Hari Anak Internasional

Ustadz M. Fauzil Adhim: Pakar Parenting Islam dan Pendakwah dengan Segudang Karya

gomuslim.co.id- Mohammad Fauzil Adhim. Itulah nama lengkapnya. Seorang Ustadz kosmopolitan yang memiliki segudang karya. Selain sebagai seorang pendakwah, ustadz Fauzil (panggilannya) ini juga merupakan seorang penulis yang aktif dan produktif. Beberapa tulisannya begitu menyentuh dan menginspirasi banyak orang. Ya, dia adalah penulis buku tentang pendidikan anak-anak sekaligus pakar parenting Islam dan konsultan pernikahan.

Cair, mengalir dan akrab. Begitulah gambaran ketika ustadz Fauzil berdakwah. Lelaki kelahiran Mojokerto, 29 Desember 1972 ini adalah keturunan kyai. lbunya bernama Aminatuz Zuhriyah berasal dari keluarga pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, sedangkan ayahnya berasal dari Pacitan, termasuk keluarga pesantren Termas.

Walaupun berasal dari keluarga kiai, penulis yang terkenal dengan trilogi Kupinang Engkau dengan Hamdalah itu tidak serta merta menjadi seorang yang religius. Waktu SMA, ia lebih senang bergelut dengan puisi dan teater. Bahkan, dirinya sering menginap di sekolah, dan berambut gondrong.

Meskipun demikian, penulis yang piawai dalam membuat judul-judul yang puitis dan romantis itu mengaku tidak luput dari hal berkecamuk saat remaja. Sejak duduk di bangku SMP, ia sering mempertanyakan eksistensi manusia. Bagaimana akhir kehidupan ini nantinya?. Pertanyaan seputar keabadian sering mengusik batinnya sampai ia duduk dibangku SMA.

Pernah dalam suatu hari, ia menginap di sekolah. Fauzil mendengar lagu Air Supply yang berjudul Listen to Your Hart. Ketika itu muncul pertanyaan dalam dirinya, bagaimana bisa mendengarkan isi hati, sedangkan isi hati saja tidak tahu. Kebenaran dan ketenangan itu ada di hati. Dia teringat sabda Nabi Muhammad SAW, 'Mintalah pada nuranimu'. Tapi bait-bait Air Supply itu terngiang selalu di telinganya.

Penerungannya membuat Fauzil sedikit limbung. Tentang dunia teater, misalnya. Semboyan teater adalah mengembalikan manusia pada fitrahnya. Namun, bagaimana mungkin mengembalikan manusia ke fitrahnya, kalau manusia tidak paham apa arti fitrah itu sendiri?.

Berbagai pertanyaan itu berakumulasi dan akhirnya bermuara pada kesadaran Fauzil untuk mencari jalan hidup yang benar. Kesimpulannya, jalan hidup yang benar adalah yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya melalui Alquran dan Hadis.

Akhirnya, sejak akhir kelas II SMA, Fauzil mencukur rambut gondrongnya. Ia yang sewaktu SMP aktif menulis resensi musik di media massa, mulai kelas II SMA rajin menulis artikel-artikel tentang pendidikan dan keluarga. Saat itu, ia juga sudah mulai memasukkan nilai-nilai keislaman ke dalam naskah cerpen dan skenario yang ditulisnya meskipun tidak verbal. Fauzil juga ikut bergabung dengan remaja masjid.

Kesadaran itu terus berlanjut saat ia kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ketika itu ia terus aktif menulis, baik cerpen, reportase, maupun nonfiksi. Ketika kuliah itulah, Fauzil mendapakan momentum kesadaran yang lebih tinggi lagi. Boleh dikatakan, inilah titik balik yang paling menentukan dalam kehidupannya. Suatu hari, seorang teman seangkatannya yang selama ini aktif menggerakkan kegiatan keislaman di kampus, meninggal dunia.

Dua minggu sebelum meninggal, dalam keadaan sakit teman itu datang kepada Fauzil. Ia berwasiat kepada Fauzil agar meneruskan perjuangan dakwah. Ia juga mengusulkan kepada Fauzil agar segera menikah, membina rumah tangga, dan menyiapkan generasi rabbani yang senantiasa bersandar pada nilai-nilai Islam.

