Hari Menanam Pohon Nasional

Pentingnya Menjaga Lingkungan bagi Umat Islam

Menghirup oksigennya, Memakan buahnya, Berteduh di bawah naungan daunnya. Sudahkah kita menanam pohon?

gomuslim.co.id- Ini hanyalah sepenggal pertanyaan sederhana yang menyadarkan kita sebagai manusia makhluk penghuni bumi agar memaknai arti “take and give to earth.”
 
Tanggal 28 November diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Nasional, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, hal ini dilatar belakangi oleh perubahan iklim secara global yang dampaknya adalah terganggunya sistem tata air DAS, dan ancaman terjadinya bencana alam (banjir, tanah longsor dan kekeringan) serta ketergangguan ketahanan pangan nasional.
 
Hutan tropis Indonesia adalah rumah dan tempat persembunyian terakhir bagi keanekaragaman hayati dunia. Keanekaragaman hayati yang terkandung di hutan Indonesia meliputi 12 persen spesies mamalia dunia, 7,3 persen spesies reptil dan amfibi, serta 17 persen spesies burung dari seluruh dunia. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Berdasarkan data FAO tahun 2010 hutan dunia Indonesia secara total menyimpan 289 gigaton karbon dan memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan iklim dunia.
 
Namun, berdasarkan catatan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, sedikitnya 1,1 juta hektar atau 2% dari hutan Indonesia menyusut tiap tahunnya. Data kementrian Kehutanan menyebutkan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia 4,2 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang.
Kerusakan atau ancaman yang paling besar terhadap hutan alam di Indonesia adalah penebangan liar, alih fungsi hutan. Kerusakan hutan yang semakin parah menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan di sekitarnya.
 
Hal ini yang menjadi perhatian pemerintah, penggiat lingkungan maupun komunitas lingkungan. Salah satu komunitas yang berperan serta dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati pohon mangrove adalah komunitas KeMANGTEER JAKARTA (KeSEMAT Mangrove Vomunteer). Mereka adalah komunitas yang memfokuskan diri pada penanaman, rehabilitasi dan edukasi mengenai mangrove (bakau) di wilayah DKI Jakarta.
 
Dengan dilatar belakangi oleh keprihatinan akan kondisi hutan mangrove Jakarta yang semakin berkurang dan rusak, komunitas ini bersama para relawannya membawa misi melestarikan dan memperluas hutan mangrove di DKI Jakarta.
 
Mengapa Mangrove Penting?
 
Sekitar 3 juta hektar hutan mangrove tumbuh di sepanjang 95.000 kilometer pesisir Indonesia. Jumlah ini mewakili 25% dari keseluruhan ekosistem mangrove dunia. Hutan mangrove ditemukan di banyak wilayah Indonesia dan ekosistem mangrove regional penting ada di Papua, Kalimantan dan Sumatera (FAO, 2007).
 
Permukaan bawah ekosistem mangrove Indonesia menimpan sejumlah besar karbon, sejumlah 78% karbon disimpan di dalam tanah, 20% karbon disimpan di pohon hidup, akar atau biomasa, dan 2% disimpan di pohon mati atau tumbang.
 
Mangrove memiliki peran sebagai penyangga spektrum luas ekosistem pesisir, termasuk gugus karang, padang lamun, hamparan lumpur dan pasir.
Hutan mangrove membantu mengurangi dampak terjangan badai, gelombang besar atau tsunami, dan tiupan angin dari siklon tropis. Akar mangrove mengurangi energi gelombang saat masuk ke dalam hutan mengrove, istilah ini dikenal dengan sabuk hijau pesisir atau green belt.
 
Keadaan Mangrove Indonesia Saat Ini
 
Namun sangat disayangkan dalam tiga dekade terakhir, Indonesia kehilangan 40% mangrove, artinya Indonesia memiliki kecepatan kerusakan mangrove terbesar di dunia. Penyebab utama hilangnya hutan mangrove di Indonesia termasuk akibat konversi tambak udang yang dikenal sebagai “Revolusi Biru” (Sumatera, Sulawesi dan Jawa Timur), penebangan dan konversi lahan untuk pertanian atau tambak garam (Jawa dan Sulawesi) serta degradasi akibat tumpah minyak dan polusi di Kalimantan Timur.
 
Pentingnya Menjaga Lingkungan Bagi Umat Muslim
 
Di dalam Alquran sudah dijelaskan bahwa wajib hukumnya untuk peduli dan menjaga lingkungan, dalam hal ini melestarikan dan menanam pohon untuk keberlangsungan hidup manusia.
 
Surah Al A’raf (7) Ayat 56-58 dijelaskan mengenai “Anjuran untuk Peduli Terhadap Lingkungan”
Yang artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaiki dan berdoalah kepadanya rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan), sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angina sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu . maka kami keluarkan denan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”
 
Oleh karenanya, marilah sadarkan diri akan pentingnya kontribusi pada lingkungan sekitar, dimulai dengan hal yang sederhana yakni menanam pohon di lingkungan tempat tinggal, hutan dan pesisir Indonesia. Ketahuilah bahwa di balik kehidupan nyaman manusia ada jutaan pohon yang turut andil menyelamatkan manusia dengan memberikan oksigen, buah dan kesejukan udaranya.
 
Marilah kita bersyukur dan mulai berbuat untuk kebaikan alam, karena bumi akan diwariskan kepada anak cucu kita kelak.
 
“Ketika Pohon terakhir sudah ditebang, maka manusia baru menyadari bahwa uang tidak bisa dimakan.” 
Selamat Hari Menanam Pohon Nasional
 
-Nathasi Fadhlin, Aktivis Kemangteer Jakarta. 
 
 
 

Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top