Dua Rakaat Sebelum Subuh, Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

gomuslim.co.id - Shalat Subuh menghubungkan hamba dengan Allah sejak awal terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Dan bila umat Islam shalat Subuh berjamaah di masjid maka mereka akan menjadi umat yang setiap harinya dalam lindungan Allah SWT.

Shalat Subuh juga merupakan tolak ukur nilai dan kekokohan suatu umat. Adalah sebuah harapan bangkitnya peradaban islam dimulai dari penuhnya masjid-masjid di waktu subuh. Namun ada baiknya kita melaksanakan shalat yang juga punya keistimewaan khusus selain shalat subuh. Ialah shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam begitu menganjurkan shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh. Shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh memiliki keutamaan tersendiri. Lebih baik dari dunia dan seisinya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

Dua rakaat (sebelum) shalat fajar (subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya. (HR. Muslim).

Sebagian ulama mengatakannya shalat sunnah fajar. Adapula yang menamainya sebagai shalat sunnah subuh karena dilakukan sesebelum shalat subuh. Ada pula yang mengatakan shalat sunnah barad mungkin karena dilaksanakan ketika hari masih sangat dingin. Ada pula yang menamakan shalat sunnah ghadat atau shalat sunnah yang dilakukan pagi-pagi sekali.

Dua rakaat sebelum subuh atau fajar ini termasuk kategori shalat sunnah mu’akkadah; atau sangat ditekankan untuk dilaksanakan. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam senantiasa menjaganya; baik ketika beliau berada di tempat tinggalnya maupun saat sedan safar atau kala bepergian. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Sayyidah ‘Aisyah radhiallahu anha

“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya (dua rakaat sebelum shubuh) sama sekali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tak hanya sekali Ummul mukminin Aisyah binti Abi Bakar berkata demikian, melainkan Beliau berkata:

“Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah memperhatikan shalat-shalat sunat melebihi perhatiannya terhadap dua rakaat fajar.” (Muttafaq Alaihi)

Maa syaa Allah…

Lebih baik dari dunia dan seisinya di sini, dimaksudkan adalah ketenangan serta ketentraman hati yang dirasakan setelah melaksanakan shalat sunnah ini. Bagaimana tidak, secara logika sangat manusiawi jika kita sebagai insan biasa mendapatkan hadiah yang luar biasa besar. Apalagi mendapatkan lebih dari dunia dan seisinya, pasti bahagia. Ketika kita melaksanakan satu hak Allah, betapa Allah memberikan dua kali lipat kenikmatan bagi setiap hambanya yang mau beramal baik.

Waktu dilaksanakan shalat sunnah sebelum subuh

Sebagian orang ada yang memahami dua rakaat fajar itu merupakan shalat sunnah dua rakaat sebelum masuk waktu Shubuh, yakni sebelum adzan shubuh berkumandang. Ini pemahaman yang keliru. Sebab yang dimaksud dengan dua rakaat sebelum itu adalah sholat sunnah qabliyah Shubuh yang juga merupakan bagian dari shalat sunnah rawatib..

Shalat dua rakaat fajar yang dikerjakan sebelum subuh tidak terhitung sebagai shalat sunnah rawatib. Shalat tersebut menjadi shalat sunnah mutlak. Jika kita melaksanakannya, kita hanya memperoleh pahala shalat nafilah saja.

Anjuran dalam shalat sunnah sebelum shubuh ini adalah, perihal tidak berlama-lama ketika mengerjakan dua rakaat sebelum subuh, mengingat predikat shalat ini adalah shalat sunnah sebelum melaksanakan shalat shubuh Walaupun memang nilainya lebih berharga daripada dunia dan seisinya.

Alasan kebergegasan dua rakaat sebelum subuh ini adalah mengikuti petunjuk dari Rasulullah Salallahu alaihi wasallam  (liitba’i sunnatir rasul). Cukup membaca surat al-Kafirun di rakaat pertama (setelah al-fatihah) dan surat al-Ikhlash (setelah al-fatihah) di rakaat kedua. Atau membaca Alam Nasyrah (surat al-Insyirah) di rakaat pertama dan Surat al-Fiil di rakaat ke dua.

Demikian anjuran untuk melaksanakannya. Masya Allah betapa amalan-amalan yang sederhana memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Maka tidakkah kita menginginkan mendapatkan hadiah istimewa dari Allah Azza wajalla?

Mendapatkan dunia dan seisinya?

Yuk shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat shubuh!

 

Wallahu A'lam Bishowab...

 

Penulis:

Hafsha Hurat Fadita

Ketua Keputrian Forum Studi Islam Khidmatul Ummah UNJ

Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta

 


Back to Top