Panduan Series Amalan-Amalan di Bulan Ramadhan (2)

Keutamaan Makan Sahur untuk Puasa Ramadhan

gomuslim.co.id- Salah satu sunnah dari bulan Ramadhan adalah melaksanakan makan sahur. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya dengan perintah yang sangat ditekankan. Beliau bersabda yang artinya: “Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu.” (HR Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Ya’la, Al Bazzar).

Berikut keutamaan sahur dan hikmahnya yang dirangkum oleh gomuslim :

ANJURAN SAHUR

Makan sahur merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang yang akan berpuasa. Tidak hanya dalam puasa Ramadhan yang wajib saja, melainkan juga dalam puasa sunnah. Karena di dalam makan sahur terdapat banyak sekali keberkahan, sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya Fat-hul Baari, bahwa keberkahan dalam makan Sahur dapat diperoleh dari banyak segi, di antaranya adalah:

-mengikuti Sunnah dan menyalahi ahlul Kitab, taqwa kepada Allah dengan beribadah

-menambah semangat beramal dan mencegah akhlak yang buruk yang diakibatkan oleh kelaparan

-menjadi sebab bersedekah kepada siapa yang meminta saat itu atau berkumpul bersama dengannya untuk makan

-membuatnya berdzikir, berdo’a pada waktu-waktu dikabulkannya do’a

-memperbaiki niat puasa bagi mereka yang melalaikannya sebelum tidur

SUNNAH NABI SAAT MAKAN SAHUR

Berikut ini beberapa sunnah Nabi dalam hal makan sahur :

-Dianjurkan agar bersahur dengan memakan kurma

Itulah seutama-utama makanan sahur bagi orang mukmin. Rasulullah  bersabda: “Makanan sahur yang paling baik bagi orang mukmin adalah kurma.” ( HR. Abu Dawud (II/303) ). 

-Kalau tidak ada kurma ataupun makanan lainnya yang tersedia maka cukup dengan meminum seteguk air

Sebagaimana disebutkan dalam hadits : “Sahur merupakan makanan yang penuh berkah maka janganlah me ning galkannya meskipun hanya dengan meminum seteguk air. Karena sesung guhnya Allah  dan para malaikatNya bershalawat atas orangorang yang makan sahur.”

-Jangan mubazir dan berlebih-lebihan

Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Allah berfirman: “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-A’raaf : 31).

Sebagian kaum Muslimin menyediakan makanan yang beraneka ragam hanya untuk makan sahur. Kadangkala makanan itu busuk dan terbuang per cuma. Sikap seperti ini termasuk mubazir yang tidak terpuji. Ingatlah selalu ancaman Allah terhadap orang-orang yang boros dan mubazir.

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabb-nya.” (QS. al-Isra : 26-27).

-Dianjurkan agar mengakhirkan waktu sahur

Begitulah tuntunan sunnah nabi, Rasulullah selalu mengakhirkan waktu sahurnya hingga mendekati waktu terbit fajar, jarak antara selesai makan sahur dengan shalat Fajar sekitar bacaan lima puluh ayat dengan bacaan yang sedang. Zaid bin Tsabit  menceritakan bahwa ia pernah makan sahur bersama Rasulullah, Anas bin Malik bertanya kepadanya, “Berapa jarak antara adzan fajar dengan makan sahur? ”Beliau menjawab, “Jaraknya sekitar bacaan lima puluh ayat.” (Muttafaqun ‘Alaihi).

KEUTAMAAN MAKANAN SAHUR

Barakah dalam makanan sahur, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Daqiqil ‘Ied rahimahullah, mencakup kebaikan dalam perkara ukhrawiyah, berupa menegakkan sunnah Nabi yang dapat mendatangkan pahala bagi pelakunya, maupun kebaikan duniawi seperti kuatnya badan orang yang makan sahur dan berpuasa, dibandingkan dengan yang tidak makan sahur.

Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan dengan lebih detail lagi tentang berbagai kebaikan dalam makanan sahur, ditinjau dari berbagai sisi, sebagai berikut.

-Mengerjakan dan meneladani sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

-Menyelisihi ahli Kitab, berdasarkan hadits dari Amru bin Al Ash dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur” (HR. Muslim).

-Menguatkan badan orang yang berpuasa dalam melaksanakan ibadah.

-Menambah kekuatan agar semakin rajin beribadah.

-Menolak buruknya akhlaq yang dapat timbul akibat rasa lapar.

-Dapat menjadi sebab untuk bershadaqah kepada yang membutuhkan makanan sahur, atau dapat juga menjadi kesempatan untuk makan berjamaah (yang hal tersebut juga merupakan sunnah Nabi –pent).

-Menjadi sebab dzikir dan doa pada waktu terkabulkannya doa, waktu sahur juga dapat dimanfaatkan untuk menambah sholat malam.

-Waktu sahur dapat digunakan untuk berniat puasa, terutama bagi mereka yang sering lalai dan tidak berniat sebelum tidurnya.

Wallahu A'lam Bishowab. 

 

 

 


Back to Top