Siap Haji-Umrah (1)

Hal Penting Yang Harus Disiapkan Sebelum Meninggalkan Rumah

Jakarat, (gomuslim). Melaksanakan ibadah haji dan umrah memang perlu persiapan khusus sejak dari rumah hingga di tanah suci. Berikut gomuslim menurunkan serial panduan persiapan umrah secara langkap.

Mari kita mulai dari persiapan sejak di Rumah:

Manasik

Ibadah umrah atau pun haji itu tidak sama dengan ibadah yang hampir sering dilaksanakan oleh seorang muslim. Meski sudah hafal dan menguasai tatacara atau manasiknya, tak ada salahnya jika kita mengikuti bimbingan manasik. Itung-itung untuk memantabkan kembali manasik kita yang kemungkinan ada yang terlupa.

Mengikuti bimbingan tatacara ibadah atau manasik umrah itu tetap menarik, meski kita sudah tahu dan menguasai seluk beluk ibadah umrah, karena akan bermanfaat untuk membangun silaturahim antar sesama peserta calon jamaah mu’tamirah. Selain itu, dalam bimbingan manasik juga diajarkan memakai baju ihram, mengenali tata tertib, serta mengenali situasi dan kondisi Tanah Suci.

Pelaksanaan manasik biasanya dilakukan oleh ustadz yang telah disediakan oleh travel umrah Anda. Hafalkan dan pahami setiap doa dan bacaan tayibah yang disampaikan dalam manasik.

 

Vaksinasi

Sebagai orang asing yang datang ke negeri orang, dengan iklim dan paparan lingkungan yang tak lazim, maka sudah jadi keharusan bagi jamaah umrah (terutama haji) untuk membekali diri dengan vaksinasi, biasanya vaksin maningitis dan flu. Jika lagi diperlukan vaksin lain, biasanya itu kondisional mengikuti perkembangan di tanah suci. Namun tetap menjadi keharusan yang mesti diikuti.

Suntik vaksin bisa dilakukan bersama calon jamaah lainnya, biasanya dilakukan oleh travel umrah Anda. Namun Anda bisa juga melakukan secara mandiri, dengan mempersiapkan sejumlah biaya, di klinik khusus yang menyediakan vaksin maningitis dan flu. Biaya vaksin maningitis berkisar antara Rp 300.000 – Rp 450.000; dan biaya vaksin flu berkisar Rp 200.000.

Oh ya, untuk vaksin maningitis lakukanlah dua pekan sebelum keberangkatan karena vaksin ini aktif setelah dua pekan vaksinasi hingga 2 tahun kemudian.

 

Jaga Kesehatan

Meski ibadah umrah tak seberat ibadah haji, ada baiknya tetap mempersiapkan kebugaran dan stamina. Selama menjelang keberangkatan umrah, cobalah berolah raga rutin. Lakukan secara berselang seling antara olah raga ringan dan olah raga berat; misalnya jogging hingga gymnastic yang cukup. Kebiasaan bangun pagi, sebelum subuh utamanya, membuat kebugaran akan terjaga. Imbangi gaya hidup dengan perilaku sehat, konsumsi buah dan sayuran, cobalah suplemen herbal dan vitamin. Mengkonsumsi madu dalam takaran tertentu bisa dijadikan rutin, dan hindari makan manakan dengan kolesterol tinggi—terutama ini bagi usia di atas 40 tahun.

Niat

Semua perbuatan berpulang ke niatnya. “Innamal a’malu binniyaat”. Maka niat ini penting dan mendasar dalam mempersiapkan diri berangkat ke tanah suci. Teguhkan kembali niat berumrah hanya untuk Allah, kepada Allah, dan semata karena Allah. Yakinlah hasilnya akan luar biasa, di luar prasangka dan logika.

 

Packing

Persiapan teknis pasti terkait dengan barang-barang apa yang akan kita perlukan di sana. Maka perhatikanlah kondisi cuaca di tanah suci pada saat Anda sampai di sana kelak. Jangan sampai prosesi packing ini kita salah memasukkan barang. Packing ini sebaiknya dilakukan 4 hari sebelum berangkat, sekiranya bila ada barang yang belum disediakan untuk dibawa dapat segera diadakan dengan cara dibeli atau disewa. Saat packing pastikan pakaian utama saat ibadah, baju ihram, nanti sudah lengkap, bukan sekedar sudah ada. Mulai ikat pinggang sampai peniti yang dianggap kecil tapi sering dibutuhkan.

 

Dokumen   

Cobalah periksa kembali dokumen yang harus dibawa saat melakukan packing. Karena ini rangkaian persiapan yang harus dilakukan. Cek lagi dokumen-dokumen keberangkatan mulai dari Paspor, KTP, buku kuning vaksinasi manginitis, buku nikah jika Anda bersama pasangan, dokumen dari travel misalnya tanda identitas jika sudah diberikan, buku kumpulan doa yang dirasa perlu dibawa, lalu bawa buku catatan kecil—barang ini akan banyak berguna, meski belum kelihatan manfaatnya buat apa.

 

Gadget

Zaman ini rasanya kurang afdol bila enggak bawa gadget, apalagi digunakan untuk mengabadikan momen-momen penting di tanah suci. Karena itu persiapkan dengan matang. Pastikan batre full terisi. Jika perlu daya cadangan, bekali diri dengan power bank yang maksimal mendukung keperluan Anda di sana.

Lalu satu lagi, untuk mendukung komunikasi Anda dengan keluarga atau orang yang Anda cintai di tanah air, pastikan sambungan internasional (roaming) selular telepon Anda tersambung aktif dan pulsa memadai. Tetapi perlu disarankan, sebaiknya hindari menghubungi keluarga di tanah air jika seluruh rangkaian manasik belum selesai. Cobalah fokus Anda hanya untuk ibadah, taqarrub ilallah, “lupakan” buntut duniawi yang selam ini mengekori hidup Anda. Karena Anda adalah tamu Allah di sana.

 

Dukungan & Doa Restu

Jangan lupa, sebelum berangkat lakukanlah silaturahim ke handai tolan, tetangga dan karib. Mintalah doa dan dukungan, terutama ke keluarga. Mohonkan dimaafkan segala salah khilaf selama ini, karena keberangkatan ke tanah suci adalah takdir Allah yang memiliki rangkain takdir lain yang tak pernah diketahui oleh siapa pun. Mintalah kepada mereka agar dipermudah dan dilancarkan hajat Anda ke tanah suci. (boz)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top