12 Perkara Penting Buat Jamaah Umrah

Sejak musim umrah tahun 2015-2016 dimulai akhir Oktober lalu hingga berakhir di Ramadhan nanti, ruang tunggu keberangkatan internasional di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dipastikan setiap hari selalu ramai oleh kehadiran ribuan jamaah yang mengenakan seragam khas masing-masing travelnya. Begitu pula dengan keriuhan jamaah dari berbagai negara muslim di loket pemeriksaan paspor di bandara Jeddah sebagai pintu utama kedatangan di Tanah Suci, serta di dua masjid suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi).

Bagi Anda yang baru pertama kali umrah, tenang saja. Jangan tegang. Toh, sekarang Anda sudah bersiap menuju Tanah Suci setelah menuntaskan berbagai urusan dengan biro umrah dan sanak keluarga. Travel Anda mungkin memakai penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah, tapi ada pula melalui bandara transit, seperti via Doha jika naik maskapai Qatar Airways, Abu Dhabi (Etihad), Dubai (Emirates), Kuala Lumpur (AirAsia), atau via Brunai Darrusalam (Royal Brunai).

Dalam perjalanan menuju Jeddah, selama di bandara Tanah Suci, dan sepanjang pelaksanaan ibadah umrah, ikuti saja instruksi dari pimpinan perjalanan (tour leader) dan pembimbing ibadah (muthawif) yang menyertai Anda. Tetap kompak dalam rombongan jamaah. Jangan lupa, selalu berdoa demi kelancaran seluruh aktivitas ibadah umrah.

 

Berikut 12 hal yang perlu diketahui oleh jamaah

khususnya yang baru pertama melaksanakan ibadah umrah

 

  1. Beberapa jam sebelum pesawat mendarat di Jeddah atau Madinah, isilah Kartu Kedatangan (Arrival Card) tentang data diri Anda, termasuk data paspor. Sebaiknya membawa pulpen dan fotocopi paspor sejak dari Tanah Air, sehingga Anda tidak perlu repot harus mengeluarkan paspor asli. Bertanya ke teman di sebelah tempat duduk atau awak kabin (pramugari) jika Anda menemui kesulitan mengisi data. Kartu Kedatangan yang sudah terisi data, silakan diselipkan jadi satu dengan paspor, sehingga mudah ketika diserahkan ke petugas imigrasi di bandara kedatangan di Arab Saudi.
  2. Begitu tiba di ruang kedatangan bandara Arab Saudi, antrelah dengan tertib menuju loket petugas imigrasi Saudi yang akan memeriksa paspor Anda. Siapkan paspor di tangan. Ikuti rombongan jamaah dengan barisan kelompok perempuan dan laki-laki yang dipisah. Bagi jamaah usia lanjut (manula) biasanya diprioritaskan lewat barisan tersendiri. 
  3. Jika rute umrah Anda ke Mekah dulu, ketika nanti bergerak ke Madinah tidak perlu membawa oleh-oleh dan air zamzam dari Mekah. Di Madinah banyak toko oleh-oleh dan pedagang kaki lima. Sedangkan air zamzam tersedia di banyak tempat di Masjid Nabawi, di dekat pilar-pilar masjid, seperti halnya di Masjidil Haram.
  4. Membawa jaket tebal untuk dipakai di Madinah, khususnya waktu berangkat shalat subuh di Masjid Nabawi. Suhu udara kota Nabi Muhammad ini sangat dingin pada dini hari (bulan Desember hingga memasuki awal musim panas sekitar April).
  5. Berada di Madinah dan hotel Anda tidak berdekatan dengan Masjid Nabawi, jika menemukan petunjuk jalan bertuliskan “Al Haram”, maka yang dimaksud adalah Masjid Nabawi. Penduduk Madinah menyebut Nabawi dengan Al Haram, sebagaimana warga Mekah menjuluki Masjidil Haram.
  6. Kompleks Masjidil Haram punya suhu udara yang bervariasi. Bagian basement dan mataf (sekeliling Kabah) terasa hangat sepanjang hari. Di waktu subuh, udara sangat dingin ketika kita ada di bagian paling atas masjid yang beratapkan langit. Makanya bawa pakaian tebal. Bagian tengah dan lantai 1 dingin karena AC dan kipas yang bertiup hampir dari semua arah. Hal yang sama terjadi di tempat sai (bukit Safa-Marwah).
  7. Untuk mendapatkan tempat duduk di Masjidil Haram menjelang shalat lima waktu begitu sulit.  Terlebih ketika proyek perluasan ruang dalam masjid belum sepenuhnya rampung. Pada hari Jumat, jam 8-9 pagi para jamaah dari segala penjuru arah sudah menuju ke masjid. Pada jam 10 pagi biasanya seluruh pintu utama Masjidil Haram sudah ditutup.
  8. Untuk mengamankan sandal Anda, bawalah tas khusus sandal atau tas lipat, yang bisa ditaruh di dekat tempat shalat Anda. Sebaiknya tidak menaruh sandal di rak-rak yang sudah tersedia, jika Anda tidak hafal betul nomor rak dan posisi rak di area mana, Anda nanti akan kesulitan mengambilnya.
  9. Hindari desak-desakan terutama di eskalator kompleks Masjidil Haram. Jika hendak naik ke lantai lebih atas, melipirlah ke sudut belakang, Anda bisa naik via lift khusus untuk jamaah kursi roda. Tapi jangan memaksakan diri, prioritaskan dulu mereka, biasa para perempuan manula.  
  10. Untuk mendapat tempat di Raudhah, Masjid Nabawi, antrelah dengan sabar, karena ini tempat favorit jamaah sehingga mereka rela berdesak-desakan. Sebaiknya Anda tetap dalam posisi antrean dan jangan lengah. Usahakan bertahan dan tidak mendesak orang di depan Anda, kendati ada dorongan orang dari belakang. Bila perlu, berjalanlah sambil membebankan diri ke belakang untuk menetralkan dorongan dari belakang.
  11. Soal bau badan, jangan khawatir. Udara Arab Saudi yang lembab membuat Anda akan terhindar dari bau badan walaupun sedang berkeringat saat thawaf dan sai.
  12. Sebaiknya jagalah wudhu Anda selama mungkin, dan menjadwal buang air kecil. Jarak toilet dari masjid cukup jauh, bisa memakan waktu 15 hingga 30 menit. Hindari ke toilet di antara shalat Magrib dan Isya, karena jalan dan pelataran akan penuh dengan orang yang tidak mau kehilangan tempat shalatnya. Semua toilet ada di basement. Bila penuh, cari toilet lain satu lantai di bawahnya.

(dns)

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top