Siap Haji-Umrah (7)

Meninggalkan Madinah, Bersiap Umrah dari Miqat

Jakarta, (gomuslim). Selama di Madinah, jemaah haji maupun umrah biasanya melaksanakan shalat arbain, yaitu shalat lima waktu berjamaah di Masjid Nabawi selama delapan hari atau total shalat 40 waktu. Setelah itu, tidak terlupakan untuk melakukan ziarah makam Rasulullah, Sahabat Abu Bakar dan Umar serta makam para keluarga dan sahabat Nabi di Baqi’. Juga  berkunjung ke tempat-tempat bersejarah baru kemudian bersiap ke Mekkah. Berikut panduan lengkapnya;

Makam Baqi’

Setelah ziarah Rasulullah dan dua sahabatnya, menziarahi makam Baqi’ dapat dilakukan sendiri atau rombongan karena tidak diperlukan moda transportasi. Umumnya pintu selalu tertutup, oleh karena itu ziarah hanya dari luar pagar. Waktu terbaik adalah pagi hari setelah dari masjid atau sore hari saat akan ke masjid. Baqi’adalah kuburan untuk penduduk Madinah sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Terletak di sebelah timur Masjid Nabawi. Di tempat tersebut dimakamkan Sahabat Usman bin Affan, para istri Nabi, yaitu Siti ‘Aisyah, Ummi Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hafsah dan Mariyah Al Qibtiyah, Putra dan Putri Rasulullah, antara lain Ibrahim, Siti Fatimah, Zainab dan Ummu Kulsum.

Masjid Qiblatain

Ke Masjid ini sebaiknya dilakukan bersama rombongan karena tempatnya sedikit keluar kota Madinah. Masjid ini semula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah.  Dinamakan masjid Qiblatain  Rasulullah mula-mula shalat menghadap ke arah Masjid Aqsa, tetapi setelah turun ayat 144 Surat al-Baqarah, Nabi menghentikan sementara kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah menghadap  ke Masjidil Haram. Qiblatain artinya masjid berkiblat dua.

Jabal Uhud

Dengan juga dengan ziarah ke makam para syuhada di Uhud, sebaiknya bersama rombongan. Jabal Uhud adalah tempat yang bersejarah ketika peperangan yang dasyat antara pasukan Nabi Muhammad SAW (hanya 700 orang, diantaranya terdapat orang-orang tua dan anak-anak di bawah umur) dan pasukan para Qurisy sebanyak 3000 orang. Dengan siasat Nabi yang jitu Peperangan dimenangkan Nabi. Namun karena lengah telah menang, penjaga celah yang strategis ditinggalkan kemudian dikuasai oleh musuh untuk berbalik menyerang dan banyak korban yang tewas dan dikubur di tempat tersebut, termasuk penghulu para syahid Sahabat dan Paman Nabi Sayidina Hazah bin Abdul Muthallib.

Seteleh itu, perjalanan dilanjutkan ke Mekkah untuk melaksanakan umrah sebelum haji.

Persiapan ke Mekkah

Setelah beberapa hari berada di kota Madinah dan telah selesai melakukan shalat arbain dan ziarah-ziarah, maka petugas haji akan memberitahu keberangkatan ke kota Mekkah untuk menjalankan rangkaian ibadah umrah dan Haji. Pertama, sebaikya dilakukan kemas-kemas barang-barang agar tidak ada yang tertinggal. Tandai koper-koper agar mudah dicari.  Sebelum masuk ke bus-bus yang membawa ke Mekkah lakukan mandi dan bersuci. Berpakain Ihram serta shalat ihram.

Miqat di Bir Ali

Salah satu rukun Ibadah Haji/Umrah harus niat dari miqat makani. Untuk jemaah haji gelombang pertama di Bir Ali, sebuah tempat di luar kota Madinah mendekat Mekkah.

Syarat :

  • Bersuci (mandi & berwudlu) dikerjakan di penginapan Madinah.
  • Berpakaian Ihram ( dipakai sewaktu akan berangkat/ di Madinah)
  • Shalat sunah Ihram dua rakaat.
  • Niat Umrar di Bir Ali (untuk Haji Tamattu)/ Niat haji untuk Haji Ifrad/Qiron.

Setelah itu, langsung kembali ke Bus untuk memasuki kota Mekkah.


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top