Raja Abdul Aziz al-Saud, Perancang Sistem Keamanan Haji Modern

(gomuslim). Haji tempo dulu dalam catatan sejarah diwarnai dengan 'ketakutan' dalam perjalanan antar daerah seperti Jeddah, Mekkah dan Madinah. Untuk mencapai dua kota suci itu, seorang jemaah harus menunggu rombongan besar beriringan dengan pengawalan ketat pasukan, sebab saat itu masih sering terjadi pembegalan yang dilakukan oknum badui gurun. Namun pelan dan pasti soal keamanan haji direformasi total sehingga tidak pernah lagi ada laporan pembegala jemaah haji di perjalanan antar kota suci. Bagaimana itu terjadi, dan siapa aktor intelektual di balik sukses jaminan keamanan haji itu? Berikut ulasannya.

Negara Arab Saudi merupakan destinasi umat Muslim seluruh dunia dalam tiap tahunnya, karena di negeri inilah terletak dua Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah yang setiap tahun selalu dikunjungi oleh jutaan manusia saat ini. Perkembangan negara yang kaya minyak ini begitu pesat dan dengan perkembangan itu pun  berdampak pada perkembangan infrastruktur Masjid Haramain (Masjid Haram dan Masjid Nabawi). Perluasan area ibadah jemaah haji itu tidak terlepas dari faktor keamanan jemaah yang datang ke sana untuk menunaikan ibadah haji.

Sejatinya Hijaz (kawasan yang sekitar Mekkah dan Madinah) dan Najed (kawasan sekitar Riyad, Arab Saudi), merupakan daerah lembah dan padang pasir. Sebelum Kerajaan Arab Saudi berdiri, area tersebut merupakan area yang rawan, sering terjadi tindakan kriminal yang menyasar ke jemaah, lantas setelah berdirinya Kerajaan Arab Saudi maka hal-hal negatif seperti itu berkurang seiring makin kuatnya kontrol kerajaan, bahkan pengawasan ketat bagi jemaah haji saat ini tetap dilakukan oleh otoritas terkait di negeri itu.

Keamanan Hijaz dan Najed tentunya berdampak positif bagi umat Muslim yang hendak menunaikan ibadah haji maupun umrah. Untuk itu  ada hal yang perlu menjadi perhatian kita bahwa terwujudnya keamanan tersebut tidak terlepas dari peran pemimpin dalam menerapkan sistem keamanan bagi pengunjung Mekkah dan Madinah. Sosok pemimpin yang memiliki jasa terhadap keamanan kota dan negara khususnya terhadap tamu Allah tersebut adalah Raja Abdul Aziz pembentuk Negara Arab Saudi. Berikut ini adalah ulasan tentang sosok beliau serta prestasi kerja yang pernah diraihnya selama menjalankan pemerintahan.

Perjuangan dan Perintisan Kerajaan Arab Saudi

Abdul Aziz  bernama lengkap Abdulaziz ibn Abdul Rahman ibn Faisal ibn Turki ibn Abdullah ibn Muhammad Al Saud namun ia lebih dikenal dengan sebutan Raja Abdul Aziz. Beliau lahir di Riyad, adapun mengenai tanggal kelahiran terjadi perbedaan pendapat di kalangan para sejarawan  ada yang menyatakan bahwa beliau lahir pada tahun 1890 ada pula yang mengatakan bahwa beliau lahir pada 1875. Namun jika diperhatikan  saat beliau wafat pada 1953 banyak sumber menyebutkan bahwa saat beliau wafat di usia 77 tahun, dengan demikian beberapa sumber menyebut bahwa Abdul Aziz lahir pada 15 January 1875.

Jika di wilayah Saudi Abdul Aziz sering juga disebut sebagai Ibnu Saud, beliau merupakan anak pasangan Abdul Rahman bin Faisal dan Sara binti Ahmad Al Kabir  Sudayri. Sebelum Arab Saudi berdiri menjadi sebuah negara, wilayah ini masih terpecah menjadi Najed dan Hijaz dan saat itu Najed merupakan suatu negara yang merdeka dan bukan di bawah kekuasaan Dinasti Utsmani di Turki. Ketika itu pula Najed diserang oleh pasukan Rashidi dan wilayah daerah ini jatuh ke tangannya. Akibat peristiwa ini keluarga Abdul Aziz diasingkan ke Kuwait dan akhirnya Abdul Aziz pun turut hijrah ke negeri tersebut saat usianya baru masih 10 tahun.