Ketika berada di pemakaman, ia terus merenung. Ia meyakini temannya itu meninggal dunia dalam keadaan baik (husnul khatimah). Lalu bagaimana dengan dirinya sendiri ?. sejak saat itu, Fauzil makin aktif berdakwah. Baik lewat tulisan maupun ceramah.

Fauzil akhirnya memutuskan untuk menikah. Dia menikah dengan Siti Mariana Anas beddu. Hingga saat ini, beliau telah dikaruniai enam anak. Mereka diantaranya Fathimatuz Zahra, Muhammad Husain As-Sajjad, Muhammad Hibatillah Hasanin, Muhammad Nashiruddin An-Nadwi, Muhammad Navies Ramadhan, dan Safa.

Awalnya secara finansial, kehidupannya begitu berat. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil yang atapnya bocor. Tidur di atas tikar bekas dan koran, serta bantal terbuat dari gulungan kain bekas. Mereka pun kerap kehabisan uang. Namun semua itu dapat dilalui dengan sabar dan berkah.

Kini, Fauzil telah menguasai bahasa Inggris, menguasai teater, mengerti tentang fotografi, desain, dan layout buku. Selain itu, ia juga paham tentang perkembangan terbaru di bidang teknologi informasi. Kalau ceramah, ia sering menggunakan rekaman peristiwa, lagu, dan foto-foto tentang manusia, alam serta lingkungan yang membuat jamaah terdiam, terkesima, bahkan menangis.

Fauzil Adhim sangat piawai membuat para pendengarnya tetap memasang mata dan telinga untuk memperhatikan ceramah-ceramahnya. Kemampuannya berorasi sangat memukau. Ia pun kerap diundang sebagai penulis maupun penceramah ke berbagai kota di Indonesia, bahkan manca negara, termasuk Hongkong, Singapura, Malaysia, dan Mesir.

Kemampuannya dalam menulis berawal dari buku yang dipinjamkan ibunya dari perpustakaan. Buku-buku itu kemudian merangsangnya untuk menulis. Fauzil Adhim tumbuh menjadi pecinta buku semenjak SD. Ia menulis di media masaa sejak SMP kelas 3 di Kutorejo, Mojokerto. Namun, mulai benar-benar ditekuni semenjak masuk SMA di SMA Negeri 2 Jombang.

Beberapa karya best seller-nya antara lain Kupinang Engkau Dengan Hamdalah, Saatnya Untuk Menikah, dan Mencari Ketenangan di Tengah Kesibukan. Ada juga buku lainnya yaitu Saat Berharga Untuk Anak Kita dan Segenggam Iman Anak Kita yang membuat namanya tidak cukup asing bagi kalangan para remaja muslim.

Selain menulis buku, Fauzil juga menulis di Harian Republika untuk rubrik Hikmah. Ia juga menulis di MPA (Mimbar Pembangunan Agama) Surabaya. Sebelumnya, ia sempat aktif menulis di berbagai media massa untuk masalah-masalah kewanitaan. Beliau mengawalinya sebagai kolumnis di berbagai majalah yang kaitannya dengan keluarga.

Kolumnis tetap majalah Hidayatullah ini sekarang aktif sebagai narasumber berbagai seminar dan workshop bagi para guru. Khususnya tentang merancang program motivasi di sekolah dan menjadi guru yang disegani. Ia juga aktif mengisi seminar keayahbundaan (parenting). (njs)

