Menikmati Wisata Ramah Muslim dan Edukasi Berbasis Alam di Ecomarine Mangrove Muara Angke

gomuslim.co.id- Bagi kamu penikmat wisata alam dan menyukai hutan mangrove, belum lengkap rasanya jika belum mengunjungi Kawasan Hutan Mangrove Ecomarine yang terletak di Muara Angke, Jakarta Utara. Lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Kaliadem di Muara Angke. Namun, untuk mencapai ke lokasi, pengunjung harus melewati perkampungan warga padat penduduk yang mayoritas adalah pemecah kerang hijau dan ikan asin.

Hal ini menjadi sensasi tersendiri bagi pengunjung untuk sampai ke tempat yang asri dan memanjakan mata. Tidak sampai berjalan setengah jam, suasana bau amis khas pesisir mendadak hilang ketika memasuki kawasan seluas 1,5 hektar itu.

Kini, kawasan hutan mangrove Ecomarine berhasil dipenuhi sekitar 27.000 pohon mangrove, padahal siapa sangka, awalnya kawasan itu pernah dipenuhi sampah selama bertahun-tahun. Bahkan, pada awal 2018 lalu, ketika ada angin barat. Hampir sebagian pesisirnya penuh tumpukan sampah. Namun, ketika sempat viral di media, Pemprov DKI Jakarta bersama pasukan orange Dinas Lingkungan Hidup (DLH Jakarta) melakukan aksi bersih-bersih sampah dan kini lahan tersebut ditanami ribuan bibit mangrove yang menjadi sabuk hijau (greenbelt) pelindung daratan Muara Angke.

Fasilitas wisata outdoor di Ecomarine cukup memadai dan ramah Muslim. Terdapat trekking mangrove, saung bambu yang nyaman, toilet, perpustakaan mini, dan tentunya mushola untuk menunaikan sholat.

Pemandangan di sini juga tidak kalah indah, pengunjung dapat menikmati pemandangan lepas pantai yang tenang dan dipenuhi burung-burung endemik pesisir seperti Dara Laut, Kokokan, Blekok Sawah, dan Kuntul Putih.

Biasanya, kumpulan burung-burung mencari makan di pinggiran lahan mangrove yang baru di tanam, karenakan terdapat banyak sumber makanan seperti ikan-ikan kecil, udang, dan kerang.

Bagi pengunjung yang hobi selfie, tempat ini menawarkan background alam yang asri. Pengunjung dapat berswa foto dengan latar belakang mangrove dan laut yang eksotis. Selain itu, kawasan Ecomarine juga menawarkan edukasi ekologi hutan mangrove.

Seperti yang terlihat di sisi trekking, terdapat papan informasi mengenai keanekaragaman hayati atau koleksi jenis mangrove. Sekitar 4 jenis yang mendominasi, di antaranya jenis Bakau (Rhizopora mucronata), Pidada (Sonneratia casseolaris), Api-api (Avicennia marina), Palmae (Nypha fruticans) dan jenis lainnya.

Awalnya, sang pencetus Kawasan Ecomarine, almarhum Risnandar tidak menyangka akan berkembang menjadi wisata seperti sekarang ini. Bersama Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA), semula ia hanya sekedar iseng menanam 200 bibit di tahun 2008, kemudian pada 2010 mulai bekerjasama dengan sebuah perusahaan pembangkit listrik yang lokasinya tak jauh dari lokasi kawasan Ecomarine.

Selain menjadi destinasi wisata alam alternatif, kawasan hutan mangrove Ecomarine juga memberi dampak ekonomis bagi warga sekitar. Ibu-ibu di sana dilibatkan dalam mengolah buah mangrove jenis Pidada.

Produk olahan mangrove meliputi dodol, selai, dan sirup yang memiliki rasa asam khas buah Pidada. Bahkan, beberapa jenis produknya sudah keluar izin Pangan Industi Rumah Tangga (PIRT) dan halal.

Tak hanya itu, di sini juga terdapat kolam budidaya ikan gurame dengan teknik silvofishery, yakni tambak ikan yang dipadukan dengan penanaman mangrove di bagian tengah tambak. Tujuannya selain upaya mitigasi perubahan iklim, juga menjadi nilai tambah hasil panen tambak, sehingga pengelola mendapat penghasilan tambahan dari hasil menjual ikan di Pasar Ikan Muara Angke.

Mangrove di Kawasan Hutan Mangrove Ecomarine selain sebagai sabuk hijau atau penghadang gelombang laut, pencegah abrasi dan perangkap sedimentasi. Juga bermanfaat bagi biota laut mencari makan, bertelur, dan berpijah, sehingga ekosistem di pesisir Muara Angket dapat terjaga.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi menanam mangrove, pengelola kawasan hutan menyediakan bibit mangrove yang siap untuk ditanam. Kawasan ini tak hanya menawarkan konsep wisata, namun juga menawarkan konsep ekologi yang sejatinya menjadi standar di setiap tempat wisata berbasis alam di seluruh Indonesia.

Penasaran? yuk kunjungi kawasan hutan mangrove Ecomarine, Muara Angke. Tempat wisata edukatif berbasis alam di Pesisir Jakarta. (nat)


Back to Top