Meski pernah diasingkan ke Kuwait, keluarga Abdul Aziz belum kehilangan pamor dan kekuatan. Ia masih punya pengikut mengingat bahwa keluarganya merupakan keluarga pemimpin suatu wilayah. Pada tahun 1900 ketika Abdul Aziz berusia 25 tahun, ia meminta kepada ayahnya agar mengizinkannya untuk mempersiapakan kepemimpinan keluarganya dan ayahnya menyetujui usulan itu. Meskipun ayahnya menyetujui hal tersebut,  namun rasa cemas dan khawatir tetap ada dalam diri seorang ayah terlebih ia melakukan perlawanan dengan jumlah pasukan yang terbatas. Namun justru Abdul Aziz pulang dengan membawa berita bahagia karena ia berhasil merebut Riyad pada 1901 dengan 60 orang pasukannya.

Rupanya kepemimpinan Abdul Aziz sudah mulai terlihat saat ia berhasil menaklukkan Riyad meskipun usianya saat itu masih tergolong muda. Kemudian pada 1927 pemerintahan Inggris mengakui kekuasaan Abdul Aziz dan menyatakan sistem kepemimpinannya sebagai Kerajaan Arab Saudi Modern. Maka pada tahun itu dibuatlah perjanjian untuk menyelesaikan persoalan pada 1915 pada tahun ini pula Abdul Aziz merubah julukannya dari Sultan Najed menjadi Raja Najed dan Hijaz.

Sejak 1927 sampai 1932, Abdul Aziz terus menguasai sebagian besar jazirah Arab dan setelah beberawa wilayah berhasil ditundukkannya  lantas merubah nama kerajaan Najed dan Hijaz menjadi Kerajaan Arab Saudi yang disandarkan ke nama keluarganya. Itulah pertama kalinya penyebutan Arab Modern.

Setelah wilayah kekuasaannya makin meluas dan puncaknya pada 1932 dan menyatukan Najed, Ha-a, Asir, dan Hijaz menjadi Arab Saudi, maka pada 17 Jumadil Ula 1351 H/22 September 1932 M Abdul Aziz resmi mengikrarkan kedaulatan Kerajaan Arab Saudi. Abdul Aziz pun menjadi raja pertama untuk Arab Saudi.

Kebijakan Beliau dalam Membentuk dan Menjalankan Roda Pemerintahan:       

Pada masa kepemimpinannya selama 21 tahun dari 1932-1953, Abdul Aziz banyak menyusun sistem dan membentuk lembaga pemerintahan, beberapa prestasi kerja beliau selama memimpin Kerajaan Arab Saudi adalah:

