Kejelasan dan Kepastian

Kunci Sukses Berangkat Umrah

Anda ingin pergi berumrah tapi bingung memilih travel penyelenggara umrah yang kini jumlahnya berjibun? Selayaknya memang Anda tidak boleh secara serampangan memilih travel umrah tertentu, tanpa mengetahui terlebih dulu kinerja atau track record-nya. Bisa-bisa nanti Anda malah telantar di negeri sendiri sebelum menginjakkan kaki di tanah suci.  

Terlebih bagi yang baru pertama hendak melaksanakan umrah, maka diperlukan kejelasan dan kepastian mengenai travel yang nanti membawa jamaah ke Baitullah. Nah, bagi Anda yang berencana pergi umrah, maka jauh-jauh hari lakukan survei, browsing di internet, atau tanya-tanya kepada sanak keluarga yang sudah berpengalaman. Alokasikan waktu sekitar tiga bulan guna memantapkan pilihan, bahwa travel yang Anda pilih sudah tepat dan pas dengan bujet yang tersedia.

Tidak sedikit calon jamaah yang akhirnya memilih travel tertentu lantaran alasan khusus, seperti dekat dengan tempat tinggal atau tempat kerja. Dengan begitu dia akan mudah mendapat dan memperbarui informasi.

“Sebelum mendaftar, saya sudah dengar bagaimana pelayanan dan track record dari si travel. Melihat pengalaman sebagai penyelenggara umrah sudah lebih dari 20 tahun, dan harga paket yang cocok, akhirnya saya bisa berangkat umrah bersama travel ini. Alhamdulilah ibadah umrahnya berjalan lancar. Fasilitas maupun pelayanan yang didapat sesuai dengan yang dijanjikan,” ujar Nuraini, karyawan swasta di Jakarta, baru-baru ini.

Perempuan berkulit sawo matang ini mengaku, sebelumnya ia pernah ditawari paket umrah berbiaya murah oleh sebuah travel, tapi dirinya sanksi. Apa benar paket murah umrah menjamin setiap jamaah berangkat ke tanah suci? Apalagi setelah membandingkan dengan sejumlah travel, harga paket ternyata jauh berbeda. Penasaran, ia ingin mencari tahu lebih jauh soal harga paket umrah murah itu,  tapi kantor travel justru sulit dihubungi. Akhirnya ia lebih memilih travel yang sanggup memberi kepastian berangkat dan pulang lagi ke tanah air.

 

Jangan Terburu

M Nadhor, pemilik Gema Shafa Marwa Tour&Travel, memberi saran para calon jamaah umrah agar jangan terburu-buru mendaftar sebelum mengecek legalitas sekaligus izin travel umrah yang akan digunakan. Aspek ini bisa dilacak di website Kementerian Agama RI dan asosiasi travel umrah, seperti Himpuh, Amphuri, Asphurindo, dan Kesturi. Terlebih saat ini ada ratusan bahkan ribuan travel umrah. Di satu jalan saja terkadang bisa ditemukan puluhan kantor travel umrah. Jadi pintar-pintarlah memilih. Manfaatkan internet dan smartphone untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya.   

“Kalau calon jamaah kurang tahu apa saja yang harus diperhatikan ketika mendaftar, lebih baik ia menggunakan travel tempat teman atau kerabatnya pernah berangkat. Dengan begitu ia sekaligus mendapat gambaran fasilitas dan pelayanan apa yang akan diterimanya. Atau jika tidak, gunakan travel yang namanya sudah besar dan dikenal banyak orang,” kata Nadhor di kantornya, Ruko Mutiara Faza, Gedong, Pasar Rebo, JakartaTimur, baru-baru ini

Bagaimana jika sudah telanjur mendaftar? Sebaiknya terus lakukan komunikasi dengan pihak travel meskipun tanggal keberangkatan masih jauh. Selain menambah keakraban juga untuk berkonsultasi bila terjadi sesuatu diluar kehendak Anda.  

Beberapa permasalahan yang kerap dikeluhkan jamaah di antaranya menyangkut fasilitas yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan travel. Nadhor mencontohkan, jarak hotel dari Masjidil Haram hanya 500 meter, ternyata di lapangan jarak yang harus ditempuh melebihi atau bahkan harus naik shuttle bus. Jelas hal ini akan merugikan jamaah umrah. Maka itu, mencari tahu soal nama dan lokasi hotel sangat penting. Gunakan aplikasi Google Map untuk mengecek atau browsing di internet, siapa tahu ada jamaah lain yang sudah pernah menggunakan hotel tersebut ketika umrah. Contoh lain, semula dijanjikan hotel bintang empat, faktanya hanya hotel bintang tiga.

