Ini Delapan Ibadah Sunnah yang Bisa Dilakukan Muslimah Saat Haidh

gomuslim.co.id- Haidh adalah darah yang keluar dari rahim dinding seorang perempuan apabila telah menginjak masa baligh. Haid ini dijalani oleh seorang perempuan pada masa-masa tertentu, paling cepat satu hari satu malam dan paling lama 15 hari. Sedangkan yang normal adalah 6 atau 7 hari.

Apabila seorang perempuan hamil, dengan izin Allah, maka darah haid berubah menjadi makanan bagi bagi yang tengah berada di dalam kandungannya. Oleh sebab itu, perempuan yang sedang hamil tidak mengalami masa haid. Setelah melahirkan, dengan hikmah-Nya, Allah merubahnya menjadi air susu yang merupakan makanan bagi bayi yang dilahirkan.

Karena itu, sedikit sekali dari kaum perempuan menyusui yang mengalami masa haid. Setelah selesai masa melahirkan dan menyusui, maka darah yang ada tidak berubah serta tetap berada pada tempatnya, yang kemudian secara normal kembali keluar pada setiap bulannya, yaitu berkisar antara 6 atau 7 hari (terkadang lebih atau kurang dari hari-hari tersebut).

Dalam menjalani masa haid ini, perempuan dikelompokan menjadi tiga kategori, yaitu; perempuan yang baru menjalani masa haid, perempuan yang telah terbiasa menjalaninnya dan perempuan yang mengalami keluarnya darah istihadhah.

Perempuan yang sedang menjalani masa haid dilarang mengerjalan sholat, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah:

“Apabila datang haidmu, maka tinggalkanlah sholat”. (Muttafaqun Alaih)

Saat mengalami masa haid, perempuan dilarang dalam beribadah sholat, membaca Alquran dengan mushaf, puasa, beribadah haji dan berbagai kebiasaan ibadah lainnya. Namun, hal ini bukan menjadi penghalang dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh pahala. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, ada banyak ibadah yang dapat diamalkan.

gomuslim telah merangkum delapan amalan yang boleh dilakukan perempuan meski sedang menjalani masa haid dan nifas;

1.      Mencukur Rambut dan Memotong Kuku

Ahli fiqh Mazhab Syafi'iyah secara tegas memperbolehkan kaum perempuan yang haid atau nifas memotong kuku, mencukur bulu ketiak/ kemaluan, dan seterusnya. Tak ada keterangan jika melakukan hal-hal tersebut akan berdampak buruk di hari berbangkit nanti. Demikian diterangkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj (4/56).

2.      Memperbanyak Istighfar Memohon Ampun Kepada Allah

Memperbanyak dzikir dan berdoa sebanyak-banyaknya, juga bisa membaca ayat Alquran dengan niat untuk berdzikir atau berdoa seperti membaca basmalah, ayat kursi, falaq bin Nas (Al-falaq, An-Nas dan Al-Ikhlas), dan ayat lain yang tujuan membacanya tidak lain hanyalah untuk dzikir dan berdoa.

3.      Membaca Alquran Tanpa Menyentuh Mushaf Alquran 

Bagi perempuan yang sedang menghafal Alquran, atau seorang santriwati yang sedang pelajari masalah Alquran Hadist. Membaca Alquran ini pada zaman sekarang bisa digantikan lembaran mushaf Alqurannya dengan ponsel yang ada konten Alqurannya.

   4.   Mengamalkan Sholawat Nabi

 

Kelak di yaumil akhir, sholawat nabi akan memberikan banyak syafaat nabi maka perbanyaklah membaca sholawat. Adapun sholawat yang biasa dibaca antara lain; sholawat nariyah, sholawat nur buwat, sholawat badar dan lain sebagainya.

5.   Memberi Shodaqoh

Ketika ibadah yang biasa dilakukan sedang tidak bisa dikerjakan. Maka beramal jariyah/shodaqoh kepada orang-orang yang sedang membutuhkan sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang mengalami masa haid.

 6.   Mengikuti Kajian dan Mendengarkan Tausyiah

Selagi tidak membaca Alquran dengan memegang mushafnya, ataupun masuk ke dalam masjid. Perempuan yang sedang mengalami masa haid diperbolehkan mengikuti kajian atau mendengarkan tausiah. Jika masih menganggapnya ragu mendengarkan tausyiah melalui media televisi, radio, internet dan lain sebagainya juga baik dilakukan untuk mengisi waktu luang yang berfaedah.

7.   Menyiapkan atau Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Saat bulan Ramadhan tiba, ketika perempuan mengalami haid, menyiapkan atau memberi makanan untuk keluarga atau orang lain berbuka puasa Ramadhan atau sunnah adalah perbuatan yang dianjurkan karena akan menambah pahala perempuan yang haid meskipun tidak berpuasa.

   8.   Membantu Pekerjaan Rumah

Melakukan aktivitas pekerjaan rumah tangga serta membantu dalam memenuhi keperluan keluarga adalah hal yang dianjurkan selama menjalani masa haid. Karena membantu pekerjaan rumah menjadi salah satu pahala pengganti ibadah yang selama ditinggalkan selagi masa haid. (nat/dbs/foto:alimancenter)

     

 


Back to Top