Siap Haji-Umrah (4)

Cara Tayamum dan Shalat di Pesawat

Jakarta, (gomuslim). Calon jemaah haji atau umrah akan berada di pesawat selama kurang lebih sembilan jam dari tanah air ke Bandara Internasional Jeddah atau Bandara Madinah. Berdasarkan pengalaman gomuslim saat haji dan umrah, banyak hal yang harus diperhatikan selama dalam penerbangan, mulai dari tata cara dan etika selama dalam pesawat, cara menggunakan toilet hingga kewajiban shalat.

Jemaah haji-umrah tergolong musafir, yaitu orang yang sedang melakukan perjalanan karena Allah sehingga Allah SWT memberikan keringan dalam menjalankan shalat wajib selama di perjalanan. Shalat selama dalam perjalanan dapat dilaksanakan dengan cara jamak dan qashar.

Shalat jamak, yaitu mengumpulkan dua shalat wajib dalam satu waktu yang sama. Shalat wajib yang bisa dijamak yaitu shalat dzuhur dengan ashar dan shalat maghrib dengan Isyak. Shalat jamak ini ada dua cara yaitu:

  • Jamak Taqdim, maksudnya mengerjakan shalat dluhur dan ashar di waktu shalat dzuhur dan Shalat Maghrib dan Isyak dikerjakan pada waktu Magrib.
  • Jamak Ta'khir, maksudnya menjamak dluhur dan ashar dikerjakan pada waktu Ashar, dan mengerjakan magrib dengan isyak di waktu Isyak.

Adapun qashar artinya meringkas shalat empat rakaat menjadi dua rakaat sedangkan shalat magrib tetap tiga rakaat. Shalat Subuh tidak dapat dijamak ataupun diqashar.

Tayamum dan Shalat di Pesawat

Sebelum mengerjakan shalat disyaratkan bersuci atau berwudlu dahulu. Dalam kondisi darurat dan tidak ada air yang mencukupi maka dianjurkan untuk melaksanakan tayamum. Sebenarnya di pesawat masih ada air tetapi ketersediaan air sangat terbatas sehingga dibolehkan bertayamun dengan microdebu di kursi pesawat sebagaimana tampak dalam gambar peraga berikut.

Intinya, shalat di pesawat dikerjakan dengan posisi duduk di kursi pesawat karena memang kita tidak bisa berdiri, ruku' dan sujud dengan sempurna, sebagaimana Rasulullah pernah shalat sunnah di atas unta. Jika ada tempat yang memungkinkan kia melaksanakan gerakan shalat, lebih dianjurkan shalat biasa dan menghadap kiblat berdasarkan GPS pesawat, atau mengarahkan kiblat semampunya.

Adapun doa-doa dalam shalat sambil duduk sama dengan doa-doa ketika shalat sambil berdiri sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. 

Selengkapnya, berikut tata cara shalat dalam pesawat (lihat gambar peraga di bawah):

  1. Dengan posisi duduk di kursi pesawat. Niat sambil Takbiratul ihram
  2. Tangan bersidekap seperti layaknya sholat sambil berdiri, membaca doa iftitah, Surat Al Fatihah dan surat pendek yang dikehendaki.
  3. Ruku' dilakukan sedikit membungkukkan badan dari posisi duduk sambil berdoa ketika ruku'.
  4. I'tidal dilakukan dengan posisi punggung lurus seperti dalam posisi duduk sambil berdoa.
  5. Sujud dilakukan dengan membungkukkan badan lebih rendah saat ketika ruku' sebelumnya sambil berdoa.
  6. Duduk antara dua sujud, dilakukan dengan posisi duduk sempurna di kursi pesawat sambil berdoa.
  7. Sujud kembali dengan membungkukkan badan seperti pada sujud awal sambil berdoa.
  8. Duduk kembali dengan sempurna, tangan bersidekap untuk melaksanakan rakaat yang kedua, membaca Surat Al Fatihah dan Surat pendek yang dikehendaki.
  9. Ruku' dilakukan sedikit membungkukkan badan dari posisi duduk sambil berdoa ketika ruku'.
  10. I'tidal dilakukan dengan posisi punggung lurus seperti dalam posisi duduk sambil berdoa.
  11. Sujud dilakukan dengan membungkukkan badan lebih rendah saat ketika ruku' sebelumnya sambil berdoa.
  12. Duduk antara dua sujud, dilakukan dengan posisi duduk sempurna di kursi pesawat sambil berdoa.
  13. Sujud kembali dengan membungkukkan badan seperti pada sujud awal sambil berdoa.
  14. Duduk Tasahut Akhir. Duduk dengan sempurna letakkan kedua tangan di atas lutut, lakukan dengan membaca doa tasahut akhir.
  15. Mengucapkan salam sambil menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri.
  16. Berdoa dan berdzikir setelah selesai sholat.

Tayamum maupun shalat dalam kendaraan tergolong melaksanakan kewajiban dalam keadaan tertentu, sehingga wajib pula diketahui hal-hal terkait dengan pengerjaan khususnya. (mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top