#GimanaNihUstadz (6)

Hati-Hati bagi Kamu yang Suka Nunda Bayar Utang !!!

gomuslim.co.id – Mungkin ada orang yang punya utang pada orang lain, ketika ia punya uang untuk membayar dan mampu, ia tidak segera melunasinya. Ia malah sibuk membeli kebutuhan tersier (mewah) bahkan dipamerkan.
 
Sahabat gomuslim, dalam ajaran Islam, jelas ini tidak diperbolehkan bagi orang yang mampu untuk menunda-nunda utang. Yaitu penundaan yang dilakukan oleh orang yang mampu membayar apa yang wajib di tunaikan. Yang demikian itu sesuai dengan apa yang ditegaskan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
“Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah suatu kezhaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya”
 
Kata Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia, Ustadzah Aini Aryani, Lc, agama Islam menekankan bahwa yang namanya hutang itu adalah darurat. Tidak bermudah-mudah berutang dan hanya dilakukan di saat sangat dibutuhkan saja. Jika sudah mampu membayar, maka segera melunasi. Jika sengaja memunda membayar utang padahal mampu ini adalah suatu perbuatan yang Zalim.
 
“Sangat bahaya dan rugi dunia-akhirat, jika sengaja menunda membayar hutang padahal mampu,” ungkap Ustadzah Aini kepada gomuslim.
 
Sahabat gomuslim, berikut adalah kerugian apabila dengan sengaja menunda membayar hutang:
 
1. Jika meninggal dan membawa hutang, ia akan terhalang masuk surga meskipun mati syahid, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.”
 
2. Keadaannya atau nasibnya menggantung/ tidak jelas atau tidak pasti apakah akan selamat atau binasa, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya.”
 
3. Orang punya hutang tidak dishalati oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal shalat beliau adalah syafaat, Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, dia berkata,
 
“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menshalatkan laki-laki yang memiliki hutang. Lalu didatangkan mayit ke hadapannya. Beliau bersabda: “Apakah dia punya hutang?”  Mereka menjawab: “Ya, dua dinar. Beliau bersabda,“Shalatlah untuk sahabat kalian.”
 
Maksudnya adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam ingin menjelaskan kepada para sahabatnua bahwa, hutang sangat tidak layak ditunda dibayar sampai meninggal, padahal ia sudah mampu membayarnya.
 
4. Orang yang berutang dan berniat tidak mau melunasi , akan bertemu dengan Allah dengan status sebagai pencuri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”
 
5. Status berhutang membuat pelakunya mendapatkan kehinaan di siang hari dan kegelisahan di malam hari, Umar bin Abdul Aziz berkata,
 
“Aku wasiatkan kepada kalian agar tidak berhutang, meskipun kalian merasakan kesulitan, karena sesungguhnya hutang adalah kehinaan di siang hari kesengsaraan di malam hari, tinggalkanlah ia, niscaya martabat dan harga diri kalian akan selamat, dan masih tersisa kemuliaan bagi kalian di tengah- tengah manusia selama kalian hidup.”
 
Sahabat gomuslim, Ustadzah Aini Aryani, Lc mengatakan, bagi yang memang harus berhutang karena terpaksa dan darurat, tidak perlu terlalu khawatir karena jika memang terpaksa dan berniat benar-benar membayar, maka akan dibantu oleh Allah SWT.
 
Jika ada teman yang kita lihat dia seperti sengaja menunda bayar utang, padahal sudah jatuh dan dia pun sudah mampu membayar, bilang saja” hai bro-sri, yuk bayar utangnya, mau dilunasin di dunia atau nanti ketemu di akhirat pahalamu jadi buat saya!” (hmz/gomuslim/foto ilustrasi: bisniscom)
 
 
Wallahualambissawab



**Disarikan dari program #GimanaNihUstadz on Youtube Channel 'gomuslim Official' hasil wawancara dengan Ustadzah Aini Aryani, Lc (Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia).


Tonton juga videonya di Youtube Channel gomuslim Official: 

Back to Top