Ramadhan Istimewa, Apa Sebabnya?

Ramadhan memang istimewa dengan pesta diskon dan doorprize pahala berlimpah-limpah. Amalan sunnah naik derajat bernilai pahala wajib, amal baik berlipatganda nilainya, dibuka pintu maaf seluas-luasnya, dicurahkan rahmat dan dijauhkan dari neraka. Di Indonesia berbagai cara dilakukan menyambut bulan suci, dari meugang, malamang, nyadran dan lainnya. Mengapa Ramadhan demikian istimewa?

Jika ditelusuri secara mendalam baik dari sisi teks dan konteks, tidak sedikit yang melakukan kajian tentang istimewanya bulan ini. Pertama, bahwa benar bahwa tidak ada nama bulan yang disebutkan dalam Alquran kecuali bulan Ramadhan.

Demikian istimewanya, hingga enam bulan sebelum Ramadhan, para sahabat Nabi sudah menanti dan mempersiapkan diri untuk menyongsong bulan suci ini. Rasulullah SAW  sendiri dua bulan sebelum Ramadhan, yaitu pada bulan Rajab sering berdoa, "Ya Allah, berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan antarkan kami sampai bulan Ramadhan." (HR al-Bazzar, Ibnu Sunny, al-Baihaqi, dan lainnya.)

Rasulullah juga selalu mengingatkan dengan tausiyah sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah ra. "Telah datang kepada kamu sekalian bulan penuh keberkahan, Allah mewajibkan puasa di dalamnya, pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan para petinggi setan dibelenggu. Allah memiliki di dalam Ramadhan suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikan malam itu, sungguh ia sangat merugi." (HR An-Nasa'i).

Kedua, Ramadhan istimewa juga karena di dalamnya ada ritual puasa yang secara khusus diapresiasi langsung oleh Allah SWT. “Setiap amalan anak cucu Adam dilipatgandakan. Satu kebajikan dilipatgandakan 10 kali sampai 700 kali lipat, kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya. (HR Muslim).

Pada bulan ini yang berpuasa dengan dua syarat, yaitu karena ‘iman’ dan ‘berharap’ kepada Allah saja, maka akan mendapatkan keistimewaan Ramadhan yang sesungguhnya. Puasa Ramadhan bukan untuk selain dua hal tersebut, ada pun selain dua hal tersebut adalah manfaat lain yang melekat.

Ketiga, pada bulan ini diturunkan Alquran, " Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Alqran , pedoman bagi umat manusia , dan bukti yang jelas tentang bimbingan dan pembeda ( antara yang benar dan salah.”  ( Surat - ul Baqarah , 185 ).  Kita dianjurkan untuk membaca dengan rajin. Tiada amalan pada bulan Ramadhan yang lebih baik setelah amalan puasa dari tilawah Alquran (membaca Alquran). Alquran sendiri adalah mukjizat paling istimewa bagi Nabi dan diturunkan pada bulan sitimewa, sehingga semakin menambah keistimewaan bulan Ramadhan.

Keempat, pada bulan Ramadhan terdapat malam al-Qadar atau malam seribu bulan. Penyataan ini tertuang dalam Alquran Surat al-Qadar; 1-5, sehingg tidak diragukan lagi kedatangnya, yang tidak pernah diberitahukan secara definitif agar selama Ramadhan umat Islam bersigap mendapatkan malam seribu bulan ini. Namun dalam hanyak hadis dikabarkan ciri-ciri dan umumnya turun pada 10 hari terakhir Ramadhan, terutama pada malam ke-27. Bagi yang beribadah di malam itu keutamaannya lebih baik dari berjuang di jalan Allah selama 1000 bulan. Semalam setara seribu bulan karena pada malam itu turun para malaikat dan ruh dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar atau kira-kira 10 jam di sekitar khatulistiwa tahun ini. Semalam setara seribu bulan, artinya 1 malam = 1000 bulan = 30.000 malam = 300.000 jam = 18.000.000 menit = 1.080.000.000 detik, atau 1 malam = 83 tahun 4 bulan. Disebabkan keistimewaan ini, meski umur umat Nabi Muhammad pendek, tetapi amalannya melebihi umat Nabi sebelumnya, misalnya Nabi Nuh yang disebut dalam Alquran berukur 950 tahun, Luqman bin Ka’ab 400 tahun; ‘Abdulmasih bin Baqlah Al-Ghasani lebih dari 350 tahun;

Dan masih banyak lagi keistimewaan bulan Ramadhan baik yang tersebut dalam Alquran maupun dalam hadis. " Ramadhan adalah penghulu dari seluruh bulan. Dalam hal kehormatan , Dzulhijjah adalah yang besar keutamaannya.” “Ramadhan adalah bulan milik Umat. Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya ummatku.” “Ketika malam pertama  Ramadhan  datang, pintu-pintu langit dibuka, dan tidak ada pintu-pintu tersebut yang  ditutup sampai malam terakhir Ramadhan.”  HR Baihaqi.

Ramadhan adalah seperti " hati " dalam tubuh di antara bulan-bulan.

Ramadhan adalah seperti " para nabi " di antara manusia biasa .

Ramadhan adalah seperti " Haram al - Sharif " di antara kota-kota .

Ramadhan adalah " perantara " bagi mereka yang berpuasa. 

Demikianlah Ramadhan menjadi penting dan istimewa karena Allah meletakkan keistimewaan itu. Beruntunglah yang bertemu Ramadhan dari tahun ke tahun lalu mengisinya dengan berbagai hal yang diperintah dan dianjurkan. Welcome Ramadhan, marhaban! (mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top