Aa Gym: Sarjana Teknik Jadi Pendakwah Mahir Wirausaha

Jakarta, (gomuslim). Di bulan Ramadhan 2016 ini, netizen dihebohkan kabar Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym wafat, lalu muncul vedio Aa memberikan tausiyah sambil berbaring lemas dari dalam sudut masjid. Di dalam video yang berdurasi sekitar 10 menit itu, Aa memberikan banyak wejangan-wejangan untuk mengarungi hidup dengan penuh rasa syukur atas segala nikmat yang Allah SWT berikan.

“Saudara-saudarku sekalian, andai setiap nafas harus menggunakan oksiken begini (sambil memperagakan) ini harga tabung ini Rp.45.000 hanya cukup untuk 2 jam, tapi setiap saat kita diberikan udara yang gratis, sayang sekali kalau kita bernafas tidak sampai syukur kepada Allah. Benar-benar setiap nafas itu adalah karunia yang tidak ada bandingannya, kurang sedikit saja oksigen ditubuh ini, maka kepala akan menjadi pusing, otak tidak bisa berfikir tubuh menjadi dingin beberapa menit saja kita kehilangan oksigen, maka berakhir hidup kita. Maka nafaslah dengan penuh rasa syukur, alhamdulilah, fabiayyi alaa irabbikuma tukadzziban (maka nikmat tuhan yang manakah yang kamu dustakan)” begitu kurang lebih isi tausiyah Aa Gym yang sedikit membuat merinding tersebut.

 

Pendidikan

Pria yang akrab disapa Aa Gym atau Abdullah Gymnastiar dahulu adalah pemuda tangguh putra dari pasangan seorang tentara berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) bernama Hj. Engkus Kuswara dan Ny. Yeti Rohayati yang sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Jendral Ahmad Yani, Bandung. Selain itu, ia juga pernah menimba ilmu di PTKSI Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jurusan Teknik Elektro, D-3 PAAP (Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan). Adapun ilmu agamanya ia dapati di Pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manjonjaya, Tasikmalaya.

Peraih penghargaan People Of The Year di bidang agama versi Koran Sindo ini lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 29 Januari 1962.  Ketika masa muda dahulu, Aa adalah pemuda yang dikenal disiplin dan religius namun tetap demokratis berkat didikan dari ayah yang juga terkenal disiplin sebagaimana seorang militer perwira angkatan darat pada umumnya. Namun, yang paling menonjol sewaktu masa mudanya adalah kecakapannya dalam berdagang.

Kegemarannya dalam berdagang telah membuka jalan kepadanya untuk menjadi pelopor pembuatan stiker-stiker barsablon yang menunjukkan kekuatan dan keindahan Islam. Selain bergelut dengan stiker, ia juga banyak bergelut botol minyak wangi. Seluruh hasil kerja Aa Gym akhirnya membuahkan hasil, dia kemudian dapat membeli 1 unit mobil angkutan kota (angkot) dan kadang-kadang dia yang menjadi supirnya. Jika ada acara wisuda, dia menjual baterai dan film, selain itu juga kadang-kadang dia mengamen dari satu rumah makan ke rumah makan lainnya. Tujuannya pun bukanlah mencari uang, melainkan berlatih untuk membiasakan diri berhadapan dengan orang lain.

 

Karir Sebagai Pendakwah

Bermodalkan pendidikan agama sejak kecil, menimba ilmu agama Ponpes Manjonjaya, serta belajar ilmu laduni di bawah bimbingan anjengan Jujun Junaedi di Garut pada periode 80-an, plus belajar mengenai hidup melalui guru yang juga adiknya, Agung Gunmartin, Aa kemudian tak canggung untuk masuk dalam pergulan Islami. Termasuk tergabung dalam perkumpulan Islam. Salah satunya ialah  lembaga Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW). Dari situlah kemudian jalannya menjadi dai kondang dan pengusaha semakin terang.

Dengan bermodalkan Rp. 100 juta, Aa Gym akhirnya berhasil mendirikan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT) di rumah orang tua Aa Gym yang kemudian pindah lokasi ke Jalan Gegerkalong Girang 38 yang awalnya berupa rumah pondokan dengan 20 kamar, bersama dengan rekan-rekan dari Lembaga Keluarga Mahasiswa Islam (KMIW), pada tahun 1990 silam dan Aa ditunjuk sebagai menjadi ketua Yayasan Darut Tauhid oleh para jemaah. Ide pembentukan DT sendiri terilhami oleh keberhasilan gerakan Al-Arqom dari Malaysia yang sukses mengembangkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara Islami. Dengan perbedaannya DT tidak bersifat eksklusif seperti Al-Arqom tetapi terbuka untuk semua orang.

Selanjutnya, Yayasan tersebut terus diadakan perombakan besar-besaran hingga akhirnya dibangun menjadi gedung permanen berlantai tiga. Lantai satu digunakan untuk kegiatan perekonomian, lantai dua dan lantai tiga dijadikan masjid. Lanjut lagi dengan hadirnya Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) DT untuk menopang dakwahnya, kemudian kantor yayasan, kediaman pemimpin pondok, Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), ruang pertemuan, ruang produksi konveksi, gudang, dan kamar para santri. Hingga pada akhirnya di tahun 1997 Gedung Kopontren empat lantai di seberang masjid ini digunakan untuk kantor Baitul Mal wat-Tamwil (BMT), penerbitan dan percetakan, swalayan dan mini market, warung telekomunikasi, dan lainnya.