Riwayat Pendidikan Ustadz M. Fauzil Adhim

  1. Pendidikan formal
  2. SDN Ketidur, Kecamatan Mojokerto Jawa Timur.
  3. SMPN Kutorejo, Mojokerto.
  4. SMAN 2 Jombang.
  5. S1 Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
    1. Pengalaman
    2. Koresponden majalah Ayahanda (Jakarta), freelance, 1994-1995.
    3. Staf pengajar sekolah guru Taman Kanak-Kanak Islam terpadu (SGTKIT), Yogyakarta, 1996-1998.
    4. Dosen psikologi keluarga (marriage dan parenting) dan psikologi komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, 2001-2004.
    5. Kolumnis tetap jendela keluarga majalah suara Hidayatullah mulai Agustus 2002 khusus untuk masalah parenting.
    6. Kolumnis tetap majalah An-nida selama setahun sampai Agustus 2003.
    7. Pengaruh rubrik konsultasi psikologi majalah Nebula, majalah komunitas ESQ Jakarta.5
      1. Kegiatan dan Karir
      2. Staf pengajar fakultas psikologi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
      3. Kolumnis tetap majalah Hidayatullah Surabaya untuk kolom Tarbiyah.
      4. Kolumnis tetap untuk harian umum Republika untuk renungan jum'at kolom DIY-Jateng.
      5. Menjadi pemateri tetap untuk pelatihan menulis ibu-ibu rumah tangga di Yogyakarta.
      6. Menjadi pemateri tetap forum diskusi parenting para orang tua di Yogyakarta.
      7. Narasumber dalam berbagai forum diskusi, seminar talkshow di berbagai daerah seluruh Indonesia tentang masalah-masalah pernikahan, keluarga dan pendidikan.
      8. Pembina SDIT Hidayatullah Yogyakarta sekaligus menjadi anggota tim perancang kurikulum SD unggulan.
      9. Karya-Karya Muhammad Fauzil Adhim:

        1. Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 1997, cet. Ke-20, terjual lebih dari 55 eksemplar.
        2. Mencapai Pernikahan Barokah, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 1997.
        3. Disebabkan Oleh Cinta Kupercayakan Rumahku Padamu, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 1998, cet. Ke-7.
        4. Kado Pernikahan untuk Isteriku, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 1998, cet. Ke-11, memasuki cet. Ke-12.
        5. Indahnya Pernikahan Dini, Gema Insani Press, Jakarta, Januari 2002. Terbit juga kaset dengan judul yang sama sebagai audio book. Telah dicetak 25.000 eksemplar dalam waktu 6 bulan.
        6. Agar Cinta Bersemi Indah, buku kedua trilogi Indahnya Pernikahan Dini, Gema Insani Press, Jakarta, Agustus 2002.
        7. Membuat Anak Gila Membaca, Al-Bayan, Bandung, Mendidik dengan hati, Better Life, Surabaya.
        8. Membuka Jalan ke Surga, Pustaka Inti, Bekasi, 2004.6
        9. Mengajar Anak Anda Mengenal Allah Melalui Membaca, Al-Bayan, Bandung, 1994, memasuki cet. Ke-3.
        10. Menuju Kreativitas, tulisan bersama Wahyudin, Gema Insani Press, Jakarta, 2003.
        11. Janda, Gema Insani Press, 1999.
        12. Saat Anak Kita Lahir, Gema Insani Press, Jakarta, Desember, 2001.
        13. Dunia Kata Mewujudkan Impian Menjadi Penulis Brilian
        14. Saatnya untuk Menikah, Gema Insani Press, Jakarta, 2000, cet. Ke-5.
        15. Di Ambang Pernikahan, Gema Insani Press, Jakarta, Juni 2002, Kolaborasi dengan M. Nazhif Masykur.
        16. Bahagia saat Hamil bagi Ummahat,
        17. Menjadi Ibu Bagi Muslimah, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 1995.
        18. Salahnya Kodok: Bahagia Mendidik Anak bagi Ummahat, Yogyakarta, Mitra Pustaka, 1996, cet. Ke-2.
        19. Mendidik Anak Menuju Taklif, Pustaka Pelajar, 1996.
        20. Menembus UMPTN Tanpa Stres, Pustaka Pelajar, 1996.
        21. Bersikap terhadap Anak: Pengaruh Perilaku Orang Tua Terhadap Kenakalan Anak, Titian Ilahi Press, Yogyakarta, 1996.
        22. Memasuki Pernikahan Agung
        23. Positive Parenting: Cara-Cara Islam Mengembangkan Karakter Positif Pada Anak Anda, PT Mizan Pustaka, Bandung, 2006.7
        24. Saat Berharga Untuk Anak Kita, Pro U Media, Bandung, 2010, cet. Ke-2.

Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top