Siap Haji-Umrah (13)

Mengenal Lebih Dalam Perbedaan antara Haji dan Umrah

(gomuslim). Setelah riuh Ramadhan dan Idul Fitri di negara masing-masing, maka kegiatan umat Islam se-Dunia segera beralih ke tanah suci untuk melaksanakan haji. Sebelum tiba ‘waktu haji’ banyak yang ingin menegaskan kembali antara perbedaan haji dan umrah.  Setidak ada lima perbedaan utama antara ibadah haji dan umrah, yaitu:

1. Haji Terikat Waktu Tertentu

Tidak seperti umrah yang dapat dilaksanakan kapan saja, ibadah haji tidak dapat dikerjakan di sembarang waktu. Dalam setahun, ibadah haji hanya dikerjakan sekali saja, dan yang menjadi inti haji adalah pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu saat wuquf di Arafah, karena ibadah haji pada hakikatnya adalah wuquf di Arafah (al-hajju Arafatun).

Maka seseorang tidak mungkin mengerjakan ibadah haji berkali-kali dalam setahun. Ibadah haji hanya dilakukan sekali dalam setahun pada bulan Dzulhijjah meski rangkaian ibadah haji itu sudah dimulai sejak bulan Syawwal. Yang dimaksud ranngkaian itu adalah proses-proses perjalanannya, bahkan untuk Indonesa biasanya sebulan sebelum tanggal 9 Dzulhijjah rombongan kelompok terbang gelombang pertama sudah diberangkatkan menuju Madinah. Gelobong kedua langsung ke Mekkah ditebangkan mendekati hari pelaksanaan haji, sehingga semua jemaah calon haji dapat berkumpul di Arafah pada hari yang ditentukan.

Ibadah umrah bisa dikerjakan kapan saja tanpa ada ketentuan waktu. Bisa dikerjakan 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun. Namun secara teknis pemberangkatan jemaah umrah (khusus berumrah, bukan haji) sudah diberhentikan pada bulan Syawal hingga sebulan setelah bulan Dzul Qa’da. Tepatnya pemberangkatan jemaah umrah secara teknis dalam setahun adalah Sembilan bulan meski pelaksanaanya dapat sepanjang hari.

Bahkan dalam sehari bisa saja ibadah umrah dilakukan berkali-kali, mengingat rangkaian ibadah umrah itu sangat sederhana, yaitu niat dan berihram dari miqat, tawaf di sekeliling Kakbah, lalu diteruskan dengan mengerjakan ibadah sa'i tujuh kali antara Shafwa dan Marwah dan terkahir ber-tahallul. Secara teknis bila tidak sedang ramai, bisa diselesaikan hanya dalam 1-2 jam saja.

 

 

2. Haji Harus ke Arafah Muzdalifah Mina

Jika hanya dikerjakan di sekitar di Kakbah atau Masjidil Haram saja, maka ibadah haji harus dilaksanakan di tempat-tempat manasik lainnya di sekitar kota Mekkah. Dalam ibadah haji, selain kita wajib bertawaf di Kakbah dan Sa'i di Safa dan Marwah yang posisinya terletak masih di dalam masjid Al-Haram, kita juga wajib mendatangi tempat lain yaitu Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Secara geografis, ketiga tempat itu bukan di Kota Mekkah, melainkan berada di luar kota. Berdasarkan cek lokasi melalui googlemap, jarak Mekkah ke Mina adalah 4-5 KM, jarak Mekkah ke Muzdalifah antara 6-7 KM dan ke Mekkah ke Arafah sekitar 17 KM.

Di ketiga tempat itu jemaah harus menginap (mabit) yang berarti harus makan, minum, tidur, buang hajat, mandi, shalat, berdoa, berdzikir dan semua aktifitas yang perlu kita kerjakan, semuanya kita lakukan di tengah-tengah padang pasir. Untuk itu kita harus terbiasa berada di dalam tenda-tenda dengan keadaan yang cukup sederhana.

