#GimanaNihUstadz (5)

Muslimah Naik Ojek Online? Ini Hukumnya dalam Islam

gomuslim.co.id – Ojek online mungkin menjadi solusi transportasi terbaik abad ini. Kemanapun sangat mudah dengan menggunakan aplikasi, di jemput driver, di antar sampai tujuan, dan harganya murah lagi. Tapi bagaimana ya hukumnya bagi Muslimah untuk menggunakan ojek online?

Sahabat gomuslim, batasan Islam dalam interaksi lawan jenis mengharamkan khalwat (laki-laki dan wanita tidak mahram yang berdua-duaan). Seperti yang disampaikan dalam Hadis Nabi SAW:

"Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena setan menjadi yang ketiga di antara mereka berdua." (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).

Untuk wanita yang naik ojek online yang dikemudikan laki-laki, sebagian ulama memasukkan dalam definisi khalwat. Apalagi, wanita sebagai penumpang duduk satu bangku dengan laki-laki pengemudi motor. Terkadang, bersentuhan secara fisik tak dapat dihindari.

Secara umum, mayoritas ulama mengharamkan hal ini. Di antaranya ada yang membolehkan dengan beberapa persyaratan. Sementara, pendapat sebahagian kecil ulama mengatakan jasa ojek tidak termasuk berkhalwat. Kalangan yang mengharamkan secara mutlak di antaranya ulama dari Arab Saudi.

Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia, Ustadzah Aini Aryani, Lc mengatakan idealnya untuk para Muslimah apabila ingin berpergian, hendaklah bersama dengan makhramnya seperti Suami, Kakak atau Adik, Ayahnya, atau Pamannya. Apabila itu tidak memungkinkan, maka hendaklah menggunakan kendaraan sendiri, karena apabila memaksakan untuk tetap menggunakan kendaraan seperti Ojek Online, maka ada resiko, seperti kalau naik ojek berboncengan berduaan dengan seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.

“Resiko bersentuhan pasti ada, kalau sudah bersentuhan. Jatuhnya kan zina, betul ga?, nah akibatnya apa? Berdosalah kita. Oleh sebab itu, lebih baik kita hindari apa yang memiliki suaturesiko,” ungkap Ustadzah Aini Aryani.

Sahabat gomuslim, kaum wanita harus mengupayakan diri sedapat mungkin untuk tidak naik ojek bila bepergian karena ojek jelas-jelas tidak mencukupi syarat sebagai kendaraaan para Muslimah.

Tapi, apabila dharuriyah bisa menjadi boleh jika sifatnya sangat urgen dan genting dan tentu saja darurat tidak terjadi setiap hari. Definisi asalnya, dharuriyah adalah kondisi sangat memaksa yang jika tidak melakukannya bisa menimbulkan kebinasaan.

Pembahasan ini menjadi ulasan tersendiri Imam Bukhari dalam beberapa Bab, di antaranya:

"Dibolehkannya laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita di hadapan khalayak". (HR Bukhari)

Imam Bukhari mengutip hadis dari Anas bin Malik RA,

"Suatu kali datang seorang wanita kaum Anshar kepada Nabi SAW lalu berkhalwat dengannya (di hadapan orang ramai). Nabi SAW kemudian berkata, 'Demi Allah, kalian (kaum Anshar) adalah orang-orang yang paling aku cintai'." (HR Bukhari).

Riwayat yang lain dari Anas bin Malik juga menyebutkan, Nabi SAW pernah berkhalwat dengan seorang wanita di pinggir jalan yang ramai dilewati orang.

Dari hadist tersebut dijelaskan, definisi khalwat yang dimaksudkan jika berdua-duaan antarsepasang lawan jenis nonmahram dari pandangan khalayak lainnya. Adapun sepasang lawan jenis nonmahram yang bertemu di pasar, misalkan, jika hanya sebatas mengobrol dan disaksikan banyak orang, tentu hal ini tidak termasuk definisi khalwat.

Sahabat gomuslim, dari penjelasan tersebut, tetap alangkah baiknya bagi seorang wanita untuk dapat menghindari segala macam yang menjurus dari perbuatan dosa. Ustadzah Aini Aryani menghimbau untuk para wanita untuk dapat menggunakan kendaraan sendiri atau di antar oleh Makhramnya apabila hendak berpergian. (hmz/gomuslim/foto ilustrasi:reuters)

Wallahu alam Bissawab

**Disarikan dari program #GimanaNihUstadz on Youtube Channel 'gomuslim Official' hasil wawancara dengan Ustadzah Aini Aryani, Lc (Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia).

 

 

Tonton juga videonya di Youtube Channel gomuslim Official:

Bagi Muslimah, Apakah Naik Ojek Online Terbentur Aturan?

Komentar

    Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top