Ini Keutamaan Surat Ar Rahman dan Ayat ‘Maka, Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?’

gomuslim.co.id – Sahabat gomuslim, pasti familiar dengan salah satu ayat dalam Surat Ar Rahman yang mendapat pengulangan sebanyak 31 kali. Ya, ayat maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? secara tersirat menyarakan kita untuk senantiasa mengingat nikmat-nikmat Allah.

Lalu, sebenarnya apa keutamaan ayat tersebut dan Surat Ar Rahman yang istimewa ini?

Di dalam al-Qur’an terdapat satu surat yang ayatnya sangat banyak diulang oleh Allâh Azza wa Jalla . Pengulangan tersebut memiliki makna yang sangat berarti. Surat itu adalah surat ar-Rahmân dan ayat yang banyak diulang adalah ayat:

Maka nikmat-nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua (jin dan manusia) dustakan?

Ayat ini diulang oleh Allâh Azza wa Jalla sebanyak 31 kali dalam surat ar-Rahmân. Biasanya sesuatu yang berulang lebih dari tiga kali tidak memiliki makna yang berarti, bahkan dianggap suatu yang tidak bagus di dalam ucapan orang Arab, kecuali seseorang bisa menyusunnya dengan baik dan sangat serasi, maka ucapan tersebut akan menjadi ucapan yang indah untuk didengar.

Surat Ar Rahman dikenal dengan nama Arus Al Quran, yang secara harfiyah berarti pengantin Al Quran. Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad bersabda :

“Segala sesuatu memiliki pengantin, dan pengantinnya Al Quran adalah Ar Rahman.” , penamaan itu karena indahnya surah ini dan karena didalamnya terdapat sekian kali pengulangan ayat fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma Tukadziban, yang diibaratkan dengan aneka hiasan yang dipakai oleh pengantin.

 

Baca juga:

Menjaga Koneksi Kita dengan Alquran

 

Ar Rahman sendiri adalah Nama Allah yang berarti “Maha Pemberi nikmat dunia dan akhirat.”. begitu Rahmannya Allah sampai Allah mengkhususkan Ar Rahman dalam satu surat yang indah. Pengingat untuk manusia akan banyaknya nikmat Allah yang terlupa. Tema dalam surat ini adalah uraian tentang nikmat Allah yang bermula dari Nikmat terbesar yaitu Al Quran. Thabathaba’i berpendapat bahwa surah ini mengandung isyarat tentang ciptaan Allah dengan sekian banyak bagian-bagiannya di langit dan di Bumi, darat dan laut, manusia dan jin, di mana Allah mengatur semua itu dalam satu pengaturan yang bermanfaat bagi manusia dan jin. Bermanfaat pula untuk hidup mereka di dunia dan akhirat.

Dikutip dari Tsawabul A’mal, Imam Ja’far mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca Ar Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘fabiayyi aala’i Robbikuma tukadzibaan’ kemudian jika ia mengucapkan: tidak ada satu pun nikmat-Mu dari Tuhanku yang aku dustakan, maka jika membacanya di malam hari kemudian mati, maka matinya seperti mati syahid, jika membacanya di siang hari kemudian ia mati, maka matinya seperti mati syahid.”

Dari hadis tersebut sangat jelas bila Ar Rahman dapat membuat pembacanya ketika meninggal akan mendapatkan kebaikan orang syahid. Namun di dalam hadis itu juga menyuratkan bila kita sebaiknya membaca surah ini dalam 2 waktu, yakni siang serta malam, terlebih di malam hari setelah bangun tidur. Dengan rutin membacanya di waktu tersebut maka nanti di hari kiamat akan diberi keistimewaan.

Semoga kita semua termasuk orang yang dapat istiqomah membaca Alquran dan mengamalkannya untuk kebaikan di dunia dan akhirat. Aamiin…

 

Wallahu A’alm Bishowaab…

 

 

-Dari berbagai sumber.

 

 

 


Back to Top