“Agar calon jamaah umrah tidak kecewa, pihak travel seharusnya sudah memberikan pengertian bahwa hotel bintang 4 di Arab Saudi tidak sama dengan hotel bintang empat pada umumnya. Hal ini sering terjadi terutama pada calon jamaah yang belum pernah berangkat. Jadi begitu sampai di sana dia kaget, karena hotelnya kecil. Hal ini dapat mengganggu jalannya ibadah,” ujar Nadhor yang asal Lamongan ini.

 

Pilih Muthawif Berpengalaman

Selain soal akomodasi dan fasilitas penunjang, perlu diperhatikan pula keberadaan pimpinan tur (tour leader-TL) dan pembimbing ibadah (muthawif). Mintalah “jaminan” ke pihak travel, bahwa TL yang menemani perjalanan Anda ke tanah suci cukup berpengalaman. Termasuk pula pandai mengarahkan jamaah ketika harus singgah di bandara transit, jika menggunakan penerbangan tidak langsung ke Arab Saudi.

Begitu pula, pastikan bahwa muthawif yang akan membimbing rangkaian ibadah umrah Anda, adalah menguasai bidangnya. Memahami dengan baik situasi di lapangan dan seluk-beluk ibadah umrah, sehingga perjalanan suci Anda ke Baitullah kian bertambah mantap. Selamat berumrah.

(dns)

 

 

Pastikan Sebelum Memutuskan 

  1. Cek legalitas dan izin travel umrah yang dikeluarkan Kementerian Agama RI. Masa berlaku izin travel umrah adalah 4 tahun dan  dapat diperpanjang lagi untuk durasi waktu yang sama.
  2. Alamat lengkap dan nomor kantor travel. Juga kontak  pribadi pengelola travel yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.  
  3. Pastikan harga paket umrah. Berapa biaya keseluruhan (netto) yang harus dibayar oleh setiap calon jamaah umrah. Bagaimana pula sistem pembayarannya; dibayar langsung lunas atau mengangsur (berapa uang muka/DP dan besar angsuran).
  4. Pengurusan paspor dan buku kuning meningitis, apakah ditanggung pribadi atau sudah termasuk dalam paket yang ditawarkan travel.
  5. Biaya lain yang harus dikeluarkan, seperti biaya mahrom, biaya laundry, komisi/tipping muthawif, dan sebagainya.
  6. Nama maskapai, nomor penerbangan, dan rute perjalanan. Apakah penerbangan langsung ke Arab Saudi (bandara Jeddah atau Madinah) atau singgah dulu di negara ketiga, misal transit di Doha jika memakai maskapai Qatar Airways, Dubai (Emirates), Abu Dhabi (Etihad), Kuala Lumpur (Air Asia), dan Bandar Seri Begawan (Royal Brunei Airlnes).
  7. Nama hotel dan jarak hotel ke masjid (Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekah). Pastikan alamat lengkap hotel, detail lokasi, dan nomor telepon).
  8. Kelengkapan fasilitas penunjang, seperti bus pengantar, jenis menu cattering, dan alat komunikasi jamaah.
  9. Kepastian jadwal kegiatan (Itinerary) umrah dan kemungkinan ada perubahan jadwal. Khusus untuk jadwal city tour perlu disebutkan destinasi dan lama kunjungan.
  10. Untuk pendaftar jamaah usia lanjut (manula), apakah perlu pendampingan dari pihak keluarga atau travel sudah menyediakan tenaga pendamping khusus, dengan konsekuensi pendaftar membayar biaya tambahan. Juga penggunaan kursi roda, apakah harus membawa sendiri atau cukup menyewa di negara tujuan.
  11. Kepastian memperoleh perlengkapan umrah, seperti kopor, kain ihram, dan seragam jamaah. Perlengkapan ini harus diperoleh jauh-jauh hari untuk mempermudah persiapan. 

Komentar

  • yulianti

    15 Maret 2016

    belajar

    yah sebelum cita"nya kesampaian belajar dulu lah..... semoga aja tercapai impianku.... amiiinn.... :)


    Reply






















Tulis Komentar


Back to Top