Perjuangan dakwah Aa bersama DT kemudian berhasil memiliki Radio Ummat yang mengudara sejak 9 Desember 1999, mendirikan CV House and Building (HNB), PT MQs (Mutiata Qolbun Salim), PT Tabloid MQ, Asrama Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun Gedung Serba Guna, seluruh aset ini diperkirakan bernilai 6 miliar rupiah.

Puncaknya yakni pada tahun 2002, Aa Gym tercatat telah memiliki 15 usaha penerbitan yang telah menerbitkan 32 judul buku dan lusinan kaset serta VCDnya sebagai media menyebarkan dakwahnya. Aa Gym juga tercatat menerima 1.200 undangan untuk menjadi pembicara setiap bulannya dengan tarif siarnya untuk berdakwah yang mencapai USD 100.000 per jam pada bulan Ramadhan, dan penampilannya menjadi rebutan stasiun-stasiun TV.

Usaha lainnya yang ia miliki adalah penyiaran radio, studio mini televisi, dan usaha media lainnya termasuk kantor situs-situs web, koperasi supermarket, masjid dan pesantren berkapasitas 500 santri, dua panti asuhan, rumah persinggahan untuk menampung pengunjung yang datang, serta penyelenggaraan seminar-seminar pelatihan manajemen yang tarifnya mencapai USD 200/orang.

Saat ini, meskipun dalam kondisi masih terbaring lemah dan sudah masuk dalam fase pemuilihan, Aa Gym memfokuskan dakwahnya untuk Ponpes yang dipimpinnya. Selain itu, beliau juga terus berdakwah melalui kata-kata mutiara yang dikirimkan kepada orang-orang yang sudah masuk database dalam daftar penerima sms kata-kata mutiara dari Aa.

Lebih dari itu, ia juga terus berkarya dan berdakwah melalui tulisan, suaranya, hingga sosmednya yang senantiasa diburu dan dirindukan pada setiap postingan-postingannya dengan jumlah followers mencapai hampir 350rb dengan jumlah likes mencapai 3rb-an di setiap postingannya.

 

Keluarga

Sibuk berdakwah bukan berarti melalaikannya dari kewajibannya bersama keluarga. Dai yang terkenal hobi mengendarai motor besar Kawasaki Eliminator hitamnya kesayangannya ini, dari pernikahannya dengan Ninih Muthmainnah Muhsin (cucu dari KH. Moh Tasdiqin –pengasuh pondok pesantren Kalangsari, Cijulang, Ciamis Selatan-) Allah mengaruniakan enam orang anak yakni; Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari, Ghina Raudhatul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fathimah dan Ghaza Muhammad Al-Ghazali. Anak-anaknya tersebut dididik dengan penuh disiplin dan religius, tetapi tetap dalam suasana demokratis, sebagaimana ia didik dengan model seperti itu oleh ayah dan ibunya. Adapun pernikahannya dengan Elfarini Eridani ia hanya dikarunia satu orang anak bernama Muhammad Ghaisan Diyya Addien.

Keluarga besarnya ini yang dikaruniakan kepadanya ini rupanya telah mengalahkan pencapaian ayahnya yang hanya dikarunia empat orang anak, yakni Abdurrahman Yuri, Agung Gunmartin, dan Fathimah Genstreed, serta dirinya. Dalam lingkungan keluarganya, Aa Gym tampaknya berusaha menciptakan suasana yang enak dan egaliter agar istri dan anak-anaknya dapat mengoreksi dirinya secara terbuka dan ikhlas. Seperti yang dituturkan oleh Aa Gym sendiri bahwa seminggu sekali biasanya dia mengumpulkan seluruh anggota keluarganya dan meminta mereka supaya menilai dirinya yang sangat ampuh untuk menghindari dari sikap anti kritik.

Aa Gym kemudian berusaha melebarkan proses penilaian diri kepada kalangan santri, orang-orang yang ada di sekelilingnya dan para tetangga yang sehari-hari amat dekat dengannya. Mereka diminta agar terus-menerus mengoreksi dirinya agar supaya tetap berada di jalur yang benar dengan cara apapun. Aa Gym yakin bahwa semakin dirinya dapat dibuat terbuka dan dapat menerima kritikan orang lain tanpa kedongkolan atau kejengkelan, maka kemampuan dirinya akan semakin membaik dari hari ke hari.

Kini, dai religius nan cerdas dalam membentuk sebuah kerajaan Islam tengah dalam masa-masa gentingnya ketika ia harus berjuang sendiri untuk dirinya agar mampu bangkit dari penyakit yang dideritanya. Sesungguhnya, dari animo masyarakat yang tinggi terhadap pemberitaan tentang dirinya, menandakan bahwa umat rindu dengan model pembawaan tausiyahnya yang lembut dan tak sekalipun dengan nada yang tinggi, sebagaimana orang Priangan pada umumnya yang terkenal ramah dan halus dalam bertutur kata. Wallahu ‘alam. (alp/dbs)

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top