Inilah Cara Lepas dari Tersesat Yang Berulang di Masjidil Haram dan Nabawi

Jakarta, (gomuslim). Masjidil Haram saat ini makin megah, besar dan luas sebagai salah satu bangunan yang menakjubkan di dunia. Tidak kurang 140 pintu masuk dan sebagian besar bangunan berciri mirip-mirip. Keadaan seperti inilah yang menyababkan makin banyak kasus jemaah haji dan umrah tersesat.

Di sisi lain, penyebab tersesatnya jemaah haji adalah faktor usia lanjut (udzur) sehingga sulit mengenali dengan cermat atau tidak memperhatikan tanda-tanda sekitar  akibat menyepelekan keadaan. Ada juga yang karena mengalami disorientasi akibat kelelahan selama thawaf dan sa’i. Dalam keadaan demikian, pada musim haji biasanya memang banyak petugas haji Indonesia (PPIH) beberapa diantaranya berasal dari TNI/POLRI. Mereka adalah petugas yang bermarkas di Sektor VII (khusus masjidil haram), tetapi pada saat umrah PPIH belum bertugas, maka perlu tips berikut untuk menghindari tersesat di sekitar Masjidil Haram:

  1. Datang lebih awal dari waktu shalat. Paling tidak, satu jam atau setengah jam sebelum azan berkumandang  agar sempat melakukan orientasi lokasi dan mendapat tempat yang strategis di dalam masjid.
  2. Ke Masjidil Haram sebaiknya beregu atau berombongan. Jangan pergi sendirian terutama bagi jamaah haji usia lanjut atau ibu-ibu. Hal ini bisa memperkecil kejadian tersesat.
  3. Sebelum masuk pintu masjid, baca nama pintu masjid.
  4. Amati sejenak bangunan sekitarnya agar dapat dijadikan patokan saat keluar masjid.
  5. Selain nama pintu, juga tertera nomor. Ingatlah nomor pintu masuk bila perlu catat di buku notes jika pelupa. Jadikan pintu tersebut sebagaai tempat janjian ketemu dengan teman/ istri/ suami jika tersesat.
  6. Setelah masuk pintu masjid, usahakan jalan lurus menuju bangunan kabah, ketika kaki menginjakkan halaman kabah tengoklah kearah atas bangunan masjid, cari tanda yang dapat mencirikan arah masuk sebelum turun ke sekitar Kakbah.
  7. Menentukan ‘meeting point’ sebagai tempat janjian bertemu kembali dengan rombongan usai thawaf  atau tersesat di dalam masjid. Tempat Janjian Ketemu yang paling mudah dikenali di dalam masjid adalah ‘Lampu Hijau’ garis penanda dimulai thawaf.
  8. Untuk di Masjid Nabawi, meeting point yang disarankan adalah ‘Nomor Pintu Pagar’ masuk ke dalam Masjid Nabawi. Jangan pakai nomor pintu masjid karena pintu masuk jemaah haji perempuan dipisah dengan laki-laki.
  9. Untuk Jemaah haji yang berangkat suami istri disarankan menentukan tempat janjian bertemu sebalum kembali ke pondokan. Tidak jarang kasus tersesat dan saling cari mencari ini karena gagal menentukan titik temu.
  10. Ikhtiar dan tawakkal kepada Allah, memantapkan niat dan sikap ikhlas selama di tanah suci. Niat dan sikap ikhlas terbukt engantarkan jemaah mendapatkan kemudahan dan kelancaran selama ibadah.

Jika masih tersesat maka, lakukanlah:

  1. Instrospeksi diri, perbanyak istighfar dan selalu minta perlindungan Allah SWT, karena Allah SWT adalah sebaik-baiknya tempat berlindung. Dan percayalah, Allah pasti menolong kita, dengan cara yang tidak kita sangka-sangka.
  2. Janganlah segan bertanya kepada asykar atau polisi setempat, sebut saja nama pintu dimana masuk ke masjid atau pintu pagar, pasti dengan cepat ditunjukkan.
  3. Waspada sekitar, karena jemaah tersesat sangat rawan tindak kriminal.
  4. Segera kembali ke masjidil, diamlah di tempat janjian yang disepakati agar tidak saling mencari-cari.
  5. Bersikaplan tenang, jangan panik dan jangan berusaha mencari jalan pulang sendiri. Bertanya sebelum mengambil keputusan.
  6. Jika punya handphone, hubungi teman atau Ketua Rombongan (sebaiknya saling mencacat nomor handphone teman/ Ketua Rombongan), Insya Allah akan mencari di tempat yang sudah disepakati. Sambil menunggu perbanyak baca istighfar dan shalawat Nabi. --(mm)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top