Ujian Datang, Bukti Allah Sayang

gomuslim.co.id - Sahabat, seberapa sering ujian hidup menimpa diri? Tentu sahabat sendiri yang paling mengetahuinya. Lantas apa cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya?

Perlu kita tahu dulu, setiap orang dimuka bumi ini sudah pasti diuji dengan kadar dan kemampuannya masing-masing. Orang yang menurut kita sudah baik, diuji. Orang yang menurut kita paling buruk, juga diuji. Ujian yang Allah berikan itu bentuknya banyak. Dimulai dari ujian menahan hawa nafsu, mendapat musibah tak terduga, dan masih banyak macamnya. Sedang ada di level mana kah kita sekarang?

Musibah-musibah yang menimpa seseorang adalah cara Allah menegakkan bukti atas keyakinan yang diikrarkan orang itu sekaligus menyempurnakan nikmat yang dianugerahkanNya dalam kehidupan dunia. Untuk akhirnya menikmati surga yang nikmatnya tiada banding dari bentuk kebahagiaan lingkup duniawi, kita perlu berjuang.

Perjuangan itu tidak akan berakhir sampai akhirnya kita menemui kematian. Perjuangan kita dalam mencapai suatu kebahagiaan tentu tidaklah mudah.Ia akan menemui banyak batu terjal yang mewarnai hari-harinya. Ia akan dihantui masalah dan tekanan dari banyak pihak. Perjuangan-perjuangan itu nantinya akan jadi pengalaman yang takkan terlupakan.

Tapi, ingat-ingat lagi deh arti dari surat Al Baqarah 155:

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira pada orang-orang yang sabar”.

Kunci pertamanya adalah sabar. Kalau kita sabar dan ikhlas menghadapi ujian-ujian itu, insyaAllah semua hal yang kita hadapi dapat tersikapi dengan baik-baik saja. Tapi bagaimana kita bisa sabar? Bukankah menjadi sabar apalagi menjadi ikhlas itu sulit?

Lagi dan lagi, koneksi kita ke Allah harus ditingkatkan. Kita akan sulit untuk sabar dan ikhlas menghadapi segala sesuatu yang menimpa kita, kalaulah kita belum yakin sepenuhnya bahwa takdir Allah itu baik. Kita belum yakin bahwa setelah kesulitan yang menimpa kita, pasti ada hikmah dan kemudahan yang Allah selipkan. Kalau kita dapat menanamkan cinta padaNya, rasa bersyukur atas segala nikmatNya tentu akan lebih banyak ketimbang harus meneyesali segala ujian yang Allah berikan.

Ujian datang karena Allah masih peduli dengan kita, Allah ingin menaikkan level kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi kalau ujian tersebut bisa lolos untuk kita lewati. Allah ingin agar melalui ujian itu, kita dapat lebih dekat lagi padaNya, lebih sering bermunajat padaNya, tidak ingin meninggalkan ibadah-ibadah yang mungkin sering terlewat oleh kita. Tapi, lagi-lagi Allah juga tidak ingin melihat hambaNya bermuram durja.

Melalui perantara apapun itu, Allah sisipkan kesedihan yang sedang menimpa kita dengan hiburan yang membuat keadaan kita sejenak dapat lebih baik. Bersyukur adalah kunci terbaik untuk merasa bahwa semua itu baik-baik saja dan membuat pikiran kita jauh lebih tenang. Tenang karena yakin dengan janji Allah dan tenang karena hati kita sudah terisi koneksi yang baik denganNya.

Semoga Allah berkahi perjalanan hidup kita yang sebentar ini dengan kasih sayangNya. Jangan lupa sabar, ikhlas, dan bersyukur yaa sahabat.

Wallahu ‘alam bisshowab.

 

Penulis:

Cindy Oktaviani

Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Kepala Departemen Kerohaniaan BEM Sastra Indonesia UNJ


Back to Top