Beredar Air Zamzam Palsu, Travel Haji Umrah Imbau Jemaah Selektif Pilih Toko Oleh-Oleh Haji

gomuslim.co.id- Setelah marak produksi air zamzam palsu, biro perjalanan haji dan umroh menyarankan kepada agar lebih waspada dalam memilih toko oleh-oleh.

Direktur PT Aril Buana Wisata (Ananta Tour), Ariani Arifuddin menyampaikan keberadaan air zamzam palsu disinyalir karena jatah per jemaah dibatasi dari Arab Saudi. Mereka kemudian mencari air zamzam lain di toko oleh-oleh haji Tanah Air.

Pihaknya memastikan setiap air zamzam yang dibawa jemaah haji atau umroh dari Arab Saudi melalui biro travel selalu asli. Ariani yakin biro travel juga tidak akan memberikan air zamzam palsu pada jemaah.

"Setiap travel itu selama ini bawa dari Saudi, artinya tidak ada yang kita berikan ke jemaah yang kita beli di luar Saudi. Setiap keberangkatan air zamzam dari Saudi dipulangkan ke Tanah Air bersama dengan jemaah," tutur Ariani.

Sementara itu, Air zamzam di Saudi diurus oleh travel dan dibawa bersama jemaah pulang ke Indonesia. Setiap orang mendapat jatah lima liter sebagai oleh-oleh atau hadiah dan diberikan di bandara Indonesia.

“Tapi jatah itu tidak cukup, sehingga keluarga jemaah biasanya membeli lagi di toko-toko haji tanah air. Kami tidak bisa pastikan air zamzam yang diperoleh di Tanah Air asli,” tandasnya.

Menurut kabar yang diterimanya, memang banyak yang menjual air zam-zam oplosan atau palsu di tanah air. Ariani selalu mengimbau agar jemaah membawa langsung dari Arab Saudi atau memilih toko tepercaya.

"Kalau (air zamzam palsu) dari travelnya saya rasa tidak, itu pure memang dari penjual. Tidak ada hubungannya dengan travel, karena kalau travel tidak mungkin, kita ini bisnis ibadah jadi nggak menipu jemaah," ujar Ariani.

Meski dilarang, ia mengakui banyak bisnis terkait haji dan umroh disalah gunakan karena pasarnya besar.

“Aada saja oknum yang ingin memanfaatkan pasar. Maka dari itu, jemaah untuk selalu ekstra hati-hati. Mulai dari memilih biro perjalanan tepercaya hingga kini memilih toko oleh-oleh tepercaya,” pungkasnya. (nat/dbs/foto:caramudahkebaitullah)

 


Back to Top