#IdulAdha1438H

Ini Hal-Hal yang Harus Dilakukan Para Pekurban

gomuslim.co.id- Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1438 H. Hari Raya terbesar kedua dalam Islam ini juga dikenal sebagai Idul Qurban. Karena, pada hari tersebut, tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah umat Islam melaksanakan ibadah kurban setelah menjalankan Shalat Id.

Kurban secara bahasa berasal dari Bahasa Arab “Qurban” yang artinnya dekat atau mendekatkan. Dalam Islam, kurban disebut dengan Udhhiyah atau Dhahiyyah yang secara harfiah berarti hewan sembelihan. Adapun hewan tersebut seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing.

Hewan-hewan ini disembelih pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah) sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setelah disembelih, hewan ini kemudian dibagi-bagikan kepada seluruh umat Islam di suatu daerah.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan muslim yang akan berkurban (pekurban). Berikut gomuslim telah merangkumnya dari berbagai sumber:

  1. Niat Baik

Niat yang baik sangat diperlukan pada setiap ibadah. Karena “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan bagi tiap-tiap seseorang ia akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud niat yang baik di sini adalah berkurban dengan ikhlas karena Allah SWT, mengharap pahala dari Allah semata, dan menjauhkan dari segala niat kotor yang dapat merusak keikhlasan tersebut. Allah SWT berfirman: Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, kurbanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-An’am: 162)

    2. Menyembelih Sendiri Atau Menyaksikan Langsung

Seorang yang ingin melaksanakan ibadah penyembelihan hewan kurban, disunnahkan untuk melakukannya sendiri secara langsung. Tentu saja dia harus mengerti dan tahu bagaimana cara menyembelihnya. Bila ternyata dia tidak menguasainya, maka boleh dilakukan oleh orang lain. Namun tetap disunnahkan untuk ikut menyaksikan penyembelihannya.

Namun bila berhalangan atau bila hewan itu dikirim ke tempat yang jauh dan tidak bisa ikut menyaksikan, penyembelihan itu tetap sah dan mendapatkan pahala. Disunnahkan bila seseorang menyembelih hewan kurban untuk mengucapkan: Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah , ini untuk (…nama pekurban)

      3. Mengikat Hewan Udh-hiyah

Mengikat binatang kurban beberapa hari menjelang ‘Idul Adha adalah sebagai bentuk syi’ar.

       4. Tidak Mencukur Rambut dan Memotong Kuku

Para ulama berbeda pendapat tentang tidak mencukur rambut dan memotong kuku bagi seorang yang sudah berniat untuk menyembelih hewan udh-hiyah.

Mazhab Al Malikiyah dan Asy Syafi’iyah menyebutkan bahwa hukumnya sunnah, maksudnya disunnahkan untuk tidak mencukur rambut dan tidak memotong kuku sampai selesai penyembelihan. Sedangkan mazhab Al Hanabilah mengatakan hukumnya wajib, maksudnya wajib menjaga diri untuk tidak mencuku rambut dan memotong kuku. Namun mazhab Al Hanafiyah malah mengatakan tidak ada dasar kesunnahannya.

Dasar kesunnahan atau kewajiban bagi penyembelih hewan udh-hiyah untuk tidak mencukur rambut atau memotong kuku adalah sabda Rasulullah SAW seperti yang sudah disampaikan haditsnya sebelum ini.

“Bila telah memasuki 10 (hari bulan Zulhijjah) dan seseorang ingin berqurban, maka janganlah dia ganggu rambutnya dan kuku-kukunya”. (HR. Muslim)

Sebagian ulama mengatakan bahwa hikmah dari tidak mencukur rambut dan memotong kuku adalah agar seluruh bagian tubuh itu tetap mendapatkan kekebalan dari api neraka.

Sebagian yang lain mengatakan bahwa larangan ini dimaksudnya biar ada kemiripan dengan jamaah haji. Sedangkan mazhab Al Hanafiyah berargumentasi bahwa orang yang mau menyembelih hewan udh-hiyah tidak dilarang dari melakukan jima’ atau memakai pakaian, maka tidak ada larangan atasnya untuk bercukur maupun memotong kuku.

     5. Menyembelih Hewan Kurban setelah Pelaksanaan Shalat Id

Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya pertama-tama yang akan kita kerjakan pada hari ini adalah melaksanakan shalat, lalu kita pulang dan menyembelih kurban. Siapa yang melakukannya maka ia benar-benar sesuai dengan sunnah kami. Sedangkan yang menyembelihnya sebelum pelaksanaan shalat Ied maka itu adalah daging biasa yang ia suguhkan kepada keluarganya, tidak temasuk kurban sama-sekali. (HR. Bukhari dan Muslim)

     6. Menghadapkan Hewan ke Kiblat

Jumhur ulama menyunnahkan ketika menyembelih agar hewan itu menghadap ke arah kiblat, dimana hewan itu dibaringkan dengan posisi lambung atau perut sebelah kirinya di bagian bawah.

Dasarnya adalah hadits nabi berikut ini:

Rasulullah SAW menyembelih di hari ‘Id dua ekor kambing, kemudian ketika sudah menghadap kiblat beliau membaca : Aku hadapkan wajahku dengan lurus kepada (Allah) yang menegakkan langit dan bumi. Dan Aku bukan orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalat, sembelihan, hidup dan matiku hanya untuk Tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya, dan Aku adalah orang yang pertama berserah diri. Dengan nama Allah, Allah Maha Bear. Ya Allah, sembelihan ini darimu dan dipersembahkan untukmu. (HR. Abu Daud)

     7. Membaca Basmalah

Mazhab yang mengatakan bahwa membaca basmalah ketika menyembelih hewan itu hukumnya sunnah adalah mazhab Asy Syafi’iyah.

Sedangkan selain mahzab tersebut, semua mengatakan hukumnya wajib. Membaca lafadz basmalah merupakan hal yang umumnya dijadikan syarat sahnya penyembelihan oleh para ulama. Dalilnya adalah firman Allah:

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan." (QS. Al an’am: 121)

Begitu juga hal ini berdasarkan hadis Rafi’ bin Khudaij bahwa Nabi SAW bersabda: “Segala sesuatu yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, silakan kalian makan” (HR.Bukhari)

Jumhur ulama seperti mazhab Al Hanafiyah, Al Malikiyah dan Al Hanabilah menetapkan bahwa membaca basmalah merupakan syarat sah penyembelihan. Sehingga hewan yang pada saat penyembelihan tidak diucapkan nama Allah atau diucapkan basmalah, baik karena lupa atau karena sengaja, hukumnya tidak sah. (Al Muqni’ jilid 3 hal. 540, Al-Mughni jilid 8 hal. 565)

     8. Bertakbir

Disunnahkan bertakbir ketika penyembelihan dilakukan, sebagai salah satu syiar dalam agama Islam. (njs/dbs)


Back to Top