasaan Sugiarti pun makin tidak karuan, ia pun segera bertemu Pak Ustaz. Ritme jantungnya naik. Suasana berubah haru. "Kata Pak Ustaz, 'bapak sudah tidak ada' (meninggal dunia), " ujar Sugiarti

Siang itu, Sugiarti yang mengenakan jilbab merah jambu memutar ingatan. 24 jam sebelumnya. Usai pulang dari Raudhah. Tempat yang dijanjikan Rasulullah. Sukardi mengajaknya sholat Dzuhur.

Sementara itu, di mata putri sulungnya Desy Ika Setyawati, Sukardi merupakan sosok yang sangat rajin beribadah. "Ayah itu rajin, salat duha terus salat tahajud," ungkapnya.

Ibadah haji sendiri, kata Desy, sudah menjadi keinginannya dan mendaftar pada tahun 2011. Ia menyebutkan, sang ayah yang menderita penyakit jantung sempat tidak diizinkan berangkat haji. Namun RS Islam akhirnya mengizinkan sang ayah untuk berangkat ke Tanah Suci. (njs/okezone/hargo/dbs)

 


Back to Top