Ketika Hidayah Datang Mendekat

gomuslim.co.id - Saat ini fenomena hijrah menjadi tren tersendiri di berbagai elemen masyarakat. Dari mulai publik figur sampai anak remaja, semua sibuk berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Tak hanya soal penampilan yang lebih syar’i, tetapi juga berbagi dan mengkaji soal ilmu agama menjadi rutinitas sehari-hari. Mendatangi satu demi satu kajian ke seluruh penjuru bumi pertiwi.

Hal yang menarik, biasanya ustadz atau ustadzah yang mengisi kajian pun mengikuti perkembangan zaman dengan gaya ceramah yang mudah diterima masyarakat sehingga terkesan tidak kaku dan tidak menggurui. Tema-tema kajian pun dipilih yang lebih ringan dan sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Tidak sampai di situ, arus globalisasi yang menyentuh generasi milenial pun agaknya semakin dimanfaatkan untuk mempermudah masyarakat menggali wawasan seputar pengetahuan islam dari mulai sejarah sampai ke fiqih. Pun akhirnya citra islam yang rahmatan lil ‘aalamin sudah semakin melekat di hati. Maa syaa Allah, sungguh tiada yang dapat menembus cahaya Allah.

Al-Qur’an pun telah menjelaskan dalam surah al-A’raaf:

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf:178).

Ya, hijrah adalah impian, hijrah adalah harapan baru. Di situlah takdir Allah bekerja, saat hidayah-Nya menembus hati-hati setiap insan. Di mana hidayah merupakan hak prerogatif yang Allah kehendaki bagi siapapun pilihan-Nya, dari manapun latar belakangnya, dan tak peduli seberapapun usianya. Jika Allah berkehendak, “Kun!” maka jadilah.

Hijrah memang butuh proses, sebagaimana hidayah yang juga telah dipersiapkan Allah entah lewat skenario yang seperti apa. Tetapi janganlah kita lantas men-judge seseorang yang sudah mantap untuk menutup auratnya, atau berhenti dari maksiat misalnya. Sekali lagi hidayah adalah hak prerogatif Allah. Kita tak punya hak untuk berkata bahwa hijrahnya seseorang adalah hijrah instan. Janganlah kita seolah yang punya hidayah atau bahkan menghalang-halangi seseorang untuk mendapakan hidayah.

Hidayah bisa datang lewat mana saja, lewat siapa pun perantaranya, maka ketika hidayah sudah terlihat, jangan menunggu lebih lama lagi untuk mendekat. Sebab Allah bilang, satu langkah kita mendekat kepada-Nya, seribu langkah Allah menuju kita.

Jadilah orang yang memanfaatkan kesempatan untuk PDKT dengan Allah, lebih dekat lagi, lebih dalam lagi. Jangan pernah hiraukan celoteh orang lain yang meragukan hijrah kita. Sebab keragu-raguan bisa saja datang dari syaitan. Seitan memang tak akan pernah bosan dan tidak akan pernah berhenti untuk menggoda lantas menggagalkan niat kita untuk mendapatkan hidayah Allah, untuk lebih dekat dengan Rabb kita.

Ikutilah cahaya hidayah itu, ikutilah walau jalannya terjal dan berliku, walau sepi dan tidak ada satu orang pun mau membersamai. Walau bosan dan jenuh melanda hati, walau bukan satu dua ujian dan cobaan datang menghampiri.

Percayalah, bahwa hanya orang-orang special pilihan Allah lah yang layak mendapatkan hidayah. Percayalah bahwa hidayah adalah cara Allah untuk menunjukkan  rasa cinta-Nya yang tidak bisa terhitung untuk kita. Dengan cinta yang telah Allah persembahkan untuk kita, nantinya pun menjadi bekal bagi kita untuk menebar cinta dan citra islam di mata dunia. Percayalah bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, di setiap pilihan pasti ada jawaban terbaik yang telah Allah persiapkan.

 

Wallahu a’lam bishawab

 

Penulis:

Hafsha Hurat Fadita

Ketua Keputrian Forum Studi Islam Khidmatul Ummah UNJ

Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta


Back to Top