Sedangkan ibadah umrah hanya melibatkan Kakbah dan tempat sa’I Shafa dan Marwah, yang secara teknis semua terletak di dalam Masjidil Haram.

3. Haji Hukumnya Wajib

Satu hal yang membedakan antara umrah dan haji adalah hukumnya. Umat Islam telah sampai kepada ijma' bahwa ritual ibadah haji hukumnya wajib, fardhu 'ain bagi setiap muslim yang ‘mukallaf’ atau terkena kewajiban dan mampu. Bahkan ibadah haji merupakan salah satu dari rukun Islam.

Tidak seorang pun ulama yang mengatakan ibadah haji hukumnya sunnah, semua sepakat mengatakan hukumnya wajib atau fardhu 'ain. Hal ini berbeda dengan ibadah umrah. Para ulama tidak sepakat  hukumnya sunnah. Demikian berdasrkan kajian fikih sebagaimana diulas cendikiawan muslim Ahmad Sarwat, Lc., MA, dalam kajian-kajian kontemporer.

Namun sesungguhnya secara teknis, semua orang yang menunaikan ibadah haji, secara otomatis sudah pasti melakukan ibadah umrah. Karena pada dasarnya ibadah haji adalah ibadah umrah plus dengan tambahan ritual lainnya.

4. Haji Memakan Waktu Lebih Lama

Perbedaan yang lain antara ibadah haji dan umrah adalah dari segi durasi atau lamanya kedua ibadah itu.

Secara teknis praktek di lapangan, rangkaian ritual ibadah haji lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan ibadah umrah. Orang melakukan ibadah haji paling cepat dilakukan minimal empat hari, yaitu tanggal 9-10-11-12 Dzulhijjah. Itu pun bila dia mengambil nafar awal. Sedangkan bila dia mengambil nafar tsani, berarti ditambah lagi menjadi 5 hari.

Sementara durasi ibadah umrah hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja. Dalam  praktek, hanya butuh 3 pekerjaan ringan, yaitu berihram dari miqat, bertawaf tujuh kali putaran di sekeliling Kakbah, lalu berjalan kaki antara Shafa dan Marwah tujuh kali putaran, dan bercukur dan selesai ibadah umrah itu.

5. Haji Butuh Kekuatan Fisik Lebih

Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik yang lebih besar dan kondisi kesehatan tubuh yang prima. Hal itu karena ritual ibadah haji memang jauh lebih banyak dan lebih rumit, sementara medannya pun berat, sehingga ritualnya pun juga sedikit lebih sulit untuk dikerjakan. Terlebih semua itu dikerjakan dalam keadaan berhimpitan bersama sekitar 3 juta umat Islam dari segala penjuru dunia.

Di Arafah dan Muzdalifah, memang prinsipnya tidak melakukan apa-apa sepanjang hari asal tidak melanggar larangan ihram, tetapi mobilitas tiga jutaan manusia di satu lokasi tentu menjadi hal khusus dalam menghadapinya. Di Mina, selama tiga hari jemaah diwajibkan melakukan ritual melontar tiga jamarat, yaitu Jumratul Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah.

Pergerakan massa dalam jumlah jutaan antara Mina, Arafah, Muzdalifah dan juga kota Mekkah, maka seringkali jatuh korban, baik luka, sakit atau pun meninggal dunia. Dan mengatur tiga juga manusia yang berlainan bahasa, adat, tradisi dan karakter bukan perkara yang mudah.

Semua kehebohan di tiga tempat di luar Masjidil Haram itu itu tidak terjadi dalam ibadah umrah, karena ibadah umrah lebih sedikit dan singkat, karena hanya mengitari Kakbah tujuh kali dan berjalan bolak-balik dari Shafa dan Marwah tujuh kali.

Maka dengan memperhatikan betapa beratnya medan tempuh jemaah haji, urusan ritual yang menjadi rukun Islam ini perlu disiapkan secara maksimal. (mm/bs)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top