Hari Pendidikan Nasional

Islam dan Hari Pendidikan Nasional

gomuslim.co.id- Tanggal 2 Mei bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut dijadikan sebagai hari lahirnya Pendidikan Nasional atau yang kita sebut Hardiknas, di mana diambil dari lahirnya salah satu tokoh perjuangan pendidikan di Indonesia, yakni Bapak Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah tokoh yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia.

Momentum peringatan Hardiknas, sejatinya menjadi salah satu kesempatan untuk meningkatkan perhatian kita terhadap pendidikan. Hari ini, seluruh komponen bangsa-baik yang terjun langsung dalam dunia pendidikan maupun tidak, lalu menatap masa depan dengan penuh keyakinan dan komitmen yang jelas, sesuai dengan peran dan kemampuan masing-masing.

Saat ini, potret generasi Indonesia saat ini sungguh mengenaskan. Meskipuu Indonesia sudah memasuki hari Pendidikan Nasional untuk yang ke-109 kalinya, namun kualitas generasi bangsa ini justrrtu semakin terpuruk. Fakta maraknya tawuran antar pelajar dan demonstrasi para mahasisw yang didominasi oleh tindak kekerasan, kecurangan saat UN, dan rendahnya akhlak generasi yang ditunjukkan dengan maraknya seks bebas tidak bisa kita pungkiri.

Melihat fakta rusaknya generasi saat ini, tidak salah jika banyak pihak yang mengandalkan sektor pendidikan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Alasannya adalah karena pendidikan yang mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat ini dan pendidikan merupakan pilar peradaban tempat lahirnya generasi berkualitas.


Kita tahu bahwa suatu sistem pendidikan sangat dipengaruhi oleh warna kebijakan dan perangkat sistem sebuah negara. Sistem pendidikan tidak akan pernah lepas dari aturan perundang-undangan yang lahir dari sistem politik, serta kualitasnya tidak akan pernah terlepas dari kemampuan pembiayaan pendidikan yang ditentukan oleh negara tersebut. Dengan kata lain sistem pendidikan tidak akan pernah bisa lepas dari sistem politik dan ekonomi dari sebuah negara.

 
Potret pendidikan di Indonesia saat ini tentunya tidak jauh berbeda dengan sistem politik ekonomi yang diterapkan. Pandangan politik ekonomi negeri ini yang neoliberal membuat sikap pemerintah mau tidak mau harus mengikuti arus global dan sistem pendidikan nasional yang miskin visi dan hanya mampu mengarahkan penciptaan kapasitas peserta didik untuk memenuhi kebutuhan pasar atau industri. Sehingga kita tidak bisa menutup mata jika hari ini kita lihat potret generasi yang dihasilkan oleh sistem pendidikan yang berada di naungan sistem ekonomi kapitalis yang sangat jauh dari kata cemerlang.

 Lalu pertanyaannya bagaimana cara memperbaiki kualitas generasi bangsa ini?

Indonesia memiliki berbagai potensi yang seharusnya mampu membentuj sistem pendidikan unik yang mampu melahirkan generasi cemerlang. Indonesia memiliki visi politik ekonomi berbeda, namun mampu melahirkan generasi cemerlang yang tidak hanya memiliki keahlian saja tetapi juga memiliki kepribadian istimewa yang mampu menunjukkan nilai-nilai kebenaran.

 

Karena itu, momen di hari pendidikan nasional ini mari kita tanamkan pemikiran-pemikiran yang menyeluruh. Diantaranya upaya memperbaiki dari segi aspek ekonomi, sosial, pendidikan, politik dan lain-lain. Pemikiran tersebut harus dilandai dari Aqidah Islam sebagai keyakinan dan pemecah setiap masalah kehidupan.

Untuk mewujudkan kebangkitan pertama yang mesti kita lakukan adalah melakukan perubahan secara aktif, Indonesia sebagai negeri mayoritas umat islam terbesar seharusnya menjadi lakon dari perubahan ini, caranya adalah dengan berdakwah. Dakwah secara individu dan kolektif dilakukan oleh setiap individu yang telah baligh. Dakwah yang mengajak kepada perubahan yang hakiki yakni melanjutkan kembali kehidupan islam. Kedua, perubahan diawali dengan apa yang ada dalam diri umat yakni pemikiran, perasaan dan sistem (aturan).

Agar Indonesia mampu bangkit, agenda mendesak yang harus dilakukan adalah mensosialisasikan Islam secara masif, sehingga tumbuh kesadaran di tengah-tengah umat bahwa Islam-lah satu-satunya solusi yang shahih bagi semua problematika yang ada. Tanpa Islam bangsa ini akan makin tepuruk dan tidak akan pernah bangkit dan maju sampai kapanpun.

Sudah saatnya pendidikan kita bangkit, hanya dengan Islam Negeri yang kita cintai ini akan sejahtera, pendidikan akan merata ke semua warga negara Indonesia baik muslim maupun non muslim tidak hanya pada kalangan atau orang yang mampu saja sedangkan yang miskin dilarang cerdas karena biaya pendidikan yang mahal, perekonomian akan mampu mensejahterakan rakyat, peradilan akan jalan sesuai dengan aturan Allah SWT tidak berat sebelah dalam artian ibarat pisau tajam ke bawah tumpul ke atas seperti yang terjadi saat ini (orang yang tidak mampu di adili sampai tuntas ketika melakukan tindakan kriminal).

Ya Allah berikan kepada kami kekuatan dan keistiqomahan dalam menegakan agamaMu di muka bumi ini serta senantiasa berikanlah pertolongan kepada kami, sehingga kami dapat menerapkan aturan-Mu dalam semua aspek kehidupan.Tuntunlah kami agar senantiasa mendiidik diri ini menjadi pribadi yang senantiasa berada di Jalan-Mu. Aamiin.  Allahuakbar!

 

Maju terus Pendidikan Indonesia, Selamat Hari Pendidikan Nasional...

 

Oleh:

Shufia el Tsaura

Alumni Institut Pertanian Bogor

Dosen STIE Gotong Royong, Jakarta

 

 


Komentar

  • Achmad Nawawi

    3 Mei 2017

    Tanggapan tulisan

    Kami terkesan dg tulisan ini pd kalimat: "sistem pendidikan tdk akan pernah lepas dari sistem politik ekonomi suatu Negara". Di sisi lain penulis mengusulkan utk membuat perubahan mendasar, yaitu utk menerapkan sistem pendidikan Islam. Ini artinya bhw, kita mesti melepaskan diri dari keterjajahan asing, baik Ekonomi, politik, dan semua sektor kehidupan. Kita mesti menjadi bangsa mandiri. Tanpa perubahan, maka kemajuan pendidikan ibarat pubgguk merindukan Bulan. Kami mengapresiasi tulisan seorang Shufia elTsaura yg berlatar belakang pendidikan S2 peternakan IPB Bogor. Selamat kpd sang penulis.


    Reply






















Tulis Komentar


Back to Top