Shin Ramyun

Tak Perlu Khawatir, Kini Mie Instan dari Negeri Ginseng Resmi Bersertifikat Halal

gomuslim.co.id- Makanan khas Korea kini semakin digemari masyarakat Indonesia seiring dengan berkembangnya trend musik Korea atau K-Pop dan drama Korea yang menampilkan adegan makan mie ramen instan.

Permintaan akan mie ramen instan di Indonesia kian menjadi trend masyarakat, khususnya anak muda yang menyukai drama korea. Namun kekhawatiran akan mie instan ramen bersertifikat halal menjadi masalah para pecinta mie ramen. Tapi kini ramen instan merek Ramyun sudah ada yang bersertifikat halal dan populer di kalangan muslim dunia.

Nongshim termasuk salah satu pemimpin dalam produksi mie instan di Korea Selatan. Mereka membuat beragam varian produk mie instan yang digemari masyarakat setempat. Begitu juga ramyun halal untuk pasar muslim yang mendapat sertifikat sejak 2011.

Shin Ramyun termasuk di antaranya yang hadir sejak 1986, produk berkuah merah pedas ini jadi ramyun favorit di Korea. Penjualannya juga paling tinggi sepanjang masa dibanding ramyun lain. Ekspor Shin Ramyun dilakukan ke berbagai negara. Produk Shin Ramyun halal diekspor ke 40 negara muslim seperti Qatar, Arab Saudi dan UEA.

Menurut Nongshim pada 3 Agustus lalu, ekspor 14 produk ramyun bersertifikat halal termasuk Shin Ramyun, pada kuartal pertama tahun ini mencapai $2,8 juta (Rp 36,7 milyar). Jumlahnya naik 33 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ini jadi angka kuartal terbesar sejak ekspor pertama tahun 2011, sebut publikasi Business Korea.

Ekspor produk ramyun halal dari Nongshim memang mengalami peningkatan dalam 4 tahun. Naik dari $700.000 (Rp 9,1 milyar) tahun 2011 jadi $4,5 juta (Rp 58,9 milyar) pada 2015. Menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan dari 30 persen jadi 70 persen. 

Sementara, ekspor kumulatif dari Januari ke Juni tahun ini berjumlah $14,4 juta (Rp 188,7 milyar) yang setara dengan 930.000 kotak isi ramyun atau hampir 28 juta bungkus ramyun. Nongshim berharap nilai ekspornya bisa melebihi $6 juta (Rp 78,6 milyar) pada akhir tahun jika tren saat ini terus berlanjut, tambah laporan Business Korea.

Peningkatan ekspor Shin Ramyun sebagian besar karena Nongshim melakukan strategi pemasaran agresif sebelum Ramadan lalu. Sebab biasanya muslim sudah membeli sejumlah besar makanan sebelum masuk bulan puasa.

Nongshim sendiri membangun fasilitas produksi khusus makanan halal di pabrik Busan pada April 2011. Tujuannya untuk masuk ke pasar makanan bersertifikat halal. "Shin Ramyun Halal Tanpa Daging" jadi produk unggulan yang mengandung protein biji-bijian, bukan turunan bahan dari daging. Pada produk ini,  Nongshim memberi perhatian khusus pada peralatan sanitasi individual karyawan dan menu makanan di kafetaria pabriknya. Supaya dapat lolos prosedur sertifikasi halal yang cukup rumit.


Perusahaan ini sekarang memiliki 14 jenis produk bersertfikat halal. Seperti Shin Ramyun Halal Tanpa Daging, Ramyun Kentang, Ramyun Soon dan Ramyun Sayuran.

Agar mudah dinikmati masyarakat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam, beberapa produk makanan Korea akan diberi sertifikasi halal meskipun memang tidak semua makanan Korea yang masuk ke Indonesia terbuat dari bahan-bahan yang halal.

“Belum tentu semua produk Korea yang masuk itu halal karena sertifikasi halal itu kan pilihan, kalau mau yang pasti halal cek yang ada label halalnya,” ujar Tetty Helfery Sihombing, selaku Direktur Standarisasi Produk Makanan BPOM.

Meskipun masih dalam proses pengecekan dan sertifikasi label halal terhadap beberapa produk makanan Korea yang masuk ke Indonesia, namun pihak produsen makanan Korea mengaku sudah memiliki cukup banyak produk makanan halal.

“Saat ini kita sudah ada sekitar 500 produk jenis makanan yang halal, tapi yang baru disertifikasi halal di Indonesia baru ada 10 saja. Dan kebanyakan merupakan makanan yang sudah diproses atau bisa dibilang makanan instan,” ujar Jae Su Kim President aT Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation.

“Beberapa jenis makanan yang sudah dapat serfitikasi halal adalah kimchi, rumput laut, mie instant, tteokbokki instant, dan makanan ringan,” lanjut Jae Su Kim.

Bisnis K-Food atau makanan Korea saat ini di Indonesia memang sedang dikembangkan, tidak hanya dilihat dari banyaknya restoran yang menyajikan makanan Korea, tapi juga masuknya produk makanan halal khas negeri Ginseng tersebut. Kini, aneka pilihan rasa mie instant Shin Ramyun ini bisa Anda temui di berbagai mini market sampai toko online di Indonesia. (nat/dbs)


Komentar

  • Agmi

    2 April 2017

    Nongshim shin ramyun tanpa lebel halal?

    Nongshim mengklaim sdh sertifikasi halal dr 2011,lalu bagaimana dgn yg beredar tanpa label halal..sudahkah trmsk halal atau belum contoh yang gourmet spicy?? Tks...


    Reply






















Tulis Komentar


Back to Top