Ini Panduan Shalat Safar, Jamak dan Qashar untuk Muslim Traveler di Perjalanan

gomuslim.co.id- Sebagian muslim pasti pernah melakukan sebuah perjalanan. Nah, dalam melakukan perjalanan ini, biasanya menempuh jarak yang cukup jauh sehingga menyita waktu yang cukup lama. Perjalanan ibadah haji misalnya. Namun meski sedang dalam perjalanan, umat Islam tetap wajib melaksanakan ibadah, khususnya shalat.

Dalam Islam, setiap muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat safar ketika melakukan sebuah perjalanan. Shalat sunnah safar ini alangkah lebih baik jika dilakukan setiap traveler muslim jika hendak berpergian jauh. Hal ini supaya setiap perjalanan yang dilakukan senantiasa bernilai ibadah dan diiringi dengan keimanan.

Berikut, gomuslim merangkum panduan shalat safar dan shalat-shalat yang biasa dilakukan ketika melakukan perjalanan (safar):

  1. Shalat Safar

Shalat safar adalah shalat yang dikerjakan ketika akan bepergian ataupun sepulang bepergian. Cara untuk mengerjakan shalat safar ini sama dengan shalat fardhu, baik itu dari gerakan, dan bacaannya. Perbedaannya utamanya hanyalah pada niat nya saja. Shalat safar pun bisa dilakukan dua rakaat atau bisa juga empat rakaat.

Niat shalat safar dua rakaat: Ushalli sunnatas safari rak’ataini Lillahi Ta’ala (Aku niat shalat sunat safar dua rakaat karena Allah Taála).

Niat shalat safar empat rakaat: Ushalli sunnatas safari arbaá raka’atin Lillahi Ta’ala (Aku niat shalat sunat safar empat rakaat karena Allah Taála).

Selanjutnya, membaca doa iftitah lalu diteruskan dengan membaca surat al Fatihah dan surat-surat lainnya. Prakteknya, sama seperti shalat fardhu yang biasa dilakukan.

Sebagai catatan, pastikan pakaian selalu bersih dan suci dari najis. Kemudian selalu jaga whudu supaya diri kita selalu dalam keadaan bersih.

Setelah selesai shalat safar, keluar dari rumah dan membaca doa. Bismillahi Tawakkaltu Alallahi, La Haula WaLaa Quwwata Illa Billah (Dengan menyebut mama Allah, aku berserah diri kepada-Mu, tiada daya upaya kecuali pertolongan Allah).

Apabila sudah di kendaraan, hendaknya membaca doa ini, Subhanalaladzi Sakharalanaa Hadzaa Wamaa Kunna Lahuu Muqriniin, Wa Inna Ilaa Rabbinaa Lamunqalibuun (Maha Suci Allah yang memudahkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami)

2. Shalat Jamak

Shalat jamak yaitu mengumpulkan dua shalat dalam satu waktu, seperti shalat dzuhur dilaksanakan pada waktu Ashar. Artinya, pada saat masuk waktu dzuhur ia tidak melakukan shalat dzuhur, akan tetapi dilakukan pada waktu ashar. Maka setelah masuk waktu ashar orang tersebut melakukan shalat dzuhur lalu melakukan shalat ashar

Adapun shalat-shalat yang bisa dijamak yaitu shalat dhuhur dijamak dengan shalat ashar dan shalat maghrib dijamak dengan shalat isya. Sedangkan sholat subuh tidak bisa dijamak dengan shalat apapun.

Sholat Jamak terbagi 2. Pertama, Jamak Taqdim yaitu  mengumpulkan 2 waktu shalat pada waktu shalat yang pertama. Misalnya, menjamak shalat dhuhur dan ashar di waktu shalat dzuhur. sholatnya masing-masing 4 rakaat.

Niat Jamak Taqdim: "Saya berniat sholat zuhur empat rakaat dijamak dengan Ashar dengan jamak Taqdim menghadap kiblat Fardu karena Allah Ta'ala"

Kedua, Jamak Takhir yaitu mengumpulkan 2 waktu shalat pada waktu shalat yang terakhir. Misalnya, menjamak shalat maghrib dengan shalat isya di waktu shalat Isya.

Niat Jamak Takhir: “Saya berniat sholat maghrib dijamak dengan isya dengan jamak Takhir menghadap kiblat Fardu karena Allah Ta'ala"

3. Shalat Qashar

Shalat Qashar yaitu menjadikan shalat yang berjumlah 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Seperti Shalat dzuhur, ashar dan isya. Sedangkan shalat maghrib dan shubuh tidak bisa diqashar.

Shalat Jamak dan Qashar

Sholat jamak dan qasar artinya shalat yang boleh untuk kita jamak dan kita qashar sekaligus. Misalnya, mengumpulkan sholat dzuhur dengan sholat ashar pada waktu ashar (dijamak dan diqasar masing-masing menjadi 2 rakaat). Jadi saat masuk waktu ashar, kita lakukan sholat dzuhur 2 rakaat kemudian sholat ashar 2 rakaat.

Syarat-syarat seseorang boleh melakukan sholat jamak dan qasar:

  1. Musafir perjalanan melebihi 81 KM
  2. Tidak niat bermukim melebihi 4 hari.
  3. Tidak berimamkan imam yang sempurna rakaatnya.
  4. Masih dalam musafir ketika mengerjakan sholat.
  5. Perjalanan tidak bertujuan melakukan maksiat.
  6. Mengetahui destinasi yang dituju.

Wallahua’lam bi shawab

(njs/foto:rumahsyo)

Sumber : Hasan bin Ali as-Saqqaf. 2004. Shalat Seperti Nabi: Petunjuk Pelaksanaan Shalat Sejak Takbir Hingga Salam. Bandung: Pustaka Hidayah


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top