Hal-hal Penting yang Perlu Dilakukan Saat Hendak Mencium Hajar Aswad

Jakarta, (gomuslim). Mencium Hajar Aswad saat melakukan ibadah haji maupun umrah adalah bagian dari sunah Rasulullah SAW. Selain bagian dari sunnah Rasulullah SAW, dapat mencium Hajar Aswad merupakan suatu karunia yang besar. Karena untuk dapat mendekatinya saja perlu upaya yang maksimal.

Pada hakikatnya, untuk dapat mencium Hajar Aswad itu adalah bagian dari rahmat Allah yang dilimpahkan kepada hamba-Nya. Namun  karena banyak kerumunan jemaah di Masjidil Haram maka perkara ini bukanlah suatu kewajiban mutlak bagi jemaah dan ini sudah menjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama, karena pada dasarnya Agama Islam lebih mengedepankan kemudahan ketimbang kesulitan.

Riwayat yang menyatakan hukum sunah mencium Hajar Aswad adalah sebagaimana yang telah dikatakan Umar r.a., “Sesungguhnya aku menciummu (Hajar Awad) dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Hal-hal berikut ini berhasil dihimpun gomuslim dari berbagai sumber terkait tata cara mencium Hajar Aswad, di antaranya, dari nasihat dan ceramah Drs. KH. Muhammad Maksum Yusuf, pendiri Pondok Modern Arrisalah Ponorogo dan Dr. KH. Lukman Hakim, MA, Pimpinan Majalah Cahaya Sufi. Rinciannya yang berhasil dirangkum adalah sebagai berikut:

  1. Niat, niatkanlah ibadah haji dan umrah anda semata-mata karena Allah bukan yang lainnya. Kemudian berniatlah dalam hati bahwa anda hendak mencium Hajar Aswad karena Allah, bukan untuk menyombongkan diri atau mengikuti hawa nafsu belaka;
  2. Jangan sedikitpun memandang remeh meskipun hanya terlintas dalam benak anda.
  3. Bulatkan keyakinan dan tekad anda kepada Allah bahwa Allah akan membantu anda;
  4. Berdoa saat memasuki Masjidil Haram dengan penuh kerendahan hati dan rasa takut pada Allah;
  5. Berdoalah ketika melihat Kakbah;
  6. Hormatilah Masjidil Haram dengan melakukan thawaf, lalu melakukan shalat sunah thawaf di belakang Maqam Ibrahim;
  7. Perbanyaklah istighfar (memohon ampun pada Allah), karena Masjidil Haram suci dari perbuatan dosa meskipun hanya tersirat;
  8. Setelah shalat sunah dua rakaat sebelum berusaha mencium Hajar Aswad di depan Multazam ucapkan dalam doa anda dengan khusuk, “Ya Allah kami datang memenuhi panggilan-Mu, oleh karenanya perkenankan dan berilah kami kesempatan untuk dapat mencium Hajar Aswad.”
  9. Berusahalah mendekati Hajar Aswad tanpa memotong arus jemaah yang sedang thawaf. Ikutilah arus thawaf sambil mendekati Multazam;
  10. Sebaiknya, anda masuk dari pintu Kakbah atau Multazam sambil berdoa dan beriktikad untuk tidak menyakiti sesama jemaah walaupun jemaah lain berbuat kasar;
  11. Setelah mendekati pintu pintu Kakbah, teruslah merapat ke dindingnya dan berusahalah mendekati kaki asykar (petugas yang menjaga) dan jangan sekali-kali mendekat dari arah depan Hajar Aswad, karena bisa terdorong oleh jemaah yang sudah mencium Hajar Aswad;
  12. Terus perbanyak istighfar atau bertakbir sambil mendekat ke Hajar Aswad, kemudian ketika berada di depan kaki asykar atau di Multazam, bertakbirlah sambil menunggu jamaah di depan kita mencium. Peganglah marmer di kaki polisi atau kiswah di atasnya bila sudah dekat dengan Hajar Aswad agar kita tidak terdorong oleh orang yang ada di depan kita;
  13. Usahakan memiringkan badan saat masuk ke antrean agar dapat memudahkan diri anda saat menuju Hajar Aswad. Posisi badan menghadap Multazam, bahu sebelah kiri digerakkan menuju Hajar Aswad, dan posisi tangan tetap memegang marmer pelindung kaki asykar. Ketika hendak mencium Hajar Aswad, peganglah erat-erat ujung kiswah di dekatnya;
  14. Ketika anda telah dapat mencium Hajar Aswad, ucapkan “Bismillaahi Allaahu Akbar”. Setelah mencium, usaplah sekali Hajar Aswad dengan tangan kanan sambil membaca “Bismillaahi Allaahu Akbar, Allaahumma iimaanan bika wa tashdiiqan bikitaabika wa sunnati nabiyyika” (Dengan nenyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah, dengan iman kepada-Mu dan membenarkan kitab-Mu serta sunnah Nabi-Mu). Jangan terlalu lama mencium Hajar Aswad karena banyak jemaah lainnya yang mengantre, cukup sekali kecup saja;
  15. Kemudian angkatlah kaki kanan di atas syadarwan atau pondasi Kakbah yang miring di bawah Hajar Aswad, setelah anda mencium dan mengusap, agar anda tidak terinjak oleh jemaah lainnya;
  16. Keluar pelan-pelan tanpa menyakiti jemaah yang lain. Kalau tidak sengaja menyakiti katakan ma’a asif atau ‘afwan (maaf) sambil memegang pundaknya. Ketika mau keluar dari lingkaran thawaf, jangan sekali-kali menghambat arus thawaf;
  17. Tidak disunnahkan mencium Hajar Aswad bagi ibu-ibu kecuali bila sepi dari orang-orang thawaf. Hal tersebut karena membahayakan keselamatan mereka;
  18. Setengah jam sebelum adzan, biasanya terlarang bagi ibu-ibu untuk thawaf dan mencium Hajar Aswad. Maka dapat dipergunakan bagi kaum laki-laki untuk lebih leluasa mencium Hajar Aswad;
  19. Perbanyaklah bersyukur kepada Allah ketika anda telah berhasil mencium Hajar Aswad.

Semua ini dapat terwujud hanya karena izin Allah SWT. Wallahu Ta'ala a'lam bish shawab. (FH)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top