Siap Haji-Umrah (3)

Hal Teknis yang Harus Diperhatikan Selama dalam Penerbangan

Jakarta, (gomuslim). Ketika proses tinggal landas selesai dan telah mencapai ketinggian tertentu, jemaah haji atau umrah diizinkan melepas sabuk keselamatan meski disarankan tetap menggunakannya mengingat terkadang terjadi turbulensi yang menyebabkan goncangan pada pesawat seperti yang baru-baru ini menimpa maskapai Etihad Airways menjelang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (04/05/2016) dan Pesawat Hong Kong Airlines di wilayah udara Kalimantan, Sabtu (07/05/2016).

Sebelumnya, jemaah diharap memperhatikan hal-hal yang harus dilakukan ketika akan memasuki pesawat hingga detik-detik pertama duduk dalam penerbangan jarak jauh ini. (selengkapnya lihat: http://www.gomuslim.co.id/read/panduan/2016/04/29/301/menuju-bandara-dan-selama-dalam-penerbangan.html).

Adapun hal-hal teknis yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Petunjuk yang disampaikan awak kabin (pramugara/i) atau petugas kloter
  2. Simpan tas tentengan di tempat yang telah disediakan (kabin)
  3. Duduk tenang dan gunakan sabuk pengaman, jangan berjalan hilir mudik selama dalam perjalanan, kecuali ada keperluan
  4. Selama dalam perjalanan tidak diperkenankan merokok dan mengaktifkan HP
  5. Memperbanyak dzikir dan do’a serta membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an
  6. Perhatikan tata cara penggunaan WC, hati-hati dalam penggunaan air jangan sampai tercecer di lantai pesawat karena bisa membahayakan keselamatan penerbangan
  7. Apabila akan buang air kecil/besar agar ke kamar kecil/WC dengan cara duduk di atas kloset dan untuk mensucikannya menggunakan tissue yang ada, setelah tissue dibasahi dengan air kran yang tersedia. Apabila masih ragu jangan segan meminta tolong kepada petugas 
  8. Perhatikan ceramah, pemutaran film manasik haji yang dipertunjukkan dalam perjalanan
  9. Apabila jamaah haji sakit, agar segera menghubungi petugas kesehatan.

Umumnya, dalam setiap penerbangan, baik haji-umrah atau wisata, ada etika yang harus diperhatikan antara lain:

1.  Posisi Kursi

Semua penumpang tentu ingin mendapatkan kenyamanan saat berada di dalam pesawat. Hindari memposisikan kursi terlalu ke belakang (posisi kursi terlalu berbaring) karena akan mengganggu kenyamanan penumpang lain yang duduk di depan maupun di belakang.

2. Posisi Lengan

Mungkin ada yang pernah memiliki pengalaman duduk di samping orang yang dengan kasar menyikut tangan kita untuk mendapatkan ruang lebih longgar. Pastikan untuk tidak menempati lengan kursi yang ada di antara dua tempat duduk jemaah lain.

 3. Kontrol Tubuh saat Tidur

Ini sering terjadi, saat tertidur kepala menimpa jemaah sebelah. Tentu tidak nyaman, apalagi jemaah tersebtu bukan mahrom atau belum terlalu kenal. Jadi, saat tertidur di pesawat usahakan untuk tetap mengontrol posisi badan agar stabil.

 4. Tidak Bercanda. Pesawat memang besar, tapi tidak berarti bebas terbahak-bahak apalagi bercanda dengan suara keras antar jemaah. Menjaga ketenangan dan kenyaman orang lain dalam penerbangan sangat diprioritas

 5. Hati-hati ketika Membaca Koran.  Membaca di pesawat juga terkadang menjadi kendala, terutama membaca Koran, agar tidak membuka Koran terlalu lebar karena dapat mengganggu lainnya.

 6. Selalu Antisipasi. Banyak hal yang tidak kita duga kadang diperlukan penyelesaian segera, oleh karena itu harus ada antisipasi. Jika sering mabuk pesawat, minumlah obat anti mabuk kendaraan sebelum terbang. Karena mabuk saat perjalanan akan mengganggu penumpang lain.

 

Hal di atas merupakan keadaan umum yang biasa dijumpai dalam penerbangan. Ada hal lain bagi jemaah haji dan umrah atau wisata religi yang tidak kalah penting, yaitu soal bersuci dan menjalankan shalat selama berjam-jam di atas ketinggian. Bagaimana cara shalat dan menghadapkab kiblatnya, ikuti terus tips berikutnya. (mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top