  • Pembentukan kementerian Luar Negeri Saudi yang pertama pada 1930 dengan nama Direktorat;
  • Pelantikan Faishal bin Abdul Aziz sebagai Menteri Urusan Luar Negeri;
  • Pembentukan Kementerian Pertahanan Kerajaan pada 6 Maret 1946 sebelumnya lembaga ini bernama Delegasi Pertahanan;
  • Pada tahun 1931 dilakukan pembentukkan Kementiran Dalam Negeri yang dipimpin oleh Faishal bin Abdul Aziz  yang ketika itu lembaga kementerian ini merupakan Lembaga Urusan Keamanan;
  • Pada tahun 1950 terjadi pergantian menteri dalam negeri yang pada saat itu ditunjuklah Abdullah Faishal bin Abdul Aziz Al Saud sebagai Menteri Dalam Negeri;
  • Dibentuknya Kementerian Keuangan yang saat itu dipilihlah Abdullah bin Sulaiman Al Hamdan sebagai menterinya;
  • Pembentukkan Majlis Syura Saudi;
  • Pembentukkan Kementerian Perhubungan pada 1372 H;
  • Pembentukkan hukum perdagangan pada 1350 H;
  • Terbitnya peraturan perbankan pada 1347 H;
  • Terbitnya peraturan administrasi haji pada 1346 H;
  • Terbitnya pertaruran infrastruktur jalan dan gedung pada tahun 1360 H;
  • Pembentukkan peraturan pertama terkait industri dan perdagangan di Jeddah pada 1368 H;
  • Terbitnya peraturan komunikasi telepon pada 1356 H;
  • Munculnya penyeragaman perangko pada 1369 H;
  • Pembangaunan pembangkit tenaga listrik pada 1356H;
  • Pembentukkan sistem ambulan di Saudi pada 1354 H;
  • Pembentukkan peraturan rumah sakit di Saudi pada 1354 H;
  • Pembentukkan Direktorat Kepolisian di Mekkah pada 1343 H;
  • Pembangunan pabrik es pada 1338 H;
  • Diadakannya misi pertama Arab Saudi untuk mempelajari pembentukan keamanan di 1370 H;
  • Kegiatan ekspor minyak pertama dari Saudi ke pasar internasional pada 1358 H;
  • Dekrit pertama Raja Abdul Aziz diterbitkan dengan nomor 7/3/16/3996 tanggal 23/09/1368 H yang menugaskan anaknya sekaligus wakilnya di Hijaz Faishal Al Asyraf sebagai pengawas radio;
  • Pembentukkan menteri pertanian pada 1361 H;
  • Pembentukkan Lembaga Moneter Arab Saudi yang didirikan oleh pihak kerajaan dengan dekrit no. 30/14/1/1046 dan 1047;
  • Pembentukkan Saudi Arabian Airlines sebagai maskapai resmi negara pada 1364 H;
  • Pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Riyad dengan Damam pada 1367 H dan selesai pada 1371 H;
  • Pembentukkan Lembaga Penjaga Kekayaan Negara pada 1370 H;
  • Pembentukkan Lembaga Kepemudaan pertama;
  • Pembentukkan Lembaga Direktorat Haji Umum pada 1365 H;
  • Pengumuman aturan hukum negara pada 1351 H;
  • Pembentukkan Majelis Kementerian Saudi pada 1372 H;
  • Pengeboran Minyak pertama di dekat Zaharan pada 1359 H;
  • Pembukaan Beberapa Masjid di Riyad dan universitas;
  • Menggagas perluasan Masjid Nabawi pada 1372 H.

dafdf

Sebagai pendiri Negara Arab Saudi tentunya, Raja Abdul Aziz banyak membentuk sistem yang sampai saat ini masih terus dijalankan. Terkait dengan ibadah haji beliau selalu menekankan aspek keamanan kota Makkah dan Madinah yang menjadi tujuan umat Muslim seluruh dunia untuk melakukan ibadah haji maupun umrah. Sejatinya Kakbah adalah baitullah yang pertama kali diletakkan di muka bumi, karena itu setiap orang yang memasuki area ini maka ia harus dalam keadaan aman. Hal ini merupakan ketentuan yang telah termaktub dalam Alquran untuk itulah maka Negara Arab Saudi yang saat itu dipimpin oleh Raja Abdul Aziz terus berupaya keras agar stabilitas keamanan tetap terjaga.

Demi menciptakan keamanan jemaah haji, maka Abdul Aziz sanksi tegas bagi pelaku kriminal, sejak saat itulah angka kriminalitas dapat berkurang dan jemaah haji yang menuju Mekkah baik melalui jalur darat maupun laut merasakan keamanan untuk mendatangi Baitullah. Sehingga dengan terciptanya kondisi Mekkah dan Madinah yang aman maka Abdul Aziz pun akhirnya disematkan sebagai Khadimul Haramain (Pelayan/Penjaga Mekkah dan Madinah).

Setelah Mekkah dan Madinah menjadi wilayah yang aman dikunjungi, kemudian menjelang akhir hayatnya, Abdul Aziz merencanakan upaya perluasan Masjid Nabawi pada 1372 H, namun setelah mengumumkan perencanaan tersebut ia pun berpulang ke rahmatullah di Riyad pada 1953. Meski kini pendiri Arab Saudi telah tiada namun keluarga kerajaan serta jajarannya mengabadikan namanya menjadi jalur masuk atau pintu Masjidil Haram yang saat ini sedang ditutup untuk kepentinga perluasan masjid tersebut. Jaminan keamanan jemaah haji yang pernah digagasnya menjadi program prioritas Arab Saudi sampai saat ini. (fh)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top