#HariSumpahPemuda

Bersumpah Jadi Pemuda ‘Jaman Now’ Indonesia yang Terus Berkarya dan Bermanfaat !

gomuslim.co.id-  Tepat hari ini, 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Hari tersebut menjadi salah satu tonggak utama dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yang diprakarsai oleh para pemuda, demi menyatukan dan menegaskan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Adapun, Sumpah Pemuda adalah  keputusan Kongres Pemuda Kedua  yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".

Pemuda, anak muda, atau istilah media sosial saat ini adalah anak jaman now alias anak di zaman sekarang memang menjadi perhatian dalam banyak hal di Indonesia. Pada satu sisi anak muda menjadi inspirasi dengan karya mereka, tapi di sisi lain, anak muda tak jarang membuat para orangtua mengelus dada karena perilaku mereka.

Karena itu, masa muda menjadi waktu-waktu yang rentan, bisa berakibat baik atau buruk. Terkait masa muda tersebut, Baginda Rasulullah SAW. juga banyak memberi nasihat kepada anak muda dalam hadist-hadistnya. Salah satunya adalah ;

Tidak akan bergeser kaki seorang manusia dari sisi Allah pada hari kiamat (nanti), sampai dia ditanya tentang lima (perkara): tentang umurnya, untuk apa dihabiskan? Tentang masa mudanya, untuk apa digunakan? Hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan? Ilmunya, bagaimana dia amalkan ilmunya?  (H.R. Tirmidzy: 2416)

Dari hadist ini, masa muda disebutkan Rasulullah sebagai salah satu perkara yang akan ditanya Allah di hari kiamat nanti tentang masa mudanya, untuk apa digunakan?

Untuk itu, sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memiliki arti yang besar bagi Bangsa Indonesia, dimana saat itu jauh sebelum kemerdekaan pada pemuda dari lintas suku bangsa, agama, ras dan golongan menyatukan kesadaran satu tujuan untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. Sumpah pemuda bagi saya adalah titik refleksi diri sebagai pemuda NUsantara yang menghormati perbedaan dan bersatu untuk tetap bertanah air satu, berbangsa satu dan menjunjung bahasa persatuan INDONESIA. Kita tidak sama, tapi mari kita bekerjasama untuk membangun Indonesia.

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 ini memiliki arti yang besar bagi Bangsa Indonesia, dimana saat itu jauh sebelum kemerdekaan pada pemuda dari lintas suku bangsa, agama, ras dan golongan menyatukan kesadaran satu tujuan untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Selanjutnya, memaknai hari sumpah pemuda bagi muda-mudi muslim bisa menengok kembali sejarah Nabi Muhammad SAW, bagaimana ketika beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu beliau punya peran besar dalam Piagam Madinah, bagaimana beliau menyatukan semangat nasionalisme Madinah. Sejarah Piagam Madinah ini memiliki makna yang sama dengan Sumpah Pemuda.

 Jad, kita, muda-mudi muslim Indonesia memaknai sumpah pemuda ini bisa belajar dari Rasulullah, hidup di negara yang Bhinneka Tunggal Ika namun satu ikatan yang sama Indonesia. Perbedaan inilah yang menjadikan rahmat bagi bangsa kita. Dengan memaknai sumpah pemuda ini kita menjalankan "cinta tanah air yang merupakan bagian dari iman"

Pemuda berdasarkan UU No. 40 Th 2009 yaitu pada rentang usia 16 sampai 30 tahun yang menunjukan usia ini sebagian besar berada di masa kuliah dan aktif berorganisasi. Saat usia ini lah kesempatan terbuka lebar untuk berkontribusi nyata dengan belajar, berkarya dan mengabdi ke masyarakat.

Ketika menjalankan pendidikan sarjana selain menjaga nilai akademik, juga sebaiknya aktif berorganisasi, mengikuti ajang kreativitas akademik dan non akademik, kegiatan riset dan pengabdian masyarakat.

Berbagai kegiatan tersebut saya jalani ketika berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Begitu juga ketika melanjutkan ke sekolah pascasarjana di Institut Pertanian Bogor, kegiatan yang sama saya jalani namun dengan porsi yang berbeda, lebih banyak bersentuh dengan masyarakat dan berbagi ilmu dan pengalaman.

Apalagi, bonus demografi yang dialami oleh Indonesia pada tahun 2020-2035 mengisyaratkan bangsa ini untuk mempersiapkan pada pemuda untuk memiliki perannya. Pemuda saat ini nantinya akan berada pada usia keemasan yang memegang peranan penting sebagai pemimpin dan mempunyai karya terbaiknya.

Di sinilah harapan pemuda saat ini untuk mempersiapkan dan memantaskan diri agar siap berkarya dan bersaing dengan yang lainnya tidak hanya dari bangsa sendiri tapi juga bangsa lainnya. Peningkatan softskills dan hardskills sangat penting agar tak kalah bersaing

Terakhir, semoga momentum Hari Sumpah Pemuda ini bisa menjadi penggerak pada generasi muda sebagai penerus masa depan bangsa, khususnya muda-mudi islam untuk bertoleransi, mengamalkan pancasila dan menjaga NKRI. Islam yang rahmatan lil 'alamin, mengajarkan islam yang damai, yang mampu menghargai segala perbedaan dan kemajemukan bangsa ini. Kita pemuda Indonesia, berbeda namun berani bersatu, NKRI harga mati!

Selamat Hari Sumpah Pemuda !

Mari Terus Berkarya dan Bermanfaat !

 

 

Penulis :

Andi Hakim

Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Teknologi Hasil Perairan

Alumni Delegasi Indonesia dalam ASEAN-Korea Future-Oriented Youth Exchange Program 2016

Pengurus dan Anggota beberapa organisasi kepemudaan, di antaranya ; Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI), Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara (KAKPN), Keluarga Alumni Madrasah Aliyah Negeri 11 Jakarta (ILMI MAN 11) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu. 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top