Siap Haji-Umrah (11)

Saat Tiba Ibadah Umrah, Ini Yang Harus Dilakukan Dahulu

Jakarta (gomuslim). Setelah mengetahui dengan seksama tempat-tempat mustajab di sekitar Masjidil Haram, langkah berikutnya adalah memulai umrah, baik bagi jemaah umrah di luar bulan haji maupun pada musim haji, hal yang harus dilakukan urutannya sama.

Pertama, Tawaf. Saat tawaf, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Ketika sudah siap melaksanakan umrah (dalam keadaan berihram dan niat umrah), maka perlu menjadikan pertengahan rida’ (kain ihram bagian atas) di bawah ketiak kanan ketika memulai menjalankan tawaf (mutthabian), kemudian meletakkan ujung yang lainnya di pundak kiri, sehingga nampak pundak kanan itu terbuka. Hal ini perlu diperhatikan karena pernah terjadi seorang tokoh dari Indonesia tersorot kamera mengenakan pakaian ihram secara salah. (ketentuan ini berlaku hanya bagi jemaah laki-laki).
  2. Melakukan jalan cepat pada tiga kali putaran pertama (Raml), dengan memperpendek langkah, sehingga pundak dalam keadaan bergetar dan tidak sampai melompat. Setelah tiga putaran pertama, sisanya berjalan seperti biasa. (ketentuan ini berlaku hanya bagi jemaah laki-laki).
  3. Bersiap memulai tawaf dari dekat atau lurus (ada gari hijau) dengan Hajar Aswad dari arah rukun Yamani. Memulai tawaf dengan menghadap Hajar Aswad sambil mengangkat tangan. Sebagaimana dijelaskan bahwa memulai tawaf dari Hajar Aswad itu wajib.
  4. Menghadap Hajar Aswad ketika memulai tawaf dan mengangkat tangan sambil bertakbir.
  5. Istilam (mengusap) Hajar Aswad dan menciumnya ketika memulai tawaf dan di setiap putaran tawaf atau memberi isyarat dari jauh mengingat tidak mudah mendekati Hajar Aswad berbarengan ribuan jemaah.  Cara istilam denga telapak tangan pada Hajar Aswad dan menempelkan mulut pada tangan, lalu menciumnya, atau dengan isyarat dari kejauhan.
  6. Istilam sudut Kakbah Rukun Yamani dengan menempelkan kedua telapak tangannya. Rukun Yamani adalah rukun yang terletak sebelum Hajar Aswad. Selain Hajar Aswad dan Rukun Yamani tidak disunnahkan untuk diusap. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya mengusap dua rukun ini saja (yaitu Hajar Aswad dan Rukun Yamani) dan tidak yang lainnya.
  7. Berdoa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad: “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di antara dua rukun: Robbanaa aatina fid dunya hasanah wa fil aakhirooti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar (Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari adzab neraka).” (HR. Abu Daud no. 1892. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
  8. Beriltizam di Multazam: Multazam adalah dinding antara Hajar Aswad dan pintu Kakbah. Hal ini dianjurkan terutama setelah melakukan tawaf wada’seperti dicontohkan Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam yang beriltizam dengan cara menempelkan dadanya dan pipinya yang kanan, kemudian pula kedua tangan dan telapak tangan membentang pada dinding tersebut.
  1. Melakukan Shalat sunah di Maqam Ibrahim.
  2. Melakukan Shalat sunnah di Hijir Ismail.
  3. Minum air Zam-zam.

 Setelah sempurna pelaksanaan tawaf , berikutnya adalah:

Melakukan sa’i  tujuh kali putaran. Panjang tempat Sa’i adalah 394.5 m, lebar 20 m, tinggi tingkat pertama 12 m tinggi tingkat ke-2 sekitar 9 m. Dipisahkan oleh pagar sehingga menjadi 2 jalur. Ditengah-tengah ada 2 jalur untuk jalan kereta dorong bagi yang tidak mampu jalan. Gagasan pemisahan jalur ini adalah usul Presiden Sukarno kepada Raja Saudi saat musim haji tahun 1960-an.

Kemudian tahallul atau memotong sebagian rambut. Dengan telah memotong rambut (minimal 3 helai) maka Ibadah Umrah telah selesai, jemaah bisa melepaskan pakaian Ihram.

Pada musim haji, setelah umrah biasanya masih ada beberapa hari sebelum wukuf di Arafah. Biasanya jemaah dianjurkan lebih banyak beribadah, bukan belanja, Kegiatan Shalat di Masjid Haram adalah pilihan utama karena keutamaannya. Shalat berjamaah di Baitulla ini sudah siap satu jam sebelum adzan. Untuk itu dianjurkan datang lebih awal agar bisa mendapat tempat yang baik dan tidak lupa untuk berdoa munajat pada waktu yang baik dan tempat-tempat mustajab yang telah disebutkan sebelumnya. (mm)

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top