Siap Haji-Umrah (20)

Usai Haji, Ini Yang Perlu Diperhatikan Saat Bersiap Kembali ke Tanah Air

(gomusmlim). Setelah seluruh rangkaian ritual haji dilaksanakan, jadwal berikutnya adalah bersiap-siap kembali ke tanah air. Pada tahap pemulangan jemaah haji melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, selalu diwarnai dengan kelebihan barang bawaan jemaah. Bahkan tahun 2015 lalu sampai membentuk gunungan barang bawaan yang tidak dapat dibawa ke pesawat.

Untuk mengatasi persoalan ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi dan pihak penerbangan Garuda maupun Saudia tak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada jemaah haji, tentang ketentuan barang bawaan ini. Saat jemaah mengikuti manasik haji, petugas  juga menyampaikan ketentuan soal barang bawaan ini, namun tetap banyak yang melebihi batas ketentuan.

Terkait barang bawaan, ketentuan  penerbangan haji adalah sebagai berikut:

  1. Setiap jemaah berhak membawa satu koper pemberian maskapai penerbangan yang dapat diisi maksimal 32 Kg.
  2. Juga dilengkapi satu tas tentengan dengan berat maksimal 7 Kg.

Selama ini, kejadian yang terus terulang setiap tahun adalah:

  1. Kelebihan berat barang dalam koper bawaan.
  2. Menambah tas tentengan ke pesawat.
  3. Menyimpan air zam-zam di koper dan tas.

Hal-hal tersebut akan diperiksa secara ketat dan jika terjadi maka akan langsung disita petugas. Petugas hanya membolehkan dua tas tentengan yaitu tas dada yang berisi dokumen dan tas resmi dari maskapai penerbangan seperti Garuda yang berwarna biru. Namun banyak jemaah yang memaksa membawa satu atau dua tas tambahan sehingga terpaksa mereka memilah lagi barang apa yang harus dibawa dan mana yang harus ditinggalkan.

Terkait dengan air zam-zam, bahwa pihak maskapai sudah menyiapkan air zam-zam untuk para jemaah setiba di debarkasi masing-masing dimana untuk Garuda Indonesia menyiapkan sebanyak 5 liter per jemaah, sedangkan Saudi Airlines sebanyak 10 liter air zam-zam per jemaah.

Selain terkait barang bawaan, hal lain yang kadang menimpa Jemaah haji yang sedang bersiap kembali ke tanah air adalah tertundanya jadwal penerbangan. Umumnya hal demikian tidak disampaikan dalam manasik maupun oleh petugas haji.

Sebagai tambahan informasi, hal berikut dalam dilakukan jika terjadi delay di bandara.

1. Penting untuk menyiapkan uang real receh secukupnya (20-50 real) saat kepulangan jemaah haji. Karena uang receh tersebut dapat untuk membeli makanan/minuman selama menunggu di bandara. Bila telah jelas terlambat dan anda lapar sedangkan makanan belum tersedia, maka izinlah pada ketua regu atau karom untuk membeli makan. Pastikan Anda hafal jalan kembali, jangan sampai nyasar ke tempat negara lai (kalau nyasar bertanyalah).

Di kantin bandara Anda dapat membeli juss, hamburger, nasi, buah, mie dll. Harga standar saja kok, sama dengan yang dijual di sekitar masjidil haram. Favorit kami saat bertugas di Bandara adalah Juss MIX, hamburger ayam, dan Nasi Briyani, dan lainnya.

2. Tetap tenang dan bergembira. Ciptakan suasana yang bahagia di kloter Anda. Toh Anda sudah selesai berhaji, ujian berat telah Anda lewati. Kalau cuma menunggu mudah sajalah.

3. Membaca Buku atau lebih baik lagi membaca Alquran

4. Bila Anda lelah dalam penantiaan, maka lakukanlah jalan-jalan ringan. Bicara atau ngobrollah tentang hal yang bermanfaat dengan para petugas yang melayani Anda dengan sepenuh hati, atau dengan sesama jemaah.

5. Hindari bertanya waktu keberangkatan pesawat berulang kali, hanya akan memusingkan diri sendiri.

6. Hubungi keluarga baik telpon, BBM, WA atau SMS, agar mereka tenang.

7. Hemat tenaga, jangan sampai marah karena percuma. Hindari marah kepada petugas haji Indonesia. Salah alamat. Meraka tidak memiliki otoritas apapun di bandara, tidak bisa mempercepat kesiapan pesawat. Tugas mereka di saat kepulangan adalah menemani Anda dan melepas bila pesawat telah siap.

Setelah ada kepastian terbang, hubungi lagi keluarga dan tidak lupa banyak berdoa semoga selamat sampai tanah air dengan haji makbul dan mabrur. Selesai.(mm)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top