Hari Guru Nasional

Belajar dari Profesi Guru, Sebarkan Manfaat untuk Umat

gomuslim.co.id- Setiap tanggal 25 November, Indonesia memperingati sebuah hari untuk sebuah profesi yang identik dengan sekolah. Ya, Hari Guru Nasional. Hari ini diperingati bersamaan dengan  hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sejatinya, Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, tapi peringatan hari ini dirayakan dalam bentuk upacara di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Pada peringatan Hari Guru Nasional ini, agaknya kita bisa kembali mengingat betapa banyak sekali ilmu dan pengalaman yang guru berikan kepada kita mulai dari sekolah dasar bahkan taman kanak-kanak, sampai sudah berada di posisi seperti sekarang.

Dalam banyak reuni sekolah, bahkan mengingat kejadian atau pesan dari para guru menjadi acara rutin. Hal ini membuktikan bahwa banyak dari kita yang benar-benar menjadikan nasihat atau wejangan dari guru seperti tameng utama dalam menjalani hidup. Ada juga seorang kawan yang mengaku dapat banyak pelajaran saat dulu dihukum oleh guru.

Karena itu, profesi guru memang istimewa. Lewat mereka, kita diberi ilmu dan pengalaman tentang banyak hal. Guru juga menjadi penentu serapan ilmu dan pemahaman yang baik. Karena guru adalah orang tua kita kedua setelah ayah dan ibu di rumah, serta sekolah  adalah rumah kedua kita. Karena itu, guru dan pendidikan tak bisa terlepas dari diri kita.

Guru dalam pandangan Islam

Dalam Islam, profesi guru juga begitu istimewa. Sebagaimana Allah SWT berfirman, Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, (QS. Al-Mujadalah: 11).

Ayat ini menjadi pengingat dan pedoman kita bahwa bagaimana pun Islam begitu menjunjung pendidikan. Bahkan, Allah akan menaikkan derajat orang-orang yang berilmu.  

Lebih lanjut, guru adalah orang yang berilmu dan  orang yang berilmu itu memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Jadi, memiliki ilmunya saja ia sudah memiliki kedudukan yang tinggi, apalagi yang dilakukan oleh guru, yakni mengamalkannya. Itu akan lebih meninggikan kembali posisinya dalam Islam.

Guru yang lebih awal belajar tentang suatu ilmu kembali mnegajarkannya kepada kita murid-muridnya. Hal ini yang membuat ilmu pengetahuan terus berkembang tiada henti. Karena ada keberkahan ilmu di dalam proses belajar mengajar itu, maka bagi guru dan murid pahala menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu sampai kepada mereka.

Lewat profesi guru, kita juga bisa belajar tentang makna menyebarkan kebaikan. Sama seperti guru, kita juga bisa menyebarkan kebaikan. Tak selalu tentang ilmu saja, menyebarkan kebaikan juga bisa kita lakukan lewat profesi kita masing-masing. Sebagai jurnalis atau penulis bisa menuai kebaikan lewat tulisan, profesi penyanyi menyebarkan kebaikan lewat musik dan lirik lagu, atau bahkan kita sebagai saudara sebangsa setanah air bisa menyebarkan kebaikan lewat banyak hal, minimal dengan tidak menebar kebencian. Karena, hal kecil seperti tersenyum kepada orang yang kita temui di jalan saja bisa bernilai ibadah, bukan? (Hadist Rasul Muhammad SAW.)

Guru itu siapa saja

Tapi, di sisi lain, menurut saya guru tak melulu soal profesi. Guru bagi saya adalah siapa saja. Baik itu teman satu kantor, tukang  ojek online, bahkan mba-mba kasir mini market. Menurut saya, guru adalah siapa saja yang memberikan pelajaran untuk saya.

Karena itu, pelajaran saat ini tidak hanya soal matematika dan fisika. Tapi pelajaran juga tentang menghargai  pendapat orang lain, bergandengan dengan perbedaan, kejujuran, tidak lupa berterima kasih, dan tidak malu untuk meminta maaf, jika salah. Pelajaran-pelajaran soal hidup ini yang bahkan kita sendiri yang harus aktif mencari ilmunya. Karena belajarnya bukan dalam kelas di sebuah sekolah, tapi di mana saja dan kapan saja yang gurunya juga siapa saja.

Berkat pelajaran di luar sekolah tersebut, semoga saja di luar sana masih banyak guru-guru yang tak hanya mengajarkan soal pelajaran angka dan bahasa. Karena sekarang kita juga butuh sosok guru yang mengajarkan tentang integritas, tentang budi pekerti, dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Agar kelak, bangsa ini diisi oleh anak muda dan orang dewasa yang tak hanya pandai bicara, tapi juga bekerja pakai hati dan melibatkan budi pekerti.

Terakhir, dalam kesempatan berbahagia ini, mari kita kirim doa terbaik untuk semua guru kita dan siapa saja yang pernah memberi kita pelajaran. Semoga mereka yang sudah lebih dulu menghadap Allah SWT mendapatkan tempat terbaik bersama-Nya dan untuk para guru yang masih bersama kita di dunia, semoga Allah senantiasa beri mereka kesehatan, kelapangan rezeki, dan hidup bahagia.

Sebagaimana profesi guru yang menyebarkan kebaikan lewat ilmu pengetahuan, semoga Allah juga memberikan kita kemudahan dan kesempatan untuk terus berkarya dan bermanfaat. Aamiin. Alfatihah...

Wallahu A’lam Bishowab

 

“Salah satu hal penting tentang berjuang dan belajar adalah mencintai prosesnya. Maka, hadapi!”

Selamat belajar dan selamat Hari Guru Nasional!

Fauziah Muslimah, seorang murid.

 

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top