Siap Haji-Umrah (9)

Kuasai Situasi Mekkah dan Berburu Kuliner Tanah Air

Jakarta, (gomuslim). Sesampainya di kota Mekkah jemaah umumnya langsung diantar sampai di penginapan atau hotel.  Kepala regu akan menerima kunci kamar. 1 kamar biasanya di tempati 6 – 8 orang, laki-laki sendiri perempuan sendiri. Hal lain yang harus diperhatikan adalah barang-barang bawaan agar tidak tertukar atau tertinggal. Kenali lingkungan seperti ketika masih di Madinah, seperti mengenali alamat hotel, nomor maktab, telepon dan lainnya.Intinya, setiap jemaah harus menguasai situasi kota Mekkah.

Setelah itu belajar hidup mandiri selama di Mekkah yang cukup lama antara lain soal makan dan lainya. Sejak musim haji 2016 ini, penyelenggara haji melayani jemaah dengan 24 kali makan, adapun sebelumnya hanya 15 kali. Selebihnya urusan akan akan menjadi tanggungjawab masing-masing. Jemaah haji biasanya tinggal di kota Mekkah selama lebih kurang 30 hari (umrah umumnya antara 5 harian), untuk itu bagi yang senang memasak apalagi pasangan suami istri pilihan memasak sendiri akan lebih baik. Tinggal beli perlengkapan dapur secara rombongan atau sendiri-sendiri. Semua bahan pokok tersedia, baik di pasar tradisional maupun di supermarket di Mekkah.

 

Bila malas untuk masak di depan hotel biasanya ada yang menjual makanan asli Indonesia yang dijual mukimin, dan di banyak tempat. Di jalan-jalan atau restoran masakan khas Indonesia juga  banyak. Bakso, suka nasi pecel/gado-gado juga ada. Semua ada termasuk segala jenis buah-buahan atau sekali-kali jika ingin merasakan makanan negara lain juga tersedia, bahkan makanan cepat saji seperti Mc D dan KFC atau Albaik juga tersedia.

Berikut di bawah ini adalah harga makanan khas Indonesia pada umumnya.

 

Harga makanan dirumah makan kecil. :

Nasi putih 4 Saudi Riyal (SAR) per piring.

Bakso/soto 5 SAR/mangkok

Nasi rames 5 – 10 SAR

Lauk pauk (daging, ikan, ayam 5-10  SAR/potong)

 

Harga makanan di pedagang keliling:

Nasi putih 3 SAR/bungkus

Pecel 2 SAR

Tempe 1 SAR

Ayam goreng 2 SAR

Sayur asam/bening/sop 2 SAR

Setelah istirahat sejenak, petugas haji di sertai kepala Maktab akan membimbing jemaah untuk melakukan Ibadah Umrah (bagi yang haji Tamattu’). Berjalan bersama-sama menuju Masjidil Haram. Jangan pisah dengan rombongan, karena banyak jamaah yang tersesat.

Sesampainya di masjid Haram berdoa  (lihat buku manasik haji) lalu masuk usahakan lewat pintu Babussalam (pintu arah tempat sa’i, yang berada di tengah-tengah). Setelah masuk saat melihat Kakbah, dianjurkan berdoa yang baik-baik atau seperti diajarkan Nabi sebagaimana ditulis dalam buku panduan haji dan umrah.


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top