#PersembahanUntukSangNabi: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H

Rasulullah Muhammad SAW dan Islam Menghilangkan Jahiliyah

gomuslim.co.id- Bangsa jahiliyah merupakan sebutan untuk negeri-negeri pra Islam. Ketiadaan agama penuntun umat, menjadikan rakyatnya tersesat. Adapun agama yang ada kala itu sudah tercampuri oleh akal manusia yang terbatas. Keorisinalitasan agama samawi sudah tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Keadaan tersebut berlangsung lama hingga Nabi Muhammad Saw diutus di tengah-tengah umat. Tujuannya hanya satu menjadikan penghambaan umat hanya pada Allah semata bukan kepada selain-Nya. Hal ini wajar dilakukan karena konsep ketuhanan yang ada sudah sangat menyimpang dari kebenaran.

Di kerajaan Romawi misalnya konsep ketuhanan adalah trinitas, yaitu menjadikan Allah bagian dari yang tiga. Di kerajaan Persia terdapat dua tuhan, Ahuramadza (Tuhan kebaikan) dan Ahriman (Tuhan kegelapan). Di tanah Arab sendiri menganut paham politeisme (banyak tuhan). Dan ini lah yang hendak dirubah oleh Nabi Muhammad Saw.

Dalam perjalanan dakwahnya Muhammad Saw membawa risalah Islam. Risalah ini yang akan mengganti peribadatan dan budaya yang amoral, dengan ajaran Islam yang bersandar pada wahyu semata. Ajaran paganisme, trinitas, dan politeisme jelas akan tersingkir. Ini membuat Romawi dan Persia –yang kala itu memimpin dunia- menjadikan Islam sebagai ancaman yang nyata. Dua kekuatan besar ini, menjadi tameng bagi penyebaran dakwah Islam di tengah-tengah umat.

Keberhasilan Muhammad Saw dan Islam

Dakwah Muhammad Saw relatif singkat jika dibandingkan dengan usianya. Namun singkatnya dakwah tersebut, tidak menjadikan dakwahnya gagal. Justru dakwah Islam menunjukkan bukti-bukti keberhasilannya.

Syeikh Taqiyuddin dalam kitabnya yang berjudul an-Nidzom al-Islamiyah, menjelaskan dua keberhasilan Muhammad Saw dan Islam di tengah-tengah Jazirah Arab yaitu: Pertama, berhasil mengubah bangsa arab menjadi bangsa yang memiliki pemikiran cemerlang sekaligus menyatukan bangsa Arab dari fanatisme kesukuan. Kedua, menjadikan bangsa Arab sebagai pemimpin peradaban dunia dengan kemajuan ilmu dan teknologinya saat itu.

Adapun, sebab keberhasilan dakwah Islam di Jazirah Arab, dengan menjadikannya sebagai qiyadah fikriyah (kepemimpinan berfikir) yaitu ketundukkan akal manusia hanya kepada Islam. Islam tidak hanya dijadikan sebagai agama saja, melainkan sebagai pandangan hidup sekaligus tujuan hidup.

Akal manusia bukanlah sumber dari penentuan hukum, melainkan hanya alat untuk menggali objek yang akan dihukumi. Ini menjadikan ketundukan utama manusia di dunia hanyalah kepada syariat Islam yaitu syariat yang dibawa oleh Muhammad Saw. Bukan ketundukan atas dasar suara mayoritas rakyat yang berkembang seperti saat ini.

Begitupun dalam sejarahnya, kecemerlangan Islam dalam memimpin peradaban dunia disebabkan karena terikatnya umat muslim kepada Islam. Islam tidak pernah disekulerisasi dalam perannya. Islam hidup bersama umat dalam menjalankan kehidupan. Bahkan Islam diterapkan hingga pada batas negara.

Kejahiliyahan pada umat disebabkan karena tidak adanya petunjuk dari yang Mahabenar. Walaupun umat kala itu juga berlaku jahiliyah –dan tidak bisa dibenarkan juga-, namun ketiadaan wahyu menjadikan hal tersebut pasti terjadi. Anehnya saat ini, dikala wahyu sudah datang dan dikala sejarah telah mencatat keberhasilannya, justru umat muslim meragukan peran Islam dalam kehidupan.

Sekulerisasi kehidupan menjadikan Islam hanya sebatas agama ritual. Perannya dalam masyarakat dan negara tidaklah kentara. Hanya pada bidang tertentu dan terkesan untuk kalangan tertentu saja. Tidak bisa dinikmati oleh kalangan lain. Sebagai contoh adalah hukum peradilan. Hukum peradilan yang terdiri dari hukum perdata dan pidana, pada aspek ini hanya hukum perdata saja yang diatur dengan Islam.

Padahal Islam mengatur keduanya. Sekulerisasi di bidang peradilan ini menandakan Islam sebagai agama mayoritas namun minoritas dalam penegakkannya. Dan ini menjadi satu bentuk kejahiliyahan gaya baru. Maka untuk menghilangkan sifat jahiliyah pada tubuh umat, perlu menjadikan ajaran Muhammad SAW yaitu Islam menjadi satu pandangan hidup yang tidak boleh dipisahkan pada setiap aspeknya.

 

Penulis: Budi Santoso, Mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor

*Pemenang Sayembara Menulis #PersembahanUntukSangNabi

            

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top