Mengintip Sudut Pandang Ilmiah Tentang Keajaiban di Seputaran Kakbah

Bagaimana memaknai kejadian-kejadian yang konon disebut misteri di seputaran Kakbah itu? Sebuah buku ditulis secara ilmiah oleh sarjana teknik nuklir Agus Mustofa, Pusaran Energi Kakbah (Padma Press, 2003), dapat mengungkap salah satu sisi keluarbiasaan tersebut. Menurut Agus Mustofa, berbagai kejadian aneh yang terjadi selama orang menjalani ibadah di tanah suci itu sebetulnya dapat dinalar dengan logika, bukan mistis karena Allah sudah ciptakan dalam keadaan demikian.

Ada empat faktor yang membuat Kakbah demikian fenomenal di muka bumi.


1. Faktor Nabi Ibrahim

Setelah hancur ditera banjir, Nabi Ibrahim diperintah Allah untuk meninggikan pondasi Kakbah. Nabi Ibrahim adalah manusia yang memiliki energi positif sangat besar, yang kemudian meresonansi karya-karyannya, kemudian juga berhati lembut dan hati lembut memancarkan cahaya dan aura positif, maka semakin lembut dan ikhlas seseorang maka semakin tinggi pula aura energi positif yang ditimbulkanya sehingga dapat mempengaruhi lingkungan. Pengaruh itu terus bekerja sampai hari ini.

 

2. Faktor Hajar Aswad

 Banyak penelitan ilmiah tentang Hajar Aswad yang ditempatkan pada sebuah sudut di salah satu pojok bangunan Kakbah. Ada yang menduga batu tesebut adalah sisa batu meteor yang memiliki kadar logam yang sangat tinggi dan sangat bagus, namun riwayat yang diyakini kebenarannya menyebut batu itu dari surga.

Hajar Aswad mempunyai memiliki tingkat konduksi sangat tinggi tersebut menjadi besar peranannya dalam memasok energi di sektiarnya. Hajar Aswat sebagai pintu keluar masuknya energi karena memiliki daya hantar elektromagnetik yang sangat tinggi.

 
3. Faktor Orang bertawaf

 Faktor penyebab besarnya gelombang Elektromagnet Kakbah juga dipengaruhi aktifitas jutaan manusia yang bertawaf, apa hubungannya. Setiap perbuatan manusia selalu menghasilkan gelombang electromagnet baik berkata-kata, berfikir apalagi sedang melakukan aktitas. Hal ini karena tubuh kita terdiri dari bio electron yng selalu berputar pada orbitnya di setiap atom penyusun tubuh kita. Di sisi lain ternyata jutaan orang yang bertawaf mengelilingi Kakbah menghasilkan energi yang besar. Darimana asalnya? Dalam ilmu Fisika kita mengenal suatu kaidah yang disebut kaida tangan kanan.  Kaidah tangan kanan
“Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak belawanan dengan jaru jam maka dikonduktor tersebut akan muncul gelombang electromagnetis yang mengarah ke atas “


4. Faktor Kakbah

Karena orang Sholat diseluruh dunia memancarkan energi positif apalagi semua berkiblat kepada Kakbah, jadi dapat anda bayangkan energi positif yang terpusat di Kakbah, dan juga menjadi pusat gerakan Sholat sepanjang waktu karena kita tahu sholat kita mengikuti pergerakan matahari , itua artinya setiap waktu sesuai gerakan matahari selalu ada orang yang sedang sholat.


Jika sekarang kita Sholat Dhuhur demikian pula wilayah yang lebih barat akan memasuki waktu dhuhur dan seterusnya, atau dalam waktu yang bersamaan orang Indonesia sholat Dhuhur orang yang lebih timur melakukan Sholat Asyar demikian seterusnya.

Jadi dari situlah rahasia mengapa apabila kita berdoa di Multazam sangat Mustajabah ini dikarenakan energi dari doa kita menumpang gelombang electromagnet yang keluar dari Kakbah hal ini mirip pada yang terjadi pancaran radio.


Kekuatan Doa kita menjadi berlipat-lipat kali karena terbantu oleh power yang sedemikian besar dari Kakbah, karena pengaruh dari power yang begitu besar itulah maka berdoa di multazam sangat Mustajabah. Oleh karena itu jangan sembrono melakukan perbuatan-perbuatan di Mekkah, karena respon atas perbuatan kita itu demikian sepontan, hal ini banyak dibuktikan oleh orang orang yang menunaikan ibadah haji.


Komentar

Tulis Komentar


Back to Top