Siap Haji-Umrah (5)

Di Bandara Kedatangan, Antisipasi Antrean Hingga 6 Jam

Jakarta, (gomuslim). Setelah berada di udara selama kurang lebih sembilan jam dari tanah air menuju tanah suci, calon jemaah haji dan umrah siap mendarat di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah atau Bandara Madinah.

Di bandara Jeddah terdapat 4 terminal, yaitu: Terminal Haji, Terminal Khusus Saudia Airlines (SV), Terminal Internasional, dan Terminal Kerajaan. Sebagian besar maskapai dari Indonesia ‘landing’ di Terminal Haji. Jika di bandara internasional di negara lain setiap orang bisa masuk/keluar bandara dengan mudah, namun tidak di Jeddah. Hanya petugas, aparat keamanan dan penumpang saja yang boleh masuk, sehingga calon jemaah haji dan umrah harus menyiapkan sendiri semua keperluan selama di imigrasi kedatangan.

Pada musim haji, biasanya antrean rerata dalam keadaan normal di loket check point antara 1 - 4 jam, tetapi pada musim puncak umrah seperti pada liburan akhir-awal tahun dan bulan Ramadhan antrean pemeriksaan imigrasi sampai 6 – 8 jam. Pada musim liburan Desember 2015 menuju Januari 2016 lalu, dilaporkan terjadi antrean hingga sembilan jam atau setara dengan lama penerbangannya, sehingga kondisi tubuh harus disiapkan menghadapi hal demikian, termasuk kebutuhan makan, shalat dan ke toilet.

Berikut adalah ringkasan beberapa hal yang harus disiapkan calon jemaah haji dan umrah di bendara kedatangan Jeddah atau Madinah.

  1. Turun dari pesawat dengan tertib, jangan lupa tas tentengan dan paspor.
  2. Menunggu di ruang yang tersedia untuk pemeriksaan imigrasi, lama pemeriksaan ± 2 jam pada saat normal dan hingga 9 jam pada musim tertentu.
  3. Antre dengan teratur di loket yang telah ditentukan sambil menunjukkan Paspor kepada Petugas Imigrasi Arab Saudi, laki-laki bersama laki-laki dan perempuan bersama perempuan.
  4. Beberapa tahun terakhir pihak imigrasi Arab Saudi memberlakukan pengambilan sidik jari dan foto untuk setiap jemaah haji.
  5. Pemeriksaan badan oleh Petugas Arab Saudi dalam kamar tertutup, antara laki-laki dan perempuan terpisah, pemeriksaan bagi laki-laki oleh petugas laki-laki dan perempuan oleh petugas perempuan, tidak diperkenankan memberi barang, uang dan apapun kepada petugas tersebut.
  6. Mengambil koper dengan menyiapkan kuncinya, kemudian memeriksakan kepada Petugas Bea Cukai.
  7. Setelah selesai diperiksa dan diberi tanda kemudian keluar dengan tertib ke folding area di Bandara.
  8. Barang bawaan diserahkan kepada petugas pengangkut barang ('ummal) untuk diangkut dengan gerobak (troli) selanjutnya dibawa ke tempat istirahat tanpa dipungut biaya.
  9. Istirahat di tempat yang telah ditentukan ± 35 menit, selama menunggu keberangkatan ke Makkah/Madinah, apabila akan ke kamar mandi untuk buang air kecil/besar, dan wudhu jangan membawa tas tentengan, tas paspor, uang dan barang berharga, sebaiknya dititipkan kepada teman yang dikenal dan dipercaya karena sering terjadi kasus barang bawaan tertinggal dan sulit dilacak kembali.
  10. Kamar mandi laki-laki dan perempuan disediakan secara terpisah, kamar mandi/WC bagi perempuan ditandai dengan gambar kepala perempuan berjilbab, dan kamar mandi/WC bagi laki-laki ditandai dengan gambar kepala laki-laki berjenggot, masuk keluar kamar mandi harus berpakaian yang menutup aurat. Jangan sampai barang-barang yang ketinggalan.
  11. Penggunaan kran dengan cara cukup ditekan, air akan keluar dan akan otomatis akan berhenti sendiri.
  12. Bersiap-siap berangkat ke Madinah bagi jemaah haji gelombang I yang mendarat di Jeddah, dan bagi jemaah haji gelombang II berangkat ke Makkah dengan berniat ihram umrah bagi haji tamattu', atau berniat ihram haji bagi haji ifrad, atau berniat ihram umrah dan haji bagi haji qiran.
  13. Menerima tiket bus dari Naqabah untuk perjalanan antar kota perhajian selama di Arab Saudi.
  14. Meskipun regu/rombongan sudah terbentuk dari Tanah Air dan diharuskan menjaga keutuhannya di setiap tempat, namun karena kapasitas bus tidak sama, maka untuk mengisi tempat duduk yang ada, regu dan rombongan dapat dipecah untuk sementara waktu selama dalam perjalanan.

Panduan nomor 1-11 berlaku untuk semua jemaah haji maupun umrah, adapun nomor urut 12 dan seterusnya adalah khusus untuk jemaah haji yang diatur secara tersendiri berdasarkan gelombang pemberangkatan. (mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top